Mendes Yandri Susanto Ajak PAPDESI Perkuat Asta Cita: Transformasi Desa Menuju Kemandirian Ekonomi Nasional

Rizky Ramadhan | Totonews
12 Mei 2026, 08:42 WIB
Mendes Yandri Susanto Ajak PAPDESI Perkuat Asta Cita: Transformasi Desa Menuju Kemandirian Ekonomi Nasional

TotoNews — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memberikan seruan kuat bagi seluruh aparatur desa untuk menjadi garda terdepan dalam menyukseskan visi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam momentum Musyawarah Nasional (Munas) II Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) yang berlangsung khidmat, Yandri menegaskan bahwa keberhasilan program nasional sangat bergantung pada gerak aktif masyarakat di tingkat akar rumput.

Yandri menyampaikan bahwa kementeriannya sedang menantikan poin-poin rekomendasi strategis yang dihasilkan dari Munas tersebut. Rekomendasi ini nantinya akan menjadi landasan kebijakan bagi pemerintah pusat dalam menyusun langkah konkret yang berorientasi pada kemajuan desa. Menurutnya, suara dari desa adalah representasi nyata dari kebutuhan rakyat yang harus didengar oleh para pemegang kebijakan di Jakarta.

Baca Juga

Perkuat Operasional Satgas, BPA Serahkan Aset Rampasan Koruptor di Jakarta Selatan ke Jampidsus

Perkuat Operasional Satgas, BPA Serahkan Aset Rampasan Koruptor di Jakarta Selatan ke Jampidsus

Sinkronisasi Program Prioritas: Dari Pusat hingga ke Pelosok

Fokus utama dalam pertemuan strategis ini adalah penyelarasan langkah untuk mengawal implementasi program prioritas pemerintah. Yandri menekankan bahwa program-program unggulan seperti Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga inisiatif Sekolah Rakyat bukanlah sekadar wacana administratif, melainkan instrumen perubahan sosial yang harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh setiap warga desa.

“Kami di kementerian menunggu apa yang menjadi poin rekomendasi dari Munas ke-2 ini. Masukan tersebut akan kami sampaikan secara formal kepada stakeholder terkait agar sinkronisasi antara kebijakan pusat dan eksekusi di desa berjalan tanpa hambatan,” ujar Yandri di hadapan ratusan delegasi PAPDESI. Ia optimistis bahwa dengan kolaborasi yang solid, pembangunan desa akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.

Baca Juga

Tensi Memanas! Trump Tuding Iran Khianati Gencatan Senjata, Kirim Utusan Khusus ke Pakistan

Tensi Memanas! Trump Tuding Iran Khianati Gencatan Senjata, Kirim Utusan Khusus ke Pakistan

Konsep Desa Tematik: Kunci Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis

Salah satu poin paling menarik yang diangkat oleh Mendes Yandri adalah transformasi desa melalui konsep “Desa Tematik”. Strategi ini dirancang untuk memaksimalkan potensi unik yang dimiliki oleh setiap wilayah. Yandri memberikan gambaran bahwa desa tidak boleh lagi berjalan tanpa arah pembangunan yang jelas. Sebaliknya, setiap desa harus memiliki identitas ekonomi yang kuat berdasarkan keunggulan kompetitifnya.

Sebagai contoh, sebuah wilayah yang memiliki sumber daya air yang melimpah dapat didorong menjadi “Desa Nila” atau pusat budidaya ikan tawar. Sementara itu, desa dengan lahan pertanian yang subur bisa difokuskan menjadi desa penghasil sayuran atau buah-buahan tertentu. Bahkan, desa juga didorong untuk menjadi sentra peternakan seperti desa ayam petelur untuk mendukung ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

Baca Juga

Polemik Ambang Batas Parlemen: Yusril Usul Model Kursi Komisi, Hasto Tekankan Dialog Inklusif

Polemik Ambang Batas Parlemen: Yusril Usul Model Kursi Komisi, Hasto Tekankan Dialog Inklusif

Inovasi ini memiliki kaitan erat dengan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program andalan Presiden Prabowo. Dengan adanya desa tematik, desa-desa di Indonesia dapat berperan sebagai penyuplai utama bahan baku pangan. Hal ini akan memutus rantai distribusi yang terlalu panjang, sehingga margin ekonomi yang dihasilkan dapat dinikmati langsung oleh para petani, peternak, dan nelayan di desa tersebut.

Menghidupkan Kembali Filosofi Bung Hatta

Dalam orasinya yang menggugah semangat, Yandri Susanto mengutip pemikiran mendalam dari salah satu proklamator bangsa, Mohammad Hatta. Ia mengingatkan kembali bahwa kejayaan Indonesia tidak akan pernah tercapai jika hanya bertumpu pada kemegahan kota-kota besar semata. Kekuatan sejati bangsa ini justru terletak pada ketahanan dan kesejahteraan yang dimulai dari dusun-dusun terkecil.

Baca Juga

Grace Natalie Buka Suara Terkait Kontroversi Video Jusuf Kalla: Tidak Ada Masalah Pribadi, Itu Hanya Respons Warga Negara

Grace Natalie Buka Suara Terkait Kontroversi Video Jusuf Kalla: Tidak Ada Masalah Pribadi, Itu Hanya Respons Warga Negara

“Bung Hatta pernah berpesan bahwa Indonesia tidak akan pernah bersinar terang hanya dengan satu obor besar di Monas. Indonesia baru akan benar-benar terang benderang melalui lilin-lilin kecil yang menyala di setiap desa,” tutur Yandri dengan nada penuh penekanan. Filosofi ini menjadi pengingat bagi para kepala desa bahwa peran mereka sangat vital dalam menjaga kedaulatan bangsa, terutama dalam aspek ketahanan pangan dan energi.

Dukungan Lintas Sektoral dan Komitmen PAPDESI

Acara Munas II PAPDESI yang bertajuk “Menyatukan Desa Mengawal Asta Cita” ini bukan sekadar pertemuan rutin organisasi. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta perwakilan dari TNI menunjukkan adanya komitmen lintas sektor untuk mengintegrasikan kekuatan desa ke dalam sistem pertahanan dan ekonomi nasional.

Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam kesempatan tersebut juga memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan desa dalam swasembada pangan. Sinergi antara kementerian teknis diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh desa tematik di bawah payung Koperasi Desa Merah Putih.

Ketua Umum PAPDESI, Wargiyati, merespons positif arahan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh aparatur desa yang tergabung dalam organisasinya siap bekerja keras dan “tegak lurus” untuk memastikan visi Asta Cita dapat terwujud. Wargiyati meminta para kepala desa untuk tidak ragu dalam berinovasi dan mengambil peran aktif dalam mengelola anggaran desa guna mendukung program-program yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Menuju Desa yang Mandiri dan Berdaya Saing

Sebagai langkah lanjut, Mendes Yandri mengajak seluruh perangkat desa untuk segera melakukan pemetaan potensi wilayah mereka. Pemerintah melalui Kemendes PDT akan terus memberikan pendampingan agar transisi menuju desa tematik dapat berjalan mulus. Fokus pada sektor ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi di desa menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar lagi.

Melalui Munas ini, diharapkan lahir semangat baru bagi para pemimpin di tingkat desa untuk melihat daerah mereka bukan lagi sebagai objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif menentukan masa depan bangsa. Dengan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, cita-cita Indonesia Maju yang dimulai dari desa bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang sedang dalam proses pembangunan.

Keberhasilan kolaborasi ini akan menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah pusat, kementerian, dan aparatur desa adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa depan. Indonesia Maju harus dimulai dengan desa yang mandiri, sehat, dan berdaya saing tinggi.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *