Prediksi Gila Samson Mow: Michael Saylor Bakal Gusur Elon Musk dari Takhta Orang Terkaya Dunia, Kapan?

Andini Putri Lestari | Totonews
18 Mei 2026, 08:43 WIB
Prediksi Gila Samson Mow: Michael Saylor Bakal Gusur Elon Musk dari Takhta Orang Terkaya Dunia, Kapan?

TotoNews — Panggung daftar orang terkaya di dunia selama ini didominasi oleh para titan teknologi seperti Elon Musk, Jeff Bezos, hingga Bernard Arnault. Namun, sebuah prediksi berani kini mencuat di kalangan elit finansial global. Bukan dari sektor otomotif atau ritel, melainkan dari ekosistem Bitcoin yang penuh gejolak. Seorang veteran industri kripto ternama, Samson Mow, baru-baru ini melontarkan pernyataan yang cukup menggetarkan: Michael Saylor, pendiri dan bos MicroStrategy, diprediksi akan menyalip kekayaan Elon Musk dalam beberapa tahun ke depan.

Skenario Bitcoin di Angka Fantastis

Prediksi ini tentu tidak datang dari ruang hampa. Samson Mow mendasarkan analisisnya pada pergerakan harga aset digital paling populer di dunia, Bitcoin. Menurut Mow, jika harga Bitcoin menyentuh angka USD 4,2 juta per koin, atau sekitar Rp 73 miliar (dengan asumsi kurs saat ini), maka takhta orang terkaya di dunia secara otomatis akan berpindah tangan ke Michael Saylor.

Baca Juga

Persaingan Memanas di Pekan Ketujuh MPL ID S17: Mampukah Geek Fam Menumbangkan Dewa United Esports?

Persaingan Memanas di Pekan Ketujuh MPL ID S17: Mampukah Geek Fam Menumbangkan Dewa United Esports?

Angka ini mungkin terdengar tidak masuk akal bagi telinga awam. Namun bagi para penganut setia Bitcoin, angka jutaan dolar per koin adalah sebuah keniscayaan jangka panjang mengingat suplai Bitcoin yang terbatas hanya 21 juta unit di seluruh dunia. Mow menyoroti bahwa strategi akumulasi agresif yang dilakukan Saylor melalui perusahaannya, MicroStrategy, adalah kunci utama di balik potensi ledakan kekayaan tersebut.

Membedah Isi Brankas Michael Saylor

Bagaimana perhitungannya hingga Saylor bisa menantang dominasi Elon Musk? Mari kita bedah data publik yang ada. Berdasarkan laporan terakhir ke otoritas bursa Amerika Serikat (SEC), Michael Saylor secara pribadi memiliki simpanan sebesar 17.732 BTC. Namun, kekuatan aslinya terletak pada kepemilikan sahamnya di MicroStrategy sebesar 9,9%.

Baca Juga

Uji Intelektualitas Lewat Tawa: Mengapa Meme Logika Kini Jadi Tren di Jagat Maya?

Uji Intelektualitas Lewat Tawa: Mengapa Meme Logika Kini Jadi Tren di Jagat Maya?

MicroStrategy sendiri saat ini dikenal sebagai perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di planet ini, memegang total 818.869 BTC. Jika kita menghitung eksposur tidak langsung Saylor melalui kepemilikan sahamnya, ia secara efektif mengontrol sekitar 81.068 BTC tambahan. Jika ditotal dengan simpanan pribadinya, Saylor memiliki eksposur efektif sebanyak 98.800 BTC. Sebuah angka yang fantastis untuk ukuran individu tunggal di dalam pasar kripto.

Pertarungan Valuasi: Saylor vs Musk

Saat ini, kesenjangan antara keduanya memang masih terasa seperti jurang yang sangat dalam. Elon Musk, sang nakhoda Tesla dan SpaceX, diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar USD 826 miliar (setara Rp 14.543 triliun) menurut data Forbes. Di sisi lain, kekayaan Michael Saylor saat ini diperkirakan berada di angka USD 5,4 miliar atau sekitar Rp 95 triliun.

