Noda Hitam di Balik Euforia Juara: Oknum Bobotoh di Cianjur Diamankan Karena Senjata Tajam dan Miras

Rizky Ramadhan | Totonews
24 Mei 2026, 00:43 WIB
Noda Hitam di Balik Euforia Juara: Oknum Bobotoh di Cianjur Diamankan Karena Senjata Tajam dan Miras

TotoNews — Kemenangan gemilang Persib Bandung yang seharusnya menjadi pesta rakyat bagi para pendukung setianya, tercoreng oleh aksi tidak terpuji segelintir oknum. Di tengah gegap gempita perayaan gelar juara liga sepakbola Indonesia, suasana di wilayah hukum Cianjur sempat memanas akibat ulah sejumlah oknum pendukung yang mengabaikan hukum dan keselamatan publik.

Momen yang sedianya dipenuhi dengan sorak-sorai kebanggaan justru berujung pada penangkapan. Pihak kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah oknum Bobotoh yang kedapatan membawa senjata tajam serta mengonsumsi minuman keras saat melakukan konvoi di jalanan protokol Cianjur. Insiden ini menjadi catatan kelam di tengah sejarah manis klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.

Baca Juga

Sinar Kartini Modern: dr. Sari Chairunnisa dan Ambisi Global ParagonCorp Masuk Sorotan Majalah TIME

Sinar Kartini Modern: dr. Sari Chairunnisa dan Ambisi Global ParagonCorp Masuk Sorotan Majalah TIME

Kronologi Ketegangan di Jalan KH Abdullah bin Nuh

Berdasarkan laporan lapangan yang dihimpun oleh tim TotoNews, ketegangan bermula ketika rombongan konvoi dalam jumlah besar melintasi Jalan KH Abdullah bin Nuh pada Sabtu (23/5/2026). Rombongan yang didominasi oleh kendaraan roda dua ini memadati jalanan tepat di depan Mapolres Cianjur. Namun, bukan kemeriahan yang tertib yang ditunjukkan, melainkan aksi ugal-ugalan dengan penggunaan knalpot bising yang sangat mengganggu ketenangan warga sekitar.

Melihat situasi yang mulai tidak kondusif, petugas kepolisian yang berjaga segera melakukan penyekatan dan pemeriksaan rutin. Hasilnya mengejutkan; dalam pemeriksaan singkat tersebut, petugas menemukan botol-botol minuman keras yang disembunyikan di dalam jok sepeda motor. Perayaan yang seharusnya menjadi ajang apresiasi bagi tim Persib Bandung justru disalahgunakan untuk berpesta pora dengan zat yang memabukkan.

Baca Juga

Tragedi di Perairan Kalianda: KM Bima Suci Karam Dihantam Kapal Kargo, Satu Nelayan Masih Dalam Pencarian

Tragedi di Perairan Kalianda: KM Bima Suci Karam Dihantam Kapal Kargo, Satu Nelayan Masih Dalam Pencarian

Aksi Nekat Pengendara Mobil yang Hampir Mencelakai Petugas

Situasi semakin dramatis ketika sebuah mobil bernomor polisi F 1298 WL mencoba menerobos barisan petugas. Saat hendak diberhentikan karena suara knalpot yang memekakkan telinga, pengemudi mobil tersebut justru memacu kendaraannya dengan nekat dan hampir menabrak personel kepolisian yang sedang bertugas di lapangan. Langkah provokatif ini sontak membuat petugas bertindak lebih sigap untuk menghentikan kendaraan tersebut secara paksa.

Setelah berhasil diberhentikan, petugas melakukan penggeledahan menyeluruh terhadap mobil yang berisi sopir dan dua orang penumpang itu. Aroma alkohol tercium tajam dari dalam kabin, mengindikasikan bahwa para penghuninya berada di bawah pengaruh minuman keras. Ketegangan memuncak saat petugas menemukan sebuah senjata tajam jenis pisau yang disembunyikan di dalam mobil. Keberadaan senjata ini memicu dugaan adanya niat kriminal atau potensi keributan di tengah kerumunan massa.

Baca Juga

Sorotan Tajam TAUD: Sebut Sidang Militer Kasus Air Keras Andrie Yunus Sebagai Peradilan ‘Sesat’

Sorotan Tajam TAUD: Sebut Sidang Militer Kasus Air Keras Andrie Yunus Sebagai Peradilan ‘Sesat’

Dugaan Konsumsi Obat Terlarang dan Tes Urine

Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, dalam keterangannya kepada TotoNews menyatakan keprihatinannya atas perilaku oknum-oknum tersebut. Menurutnya, tindakan tegas harus diambil demi menjaga marwah kemenangan Persib dan keamanan masyarakat luas. “Tadi ada beberapa orang yang kami amankan saat konvoi merayakan gelar juara Persib. Mereka diamankan karena terbukti berada di bawah pengaruh minuman keras dan didapati membawa senjata tajam,” ungkap Alexander dengan nada tegas.

Tak berhenti di situ, kecurigaan polisi semakin kuat ketika beberapa oknum yang diamankan memberikan jawaban yang tidak nyambung dan tampak linglung saat diinterogasi. Hal ini memicu dugaan bahwa mereka juga mengonsumsi zat adiktif atau obat-obatan terlarang. “Saat ini mereka sedang menjalani tes urine. Ada indikasi kuat mereka mengonsumsi obat terlarang karena bicaranya yang mulai ngelantur saat ditanya oleh petugas,” tambahnya.

Baca Juga

Buntut Perseteruan di Tol Kemayoran: Pengemudi Livina Tempuh Jalur Hukum Terkait Dugaan Pemerasan

Buntut Perseteruan di Tol Kemayoran: Pengemudi Livina Tempuh Jalur Hukum Terkait Dugaan Pemerasan

Penyitaan Ratusan Motor Berknalpot Brong

Selain penangkapan individu yang membawa sajam dan miras, Polres Cianjur juga melakukan penertiban skala besar terhadap kendaraan yang tidak memenuhi standar kelayakan jalan. Lebih dari 100 unit sepeda motor diamankan dalam operasi tersebut. Pelanggaran didominasi oleh penggunaan knalpot brong serta ketiadaan kelengkapan surat-surat kendaraan dan alat keselamatan seperti helm.

Alexander menegaskan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut tidak akan dilepaskan begitu saja. Pemilik kendaraan diwajibkan untuk membawa knalpot standar pabrikan dan memasangnya kembali di lokasi sebelum motor diperbolehkan pulang. Langkah ini diambil sebagai bentuk edukasi agar para pendukung sepak bola bisa merayakan kemenangan dengan cara yang lebih elegan dan tidak merugikan orang lain melalui polusi suara.

Menjaga Kehormatan Gelar Juara

Langkah preventif dan represif yang dilakukan pihak kepolisian ini bertujuan untuk memastikan perayaan gelar hattrick juara Persib Bandung di Cianjur tidak berakhir dengan tragedi. Pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pendukung fanatik, untuk berefleksi bahwa cinta kepada klub tidak seharusnya diwujudkan dengan melanggar aturan hukum.

“Ini semua demi kenyamanan bersama. Jangan sampai gelar juara Persib, tim kebanggaan kita semua, dicederai oleh tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kita harus merayakan kemenangan ini dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Identitas sebagai Bobotoh yang santun harus tetap dijaga di mana pun berada,” pungkas Alexander menutup pembicaraan.

Kini, para oknum yang terbukti membawa senjata tajam dan diduga mengonsumsi obat terlarang harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Cianjur. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak bahwa euforia sehebat apa pun tidak memberikan imunitas bagi siapa pun untuk melanggar hukum dan mengganggu ketertiban umum.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *