Target Ambisius Kopdes Merah Putih Meleset Jauh, KSP Ungkap Sengkarut Lahan dan Modal
TotoNews — Ambisi besar pemerintah untuk menghadirkan puluhan ribu gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di seluruh penjuru negeri tampaknya harus membentur tembok realitas yang keras. Kepala Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa realisasi program strategis ini masih jauh dari kata memuaskan akibat berbagai kendala fundamental yang ditemukan di lapangan.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XIII pada Senin (13/4/2026), Qodari membeberkan temuan tim KSP yang melakukan peninjauan secara incognito atau diam-diam pada akhir Desember lalu. Dari hasil penelusuran di wilayah DKI Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat, terungkap bahwa ekosistem kebijakan yang ada saat ini belum mampu menopang akselerasi pembangunan koperasi merah putih secara masif.
Kementerian PU Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat 2026, Simak Peluang dan Persyaratannya!
Tiga Akar Masalah Utama
Qodari menggarisbawahi tiga isu krusial yang menjadi ‘biang kerok’ mandeknya proyek ambisius ini: sengketa lahan, kerumitan permodalan, serta ketidakjelasan model bisnis yang diterapkan. Ia menyoroti banyak koperasi yang saat ini berdiri di atas lahan tanpa legalitas yang kuat atau belum berstatus clean and clear.
“Seluruh koperasi yang kami tinjau belum memiliki kepastian hukum atas lahan yang mereka tempati. Sebagian besar masih menempati aset tanpa dasar hukum yang jelas. Kondisi ini sangat berisiko dari sisi audit negara dan otomatis menghambat proses pengajuan pembiayaan atau permodalan,” tegas Qodari di hadapan para anggota dewan.
Statistik yang Memprihatinkan
Angka-angka yang dipaparkan Qodari menunjukkan jurang yang sangat lebar antara target nasional dan kenyataan di lapangan. Dari total target pembangunan yang dipatok mencapai kisaran 80 hingga 83 ribu gerai, baru sekitar 50.000 titik lokasi yang berhasil diidentifikasi. Namun, progres fisiknya justru jauh lebih mengkhawatirkan.
Guncangan Energi Global: India Terjepit Blokade AS di Selat Hormuz, Cadangan Minyak Hanya Tersisa 30 Hari
- Total target: 83.000 gerai.
- Lokasi teridentifikasi: 50.000 titik.
- Dalam tahap pembangunan fisik: 34.000 gerai.
- Selesai 100%: Hanya 4.000 gerai.
Data ini mencerminkan bahwa hanya sekitar 5 persen dari target keseluruhan yang benar-benar siap beroperasi secara penuh. Padahal, pemerintah sebelumnya telah menetapkan tenggat waktu agar 80 ribu gerai permanen bisa tuntas pada Maret 2026. Namun, memasuki bulan April ini, prediksi kegagalan target yang sempat dikhawatirkan sejak akhir tahun lalu akhirnya menjadi kenyataan.
Tantangan Lahan di Kawasan Perkotaan
Lebih lanjut, Qodari mengakui bahwa pengadaan lahan, khususnya di wilayah perkotaan, menjadi tantangan tersendiri yang sangat berat. Meskipun skema anggaran negara telah disiapkan untuk menyokong operasional dan cicilan gerai, urusan birokrasi dan ketersediaan lahan tetap menjadi batu sandungan utama yang sulit disingkirkan.
Menperin Pasang Badan, Amankan Pasokan Plastik Nasional dari Dampak Krisis Selat Hormuz
“Apa yang kami antisipasi sejak Desember lalu terbukti benar. Target Maret 2026 tidak bisa dicapai secara penuh. Saat ini kami sedang mengevaluasi total agar program yang sejatinya bertujuan untuk menyerap produk lokal dan menekan angka kemiskinan ini tidak kehilangan arah,” pungkasnya.