Baca Juga

Skandal Pembajakan Raksasa: Anna’s Archive Dihukum Denda Rp 5,5 Triliun Usai Bobol 86 Juta Lagu Spotify

Skandal Pembajakan Raksasa: Anna’s Archive Dihukum Denda Rp 5,5 Triliun Usai Bobol 86 Juta Lagu Spotify

Samson Mow menjelaskan bahwa untuk mencapai valuasi setara 1:1 dengan kekayaan Musk saat ini, Bitcoin memerlukan harga sekitar USD 8,6 juta per koin. Namun, ada satu faktor pengali yang sering dilupakan: harga saham MicroStrategy (MSTR). Mow mencatat bahwa jika saham MSTR diperdagangkan dengan harga premium (lebih tinggi) dibandingkan dengan nilai aset bersih Bitcoin yang mereka miliki, maka ambang batas harga Bitcoin yang dibutuhkan agar Saylor melampaui Musk bisa turun menjadi hanya USD 4,2 juta per BTC.

Skeptisisme dan Faktor Penghalang

Tentu saja, tidak semua orang setuju dengan skenario optimistis ini. Analis mata uang kripto populer lainnya, Willy Woo, memberikan pandangan yang lebih realistis. Woo berpendapat bahwa perhitungan Mow terlalu menyederhanakan masalah karena menganggap kekayaan Elon Musk akan stagnan di angka saat ini.

Baca Juga

Drama Persidangan OpenAI: Elon Musk Sebut Sam Altman ‘Pencuri’ di Hadapan Hakim

Drama Persidangan OpenAI: Elon Musk Sebut Sam Altman ‘Pencuri’ di Hadapan Hakim

“Prediksi itu mengabaikan pertumbuhan kekayaan bersih Musk di masa depan dari proyek-proyek ambisiusnya, termasuk Dyson Swarm,” ungkap Woo dalam sebuah diskusi. Selain itu, Musk memiliki senjata rahasia lainnya: SpaceX. Debut pasar atau IPO SpaceX yang sudah lama dinanti-nantikan diperkirakan akan menambah ratusan miliar dolar ke dalam pundi-pundi kekayaan Musk.

Belum lagi fakta bahwa Tesla sendiri adalah pemegang Bitcoin yang signifikan. Menurut beberapa perusahaan analitik on-chain, Tesla masih menyimpan sekitar 11.509 BTC di neraca keuangannya. Artinya, jika harga Bitcoin melonjak, kekayaan Musk melalui Tesla juga akan ikut terkerek naik, meski tidak se-ekstrem dampak yang dirasakan oleh Saylor dan MicroStrategy.

MicroStrategy: Dari Perusahaan Software Menjadi ‘Bitcoin Proxy’

Perjalanan Michael Saylor dalam dunia investasi memang tergolong unik. Dahulu, MicroStrategy hanyalah perusahaan penyedia perangkat lunak intelijen bisnis biasa. Namun sejak Agustus 2020, Saylor mengubah haluan perusahaan secara radikal dengan menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan utama mereka. Langkah ini awalnya dipandang sebelah mata oleh banyak analis Wall Street, namun kini sering disebut sebagai salah satu langkah korporasi paling brilian dalam sejarah keuangan modern.

Saylor memandang Bitcoin bukan sekadar investasi spekulatif, melainkan sebagai bentuk energi moneter digital yang tidak bisa terdegradasi oleh inflasi. Strategi “HODL” (Hold On for Dear Life) yang ia terapkan telah membuat MicroStrategy bertransformasi menjadi semacam ETF Bitcoin tidak resmi bagi para investor institusi yang ingin mendapatkan eksposur Bitcoin melalui bursa saham tradisional.

Kesimpulan: Masa Depan yang Masih Menjadi Teka-teki

Mow mengakui bahwa hipotesisnya memiliki celah, namun ia juga menekankan bahwa perhitungannya belum memasukkan rencana pembelian Bitcoin lebih lanjut oleh MicroStrategy di masa depan. Perusahaan tersebut secara konsisten terus menambah pundi-pundi kriptonya melalui penerbitan utang dan penjualan saham, sebuah siklus yang mereka sebut sebagai strategi pertumbuhan tak terbatas.

Apakah Michael Saylor benar-benar akan menjadi orang terkaya di dunia? Jawabannya sangat bergantung pada seberapa besar dunia akan mengadopsi standar Bitcoin di masa depan. Jika skenario Samson Mow terwujud, maka kita akan menyaksikan pergeseran paradigma kekayaan global: dari mereka yang menguasai alat produksi fisik, ke mereka yang menguasai protokol uang digital yang langka.

Satu hal yang pasti, persaingan antara visi industri Musk dan visi moneter Saylor akan menjadi salah satu narasi finansial paling menarik untuk diikuti dalam satu dekade ke depan. Siapa pun pemenangnya, fenomena ini membuktikan bahwa teknologi blockchain kini telah benar-benar masuk ke dalam jantung sistem keuangan dunia.

Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *