Kontroversi Laporan Penyekapan Hercules: GRIB Jaya Sebut Ada Upaya Pemutarbalikan Fakta

Rizky Ramadhan | Totonews
22 Mei 2026, 20:42 WIB
Kontroversi Laporan Penyekapan Hercules: GRIB Jaya Sebut Ada Upaya Pemutarbalikan Fakta

TotoNews — Gelombang perselisihan hukum kembali menyeret nama besar Rosario de Marshall, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Hercules. Organisasi masyarakat GRIB Jaya secara resmi memberikan tanggapan tajam terkait laporan polisi yang dilayangkan oleh Ilma Sani Fitriana, putri dari penulis Ahmad Bahar, ke Polda Metro Jaya. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dihimpun tim redaksi, GRIB Jaya menegaskan bahwa tuduhan penyekapan tersebut hanyalah sebuah rekayasa narasi yang tidak berlandaskan kenyataan di lapangan.

Juru bicara GRIB Jaya, Macelinus, menyampaikan bahwa laporan yang diajukan oleh pihak Ilma merupakan sebuah bentuk pemutarbalikan fakta yang sistematis. Menurutnya, tuduhan mengenai adanya penyekapan atau penculikan adalah sesuatu yang sangat tidak masuk akal jika melihat profil Hercules saat ini. Ia menekankan bahwa publik seharusnya melihat duduk perkara ini secara objektif dan tidak mudah termakan oleh opini yang digiring untuk menyudutkan salah satu pihak.

Baca Juga

Stok Elpiji Jawa Tengah Melimpah, Gubernur Ahmad Luthfi Garansi Pasokan Aman Hingga Enam Kali Lipat

Stok Elpiji Jawa Tengah Melimpah, Gubernur Ahmad Luthfi Garansi Pasokan Aman Hingga Enam Kali Lipat

GRIB Jaya: Hercules Adalah Sosok yang Humanis

Dalam keterangannya kepada media, Macelinus mencoba menggambarkan sisi lain dari sosok Hercules yang jarang diketahui publik secara luas. Ia membantah keras jika ketua umumnya tersebut dikatakan melakukan tindakan anarkis apalagi penyekapan terhadap seorang wanita. Sebaliknya, ia menyebut bahwa karakter Hercules telah bertransformasi menjadi sosok yang jauh lebih sosial dan penuh kasih sayang, terutama terhadap mereka yang kurang beruntung.

“Pak Hercules itu adalah figur yang sangat humanis. Beliau selama ini dikenal sangat dekat dengan anak-anak yatim piatu dan sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Karakter asli beliau sangat bertolak belakang dengan tuduhan keji yang dialamatkan kepadanya saat ini. Jadi, sangat tidak masuk akal jika beliau melakukan penyekapan sebagaimana yang dilaporkan ke polisi,” ujar Marcel dengan nada tegas.

Baca Juga

Skandal Chat Mesum FHUI: 16 Pelaku Disidang Terbuka, Tangis dan Amarah Korban Pecah di Auditorium

Skandal Chat Mesum FHUI: 16 Pelaku Disidang Terbuka, Tangis dan Amarah Korban Pecah di Auditorium

Lebih lanjut, Marcel menjelaskan bahwa pertemuan yang terjadi sebenarnya merupakan upaya persuasif. Menurut versinya, Hercules justru memberikan nasihat kepada Ilma Sani Fitriana layaknya seorang ayah kepada anaknya. Fokus utama dari pembicaraan tersebut adalah agar Ilma memahami posisi permasalahan yang ada dan mendorong ayahnya, Ahmad Bahar, untuk bersikap ksatria dan bertanggung jawab atas tindakan yang telah memicu ketegangan ini.

Akar Persoalan: Teror Digital dan Provokasi Domestik

Untuk memahami mengapa situasi ini bisa memanas, kita harus menengok kembali pada peristiwa yang terjadi sebelumnya di kawasan Depok. GRIB Jaya menengarai ada sebuah tindakan provokasi yang sangat serius sebelum laporan polisi ini muncul. Marcel mengeklaim memiliki bukti kuat bahwa telepon seluler milik Ilma digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan yang bernada ancaman dan video provokatif langsung ke nomor pribadi istri Hercules.

Baca Juga

Tensi Selat Hormuz Memuncak: Iran Lepaskan Tembakan ke Kapal Dagang, Jalur Pelayaran Resmi Ditutup

Tensi Selat Hormuz Memuncak: Iran Lepaskan Tembakan ke Kapal Dagang, Jalur Pelayaran Resmi Ditutup

“Ini bukan sekadar konflik biasa, ini sudah menyerang ranah domestik dan merusak ketenangan keluarga. Bayangkan, video provokasi dikirim langsung ke istri beliau. Inilah yang memicu reaksi, namun reaksi tersebut tetap dalam koridor memberikan edukasi, bukan kekerasan. Kami meminta masyarakat agar tidak terjebak dalam strategi playing victim yang sedang dimainkan oleh pihak sana untuk mencari simpati publik,” tambahnya.

Pihak GRIB Jaya merasa bahwa rekam jejak digital tidak bisa berbohong. Mereka meyakini bahwa proses penyelidikan di Polda Metro Jaya nantinya akan mengungkap siapa sebenarnya yang memulai aksi teror digital ini. Bagi ormas tersebut, laporan polisi mengenai penyekapan hanyalah sebuah cara untuk mengalihkan isu utama, yakni adanya dugaan penghinaan dan ancaman yang dilakukan terlebih dahulu oleh pihak keluarga penulis tersebut.

Baca Juga

Kartu BPJS Ketenagakerjaan Rusak atau Patah? Jangan Panik, Simak Solusi Digital dan Cara Mengurusnya Secara Lengkap!

Kartu BPJS Ketenagakerjaan Rusak atau Patah? Jangan Panik, Simak Solusi Digital dan Cara Mengurusnya Secara Lengkap!

Detail Laporan Polisi dan Ancaman Pidana

Di sisi lain, Ilma Sani Fitriana tidak tinggal diam. Didampingi kuasa hukumnya, Gufroni, ia secara resmi mendaftarkan laporannya ke Polda Metro Jaya dengan nomor registrasi STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Laporan tersebut mencakup berbagai tuduhan serius, mulai dari penyanderaan, penculikan, hingga ancaman verbal menggunakan senjata api.

“Kami melihat ini sudah memenuhi unsur tindak pidana yang sangat berat. Ada dugaan penyanderaan dan penggunaan ancaman yang membuat klien kami merasa tertekan secara psikis. Selain itu, kami juga melaporkan adanya dugaan peretasan akun WhatsApp milik klien kami yang membuat komunikasinya terputus sebelum kejadian di hari Minggu tersebut,” jelas Gufroni saat memberikan keterangan di depan awak media.

Gufroni menambahkan bahwa kliennya merasa menjadi korban dari kekuatan kelompok tertentu yang melakukan intimidasi di rumah pribadinya. Ia mendesak agar aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa memandang bulu siapa pun tokoh di balik ormas tersebut. Masalah hukum Indonesia harus ditegakkan demi melindungi warga sipil dari tindakan sewenang-wenang kelompok terorganisir.

Kronologi Kejadian di Cimanggis, Depok

Peristiwa ini bermula ketika kediaman Ahmad Bahar di wilayah Cimanggis, Depok, didatangi oleh sejumlah anggota ormas GRIB Jaya pada pertengahan Mei lalu. Kedatangan pertama pada Jumat (15/5) sempat mereda setelah adanya penjelasan dari pihak keluarga. Namun, ketegangan kembali memuncak pada Minggu (17/5) ketika massa kembali datang dengan jumlah yang lebih banyak.

Ahmad Bahar sendiri sebelumnya sempat memberikan klarifikasi melalui sebuah rekaman video. Ia berdalih bahwa telepon selulernya dan telepon milik putrinya telah diretas atau dikloning oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia mengklaim bahwa video-video bernada provokasi yang beredar di media sosial bukanlah hasil karyanya, melainkan hasil perbuatan peretas yang ingin mengadu domba dirinya dengan pihak Hercules.

“Saya merasa menjadi korban peretasan. Ada pihak yang sengaja mengkloning HP saya sehingga muncul video-video yang menyinggung Pak Hercules. Inilah yang menyebabkan kesalahpahaman besar ini terjadi,” ungkap Ahmad Bahar dalam klarifikasinya. Meski demikian, klaim peretasan ini masih menjadi perdebatan hangat, karena pihak GRIB Jaya menganggap hal itu hanyalah alasan klasik untuk menghindari jeratan hukum atas konten provokatif yang sudah terlanjur tersebar.

Upaya Mediasi dan Masa Depan Kasus

Polres Metro Depok sebenarnya sempat melakukan upaya mediasi untuk mendamaikan kedua belah pihak. Pada awalnya, kesepakatan damai sempat terjalin secara kekeluargaan untuk meredam potensi konflik fisik di lapangan. Namun, dengan munculnya laporan resmi ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penyekapan, babak baru perselisihan ini dipastikan akan berlanjut di meja hijau.

Dinamika antara ormas dan masyarakat sipil dalam kasus ini menjadi sorotan tajam para pengamat hukum. Banyak yang berharap agar kepolisian dapat bekerja secara transparan dalam membuktikan kebenaran di balik dua versi cerita yang saling bertolak belakang ini. Apakah benar terjadi penyekapan yang melanggar hak asasi manusia, ataukah ini memang sebuah skenario playing victim seperti yang dituduhkan oleh pihak GRIB Jaya?

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi publik mengenai betapa krusialnya etika dalam berkomunikasi di ruang digital. Jejak digital, klaim peretasan, dan reaksi fisik di dunia nyata kini saling berkelindan menciptakan sebuah kasus hukum yang kompleks. TotoNews akan terus memantau perkembangan penyidikan di Polda Metro Jaya untuk memastikan informasi yang sampai ke tangan pembaca tetap akurat, berimbang, dan mendalam.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *