Revolusi Struktur Telkom Group: Pangkas 67 Anak Usaha Menjadi 19 demi Efisiensi Global
TotoNews — Langkah berani diambil oleh pemerintah Indonesia dalam menata ulang wajah industri telekomunikasi pelat merah. Dalam sebuah transformasi besar-besaran yang diprediksi akan mengubah peta persaingan industri tanah air, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah bersiap melakukan perampingan struktur organisasi yang sangat drastis. Tidak tanggung-tanggung, jumlah entitas anak usaha yang saat ini mencapai 67 akan dipangkas secara sistematis menjadi hanya 19 entitas saja pada akhir tahun 2026 mendatang.
Rencana ambisius ini bukanlah sekadar wacana di atas kertas. Strategi streamlining atau perampingan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Danantara Indonesia. Keduanya memiliki visi yang sama: menjadikan Telkom Group sebagai strategic holding digital yang jauh lebih lincah, fokus, dan memiliki daya saing yang tak tergoyahkan di level internasional.
Transformasi Ekspor SDA: Airlangga Hartarto Tegaskan Kebijakan Satu Pintu Lewat BUMN DSI Tetap Berjalan Sesuai Jadwal
Visi Danantara dan Misi Transformasi Digital
Pertemuan krusial yang berlangsung di Wisma Danantara Indonesia pada Senin (25/5) menjadi titik balik bagi masa depan Telkom. Dalam diskusi tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, duduk bersama jajaran Direktur Portofolio dan Bisnis PT Telkom Indonesia. Agenda utamanya adalah membedah kemajuan proses transformasi dan memastikan bahwa transformasi bisnis yang tengah berjalan berada pada jalur yang tepat.
Dony Oskaria menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari evolusi besar untuk membangun struktur yang lebih ramping. Menurutnya, organisasi yang terlalu gemuk seringkali terhambat oleh birokrasi internal yang kompleks. Dengan memangkas jumlah anak usaha hingga lebih dari 70 persen, Telkom diharapkan mampu memberikan respon yang lebih cepat terhadap perubahan pasar yang sangat dinamis.
Guncangan Energi Global: India Terjepit Blokade AS di Selat Hormuz, Cadangan Minyak Hanya Tersisa 30 Hari
Mekanisme Perampingan: Merger hingga Likuidasi
Proses penyusutan jumlah entitas ini tidak dilakukan secara sembarangan. TotoNews mencatat ada beberapa mekanisme utama yang akan ditempuh oleh manajemen Telkom Group. Pertama adalah melalui skema merger atau penggabungan beberapa unit bisnis yang memiliki fungsi serupa. Langkah ini diambil untuk menghindari tumpang tindih peran dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Kedua, Telkom akan melakukan divestasi terhadap unit usaha yang dianggap tidak lagi sejalan dengan visi inti perusahaan sebagai perusahaan telekomunikasi digital. Ketiga, langkah likuidasi akan diambil bagi entitas yang secara operasional tidak lagi memberikan nilai tambah bagi grup. Terakhir, konsolidasi bisnis akan memperkuat unit-unit yang potensial untuk menjadi pemimpin pasar di sektornya masing-masing.
Kemnaker Gandeng TikTok Luncurkan Program BISA: Upaya Cetak Ratusan Ribu Kreator Digital Masa Depan
Selain itu, pembentukan enterprise holding baru juga menjadi agenda penting. Entitas baru ini nantinya akan berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat fokus pada bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional yang menjadi tulang punggung konektivitas di seluruh pelosok negeri.
Lima Pilar Prioritas Masa Depan Telkom
Dalam laporan transformasinya, Telkom Group telah memetakan beberapa sektor prioritas yang akan terus dipercepat perkembangannya. Sektor-sektor ini dianggap sebagai mesin pertumbuhan baru yang akan menopang kinerja keuangan perusahaan di masa depan. Pilar-pilar tersebut meliputi:
- Konsolidasi FiberCo: Menyatukan seluruh aset serat optik BUMN untuk menciptakan efisiensi maksimal dalam penyediaan jaringan internet pita lebar.
- Pengembangan Data Center: Menjawab kebutuhan penyimpanan data yang melonjak tajam seiring dengan tren digitalisasi di berbagai sektor industri.
- Optimalisasi TowerCo: Melakukan manajemen menara telekomunikasi secara lebih profesional dan komersial melalui entitas yang fokus.
- Pembangunan InfraCo: Memastikan infrastruktur dasar telekomunikasi dikelola secara terintegrasi guna mendukung kedaulatan digital nasional.
- Penataan Lisensi: Menyederhanakan dan mengatur ulang berbagai lisensi yang dimiliki grup agar lebih adaptif terhadap regulasi global yang terus berkembang.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional yang signifikan, sehingga margin keuntungan perusahaan dapat meningkat dan memberikan dividen yang lebih besar bagi negara.
Ironi di Balik Surplus Bank Indonesia: Mengapa Pendapatan BI Melejit Saat Rupiah Terengah-engah?
Menuju Ekosistem Ekonomi Digital yang Sehat
Transformasi yang dijalankan Telkom Group ini sejatinya merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, BUMN dituntut untuk menjadi motor penggerak yang tangguh. Dengan struktur yang lebih sehat, Telkom diharapkan tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga mampu berekspansi secara agresif.
Dony Oskaria menambahkan bahwa penguatan tata kelola atau Good Corporate Governance (GCG) menjadi harga mati dalam proses ini. Optimalisasi aset dan konsolidasi ekosistem digital nasional adalah kunci agar BUMN bisa tampil lebih lincah atau agile. “Kita ingin BUMN kita tidak hanya besar secara ukuran, tapi juga sehat secara finansial dan operasional,” tegasnya dalam sebuah pernyataan resmi.
Tantangan dan Harapan di Tahun 2026
Meskipun rencana ini terlihat sangat menjanjikan, tantangan besar tentu membentang di depan mata. Proses integrasi ribuan karyawan dari berbagai anak usaha yang berbeda budaya kerja bukanlah perkara mudah. Namun, dengan kepemimpinan yang kuat dan dukungan penuh dari Danantara, optimisme tetap membumbung tinggi.
Target akhir tahun 2026 menjadi garis finis bagi perjalanan panjang perampingan ini. Dunia akan menyaksikan apakah Telkom mampu bertransformasi menjadi raksasa digital yang benar-benar modern. Bagi masyarakat luas, harapan terbesarnya adalah layanan telekomunikasi yang semakin berkualitas, terjangkau, dan mampu menjangkau hingga ke daerah terpencil, didukung oleh perusahaan yang memiliki manajemen aset yang kelas dunia.
Dengan menyisakan 19 entitas utama, Telkom Group diprediksi akan menjadi jauh lebih fokus dalam mengeksekusi proyek-proyek strategis nasional. Ini adalah babak baru bagi Telkom, sebuah perjalanan menuju puncak keunggulan digital di Asia Tenggara.