Nyanyian Sony Sonjaya: Seret Puluhan Nama Pejabat dalam Pusaran Korupsi Makan Gizi Gratis, Sejumlah Tokoh Pasang Badan
TotoNews — Pusaran kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Gizi Gratis (MBG) kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, tampaknya tak ingin ‘tenggelam’ sendirian dalam perkara yang mengguncang publik ini. Melalui kuasa hukumnya, Sony mulai melempar bola panas dengan mengungkap puluhan nama yang diduga ikut mencicipi aliran dana atau terlibat dalam sengkarut kebijakan program prioritas nasional tersebut.
Langkah berani ini diambil di tengah upaya Sony mengajukan diri sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau Justice Collaborator (JC) kepada pihak Kejaksaan Agung. Kabar ini sontak memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama mereka yang namanya mulai disangkutpautkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dari gedung parlemen hingga kantor staf kepresidenan, bantahan demi bantahan mulai bermunculan guna meredam spekulasi yang kian liar di tengah masyarakat.
Misteri Getaran Hebat Guncang Desa Cipanas Cirebon, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Nyanyian Sony Sonjaya dan Daftar 26 Nama di Meja Penyidik
Kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya telah bersikap kooperatif di hadapan penyidik Kejaksaan Agung. Dalam pemeriksaan terbaru, Sony disebut telah membeberkan lebih dari 20 nama yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan dugaan penyimpangan tata kelola MBG. Angka ini bukanlah angka kecil, mengingat program ini melibatkan anggaran negara yang sangat fantastis.
“Sudah kita sampaikan ke penyidik, ada lebih dari 20 nama yang sudah tertuang dalam BAP. Saat pemeriksaan, saya mendampingi langsung Pak Sony untuk memastikan semua informasi tersampaikan dengan jelas,” ujar Krisna Murti saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta. Krisna menegaskan bahwa kliennya ingin membuka tabir gelap yang menyelimuti program ini agar keadilan dapat ditegakkan secara menyeluruh.
Menguak Tabir Kejanggalan Kasus Air Keras Andrie Yunus: Tim Advokasi Tuntut Keadilan Transparan
Lebih lanjut, Krisna merinci bahwa setidaknya ada 26 nama yang teridentifikasi dalam dokumen pemeriksaan awal, dan jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring berkembangnya penyidikan. Menariknya, sosok-sosok yang disebut tidak hanya berasal dari satu instansi, melainkan lintas sektoral. “Ada keterlibatan dari pihak eksekutif, legislatif, hingga yudikatif. Namun, sejauh ini yang paling mendominasi adalah dari kalangan legislatif,” tambahnya, memberikan sinyal adanya tekanan politik dalam pelaksanaan korupsi BGN tersebut.
Upaya Menjadi Justice Collaborator: Membuka Kotak Pandora
Pengajuan status Justice Collaborator oleh Sony Sonjaya menjadi strategi kunci dalam upayanya mendapatkan keringanan hukuman sekaligus membongkar aktor intelektual di balik kasus ini. Krisna Murti menyatakan bahwa surat permohonan resmi telah diserahkan dan ditandatangani untuk dipelajari oleh pihak kejaksaan. Pihak Sony berharap besar agar permohonan ini dikabulkan demi kelancaran penyidikan yang lebih luas.
Harapan Baru Perdamaian di Timur Tengah: Lebanon dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersejarah
“Kami berharap kejaksaan melihat itikad baik klien kami. Dengan status JC, pengungkapan peristiwa yang lebih besar akan menjadi lebih mudah. Ini bukan sekadar soal Sony Sonjaya, tapi soal bagaimana menyelamatkan uang negara dan memastikan program Makan Gizi Gratis benar-benar sampai ke tangan rakyat yang membutuhkan,” tegas Krisna. Kejaksaan Agung sendiri saat ini tengah melakukan pengkajian mendalam terhadap informasi-informasi yang diberikan Sony untuk melihat seberapa signifikan kesaksiannya dalam menjerat tersangka baru.
AHY Tegaskan Tidak Mengenal Sony Sonjaya
Di sisi lain, kabar keterlibatan tokoh-tokoh besar mulai diklarifikasi. Salah satu yang paling santer terdengar adalah isu yang menyeret nama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menanggapi hal ini, Partai Demokrat melalui Kepala Badan Komunikasi Strategis, Herzaky Mahendra Putra, memberikan bantahan keras. Ia menegaskan bahwa AHY sama sekali tidak memiliki hubungan, baik secara personal maupun profesional, dengan Sony Sonjaya.
Momen Bersejarah di Parlemen: Presiden Prabowo Pimpin Langsung Penyampaian KEM-PPKF 2027 di Gedung DPR
“Ketua Umum kami, AHY, tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. Tidak pernah ada pertemuan, apalagi komunikasi terkait program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau urusan BGN lainnya,” ungkap Herzaky dalam keterangan resminya. Herzaky juga menepis rumor yang menyebut adanya titipan ‘dua orang kolonel’ yang diusulkan oleh AHY dalam struktur program tersebut. Menurutnya, tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar pada fakta hukum yang ada.
Herzaky menambahkan bahwa Partai Demokrat sangat mendukung transparansi dalam kasus ini, namun menolak keras segala bentuk upaya pembunuhan karakter yang menggunakan informasi simpang siur. “Jika ada frasa yang menyebutkan ‘usulan AHY’, kami pastikan itu tidak benar. Kami meminta publik untuk jeli dan tidak termakan oleh narasi yang mencoba mengaburkan substansi perkara yang sebenarnya sedang ditangani Kejaksaan Agung,” cetusnya.
Dudung Abdurachman: Klarifikasi Soal Titik Dapur MBG
Tak hanya AHY, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman juga memberikan klarifikasi mendalam terkait isu yang menyebut dirinya memiliki andil dalam penentuan titik dapur MBG melalui tersangka eks Kepala BGN, Dadan Hindayana. Dudung menjelaskan bahwa perannya kala itu hanyalah sebatas memfasilitasi aspirasi dari sejumlah pondok pesantren yang ingin menjadi penerima manfaat program gizi tersebut.
“Saya perlu meluruskan berita yang beredar. Memang benar ada pengurus pesantren seperti Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar yang datang kepada saya. Mereka memiliki ribuan santri dan merasa siap secara administrasi untuk menjadi titik dapur. Sebagai pejabat publik, saya hanya mengenalkan mereka kepada Pak Dadan selaku pihak yang berwenang saat itu,” jelas Dudung usai menerima audiensi di kantornya.
Dudung menegaskan bahwa setelah perkenalan tersebut, ia tidak lagi ikut campur dalam urusan teknis maupun administratif. Bahkan, ia mengungkapkan kekecewaannya karena ternyata infrastruktur dapur yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi hingga saat ini. “Kalau saya dituduh punya dapur sendiri, silakan cek. Saya kasih hadiah kalau memang ada. Faktanya, sampai sekarang pembangunannya saja belum selesai. Jadi, mengaitkan saya dengan keuntungan pribadi dari proyek ini sangatlah keliru,” tegas mantan KSAD tersebut.
Legislator Golkar Yahya Zaini: Ini Fitnah Luar Biasa
Bantahan serupa juga datang dari gedung kura-kura. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam proses pengadaan barang maupun jasa di lingkungan Badan Gizi Nasional. Namanya yang sempat disebut-sebut dalam isu penjualan ‘titik dapur’ MBG dianggapnya sebagai serangan politik yang tak berdasar.
“Itu tuduhan yang tidak benar alias fitnah. Saya tidak terlibat dalam pengadaan di BGN, apalagi menjual titik dapur. Bagaimana mungkin ada unsur korupsi jika saya sendiri tidak pernah bersentuhan dengan proses administrasinya?” ujar Yahya Zaini dengan nada tinggi. Ia meminta agar semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang dapat menyesatkan opini publik.
Kasus ini kini menjadi ujian berat bagi komitmen pemerintah dalam menjaga integritas program sosial berskala besar. Masyarakat kini menanti, apakah nyanyian Sony Sonjaya akan benar-benar menyeret nama-nama besar ke kursi pesakitan, ataukah ini hanya sekadar drama hukum di tengah hiruk-pikuk politik nasional. Satu yang pasti, penuntasan kasus korupsi tata kelola ini menjadi harga mati demi keberlangsungan program gizi bagi generasi mendatang.