Strategi Agresif Pertamina EP: Temukan Cadangan Migas 133 Juta Barel demi Ketahanan Energi Nasional
TotoNews — Sektor energi tanah air kembali mendapatkan angin segar melalui pencapaian gemilang PT Pertamina EP (PEP). Dalam laporan tahunan yang dipaparkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini berhasil mencatatkan penemuan cadangan migas baru yang sangat signifikan. Tidak tanggung-tanggung, total sumber daya 2C yang ditemukan mencapai angka fantastis, yakni 133 juta barel setara minyak (MMBOE). Penemuan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan manifestasi nyata dari komitmen perusahaan dalam menjaga kedaulatan energi di tengah dinamika pasar global yang kian tidak menentu.
Loncatan Besar di Tahun Operasional 2025
Keberhasilan ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan para pemegang saham yang digelar pada Kamis (5/6). Direktur Utama PT Pertamina EP, Rachmat Hidajat, dengan penuh optimisme membedah anatomi kesuksesan perusahaan sepanjang tahun buku 2025. Sepanjang periode tersebut, produksi migas nasional mendapatkan kontribusi stabil dari PEP dengan catatan produksi minyak mencapai 68.338 barel per hari (BOPD). Sementara itu, produksi gas bumi menyentuh angka 792 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Jika dikalkulasikan secara total, produksi migas kumulatif PEP berada di angka 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).
Ambisi Emas HRTA Kejar Rp70 Triliun di Tengah Gejolak IHSG, JTPE Tebar Dividen, dan Strategi Buyback ALDO
Capaian operasional ini tidak didapatkan dengan mudah. Pertamina EP mengelola aset yang sangat luas dan kompleks, mencakup 5 aset utama dengan 22 lapangan operasi yang tersebar dari wilayah daratan (onshore) hingga lepas pantai (offshore). Operasi ini membentang di 13 provinsi di Indonesia, menunjukkan skala masif dari tanggung jawab yang diemban perusahaan dalam mengamankan pasokan energi dari Sabang hingga Merauke.
Eksplorasi Masif: Kunci Penemuan Cadangan Baru
Salah satu pilar utama di balik meroketnya angka cadangan migas ini adalah strategi eksplorasi migas yang agresif dan terukur. Rachmat menjelaskan bahwa perusahaan telah melaksanakan pengeboran di 12 sumur eksplorasi serta 137 sumur pengembangan. Langkah ini diperkuat dengan kegiatan akuisisi data seismik yang sangat intensif, meliputi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D seluas 79 kilometer persegi.
Bahlil Lahadalia Pasang Badan Soal Kenaikan LPG 12 Kg: “Masa Orang Kaya Masih Minta Disubsidi?”
Hasil dari kerja keras di lapangan ini adalah penemuan sumber daya 2C sebesar 133 MMBOE serta tambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 59 MMBOE. “Apa yang kami capai setahun belakangan adalah refleksi dari kemampuan adaptasi dan inovasi operasional yang presisi. Kami tidak hanya menjaga keandalan kinerja saat ini, tetapi juga secara aktif memperkuat portofolio hulu untuk masa depan energi Indonesia yang lebih resilien,” ujar Rachmat dalam keterangan resminya.
Inovasi Teknologi di Lapangan Jatibarang
Berbicara mengenai inovasi, Pertamina EP memberikan bukti nyata melalui keberhasilan liquid onstream perdana di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 yang berlokasi di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Proyek ini merupakan bagian vital dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus-Gantar. Saat ini, fasilitas tersebut telah memulai produksi dengan kapasitas 400 barel fluida per hari, namun memiliki potensi kapasitas terpasang hingga 7.250 BLPD.
Awan Mendung Sektor Industri: 10 Perusahaan Beri Sinyal PHK Massal Imbas Gejolak Global
Keberhasilan di Jatibarang ini membuktikan bahwa penggunaan teknologi mutakhir dan manajemen proyek yang disiplin dapat mempercepat waktu produksi (time to market) dari sumur-sumur baru. Rachmat menekankan bahwa setiap tahapan pengembangan dilakukan dengan standar kualitas tertinggi, memastikan bahwa fasilitas yang dibangun memiliki kesiapan jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
Keselamatan Kerja dan Standar Keuangan Kelas Dunia
Aspek yang tidak kalah membanggakan adalah prestasi Pertamina EP dalam menjaga keselamatan kerja. Di industri yang penuh risiko seperti hulu migas, PEP berhasil mencatatkan lebih dari 3,12 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja atau Lost Time Injury (Zero LTI). Khusus untuk proyek pengembangan di Akasia Bagus, perusahaan mencatatkan 2,2 juta jam kerja selamat.
Badai PHK Massal Menghantui Indonesia: Mengupas Akar Masalah dan Sektor yang Berada di Ujung Tanduk
Prestasi di lapangan ini berbanding lurus dengan kesehatan finansial perusahaan. Pertamina EP sukses meraih credit rating AAA dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat “Sangat Sehat” ini merupakan kasta tertinggi dalam skala nasional, yang menandakan bahwa fundamental bisnis PEP sangat kokoh dan dikelola dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Komitmen Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah yang bersentuhan langsung dengan alam, Pertamina EP sangat serius mengelola dampak lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan 17 penghargaan PROPER Hijau dan 4 PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan ini menjadi bukti bahwa operasional migas dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
Tak hanya itu, tanggung jawab sosial perusahaan juga menjadi prioritas. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PEP telah menjalankan 444 program yang tersebar di 30 kabupaten/kota. Program-program ini mencakup:
- Pendidikan: Peningkatan literasi dan kualitas sarana belajar masyarakat lokal.
- Kesehatan: Layanan kesehatan gratis dan program pencegahan stunting.
- Ekonomi: Pemberdayaan UMKM berbasis potensi daerah sekitar wilayah operasi.
- Lingkungan: Restorasi lahan dan konservasi keanekaragaman hayati.
- Infrastruktur: Pembangunan akses jalan dan fasilitas publik di pelosok.
Dampak dari program ini dirasakan langsung oleh lebih dari 40 ribu penerima manfaat, menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar lokasi tambang.
Menghadapi Tantangan Global dengan Optimisme
Komisaris Utama PT Pertamina EP, Morry Ermond, turut memberikan apresiasi tinggi atas performa perusahaan di tahun 2025. Menurutnya, meskipun dunia internasional sedang menghadapi gejolak ekonomi dan ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada harga komoditas energi, PEP tetap mampu menunjukkan efektivitas dalam menjaga keberlangsungan usaha.
“Kami melihat manajemen telah bekerja keras melakukan efisiensi dan optimasi di segala lini. Performa yang optimal ini adalah modal besar bagi Pertamina EP untuk terus berkontribusi bagi negara, baik dari sisi dividen maupun dari sisi pemenuhan energi nasional,” pungkas Morry.
Dengan penemuan cadangan baru yang masif, keandalan operasional yang terjaga, serta komitmen kuat pada aspek keberlanjutan, Pertamina EP semakin memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung kedaulatan energi Indonesia. Masa depan industri migas tanah air kini tampak lebih cerah dengan fondasi yang telah dibangun secara sistematis dan inovatif ini.