Seteru Panas Trump vs Vatikan: Retorika Tajam di Truth Social hingga Kontroversi Gambar AI ‘Sang Penyembuh’
TotoNews — Hubungan diplomatik antara Washington dan Vatikan kini tengah berada di bawah sorotan tajam setelah serangkaian serangan verbal yang diluncurkan oleh Donald Trump terhadap Paus Leo XIV. Selama tiga hari terakhir, jagat media sosial Truth Social menjadi saksi bisu bagaimana sang mantan Presiden Amerika Serikat tersebut meluapkan amarahnya, memicu kegaduhan yang merembet hingga ke koridor kekuasaan di Pentagon.
Awal Mula Ketegangan: Kritik di Balik Doa Malam
Api perselisihan ini sebenarnya mulai memercik ketika pejabat tinggi Pentagon memberikan teguran kepada diplomat Vatikan. Pemicunya adalah sejumlah komentar Paus Leo XIV yang dinilai menyentil kebijakan luar negeri pemerintahan Trump secara implisit. Meski Kardinal Christophe Pierre telah bertemu dengan pihak kementerian perang AS untuk mengklarifikasi bahwa pertemuan tersebut hanyalah bagian dari misi rutin kepausan, narasi mengenai keretakan hubungan AS-Vatikan telanjur menyebar luas.
Pilihan Aplikasi Tanda Tangan Elektronik Terbaik untuk Legalitas Bisnis yang Sah dan Efisien
Puncaknya terjadi pada Sabtu malam, saat Paus Leo XIV dalam pesan doa malamnya menyinggung soal Perang Iran. Sang Pontifex menyebut konflik tersebut dipicu oleh “khayalan kemahakuasaan” manusia yang kian agresif. Beliau menyerukan penghentian konflik bersenjata dan mengajak para pemimpin dunia untuk kembali ke meja dialog, bukan meja perencanaan senjata.
“Cukup sudah pemujaan terhadap diri sendiri dan uang! Hentikan pamer kekuasaan! Kekuatan sejati terlihat saat seseorang melayani kehidupan,” tegas Paus dalam pesannya yang emosional.
Serangan Balik Trump di Truth Social
Donald Trump, yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang frontal, tidak tinggal diam. Melalui platform besutannya, Truth Social, ia melancarkan serangan panjang yang menyebut Paus Leo XIV sosok yang “lemah” dalam isu kejahatan dan politik luar negeri. Trump bahkan mengungkit masa pandemi COVID-19, menuduh Gereja diam saat aparat menangkap para rohaniwan yang tetap menggelar kebaktian.
Jakarta Darurat Ikan Sapu-sapu: Mengapa Spesies Invasif Ini Menjadi Target Utama Pramono Anung?
Dalam retorikanya yang provokatif, Trump justru memuji saudara kandung Paus, Louis Prevost, yang merupakan pendukung fanatik gerakan MAGA di Florida. “Dia (Louis) mengerti, sedangkan Leo tidak! Saya tidak ingin pemimpin agama yang merasa tidak apa-apa jika Iran memiliki senjata nuklir,” tulis Trump dengan nada geram.
Kemarahan Trump semakin meledak setelah muncul laporan bahwa Paus bertemu dengan David Axelrod, ahli strategi era Obama. Trump melabeli Axelrod sebagai “pecundang sayap kiri” dan menuding Paus telah terjebak dalam arus politik radikal ketimbang fokus pada tugas penggembalaan umat di Gereja Katolik.
Kontroversi Gambar AI: Antara ‘Yesus’ dan ‘Dokter’
Tak berhenti pada serangan teks, Trump sempat mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya dalam sosok yang menyerupai Yesus Kristus. Gambar tersebut memperlihatkan Trump memancarkan cahaya ilahi sambil menyembuhkan orang sakit, dengan sosok iblis di latar belakang.
Elon Musk dan Ironi Triliunan Rupiah: Saat Harta Melimpah Tak Mampu Membeli Kebahagiaan
Unggahan ini memicu gelombang kecaman sebelum akhirnya dihapus. Saat dikonfirmasi wartawan, Trump memberikan pembelaan yang unik. Ia mengklaim bahwa gambar tersebut sebenarnya adalah dirinya sebagai seorang dokter. Sementara itu, JD Vance, sang wakil presiden, membela bosnya dengan menyebut unggahan tersebut hanyalah sebuah lelucon yang gagal dipahami oleh publik.
Respons Tenang Paus Leo XIV
Di tengah badai kritik tersebut, Paus Leo XIV tetap menunjukkan ketenangannya. Berbicara kepada awak media di atas pesawat kepausan dalam perjalanan menuju Afrika, beliau menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang politisi dan tidak berniat masuk ke dalam lingkaran debat kusir.
“Tugas saya adalah menyuarakan pesan Injil, yang sering kali disalahgunakan oleh sebagian orang. Saya tidak takut pada pemerintahan Trump. Saya hanya akan terus berdiri menyuarakan perdamaian dan rekonsiliasi bagi mereka yang menderita akibat perang,” ujar Paus dengan tegas. Beliau menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa diplomasi Vatikan akan selalu mengutamakan kemanusiaan di atas ambisi politik manapun.
Aksi Berani Bos Xiaomi: Tempuh 1.313 KM dengan SU7 Pro Demi Bungkam Kritikus