Google Hapus Doki Doki Literature Club! dari Play Store: Langkah Kontroversial yang Memicu Kemarahan Gamer
TotoNews — Jagat maya, khususnya komunitas pencinta game visual novel, dikejutkan oleh langkah drastis yang diambil oleh raksasa teknologi Google. Game psikologis horor fenomenal, Doki Doki Literature Club! (DDLC), secara resmi ditarik dari peredaran di Google Play Store. Keputusan sepihak ini sontak memicu gelombang protes dan amarah dari para penggemar setianya di seluruh dunia.
Tim pengembang di balik mahakarya ini, Serenity Forge, mengonfirmasi bahwa penghapusan tersebut didasari oleh tuduhan pelanggaran ketentuan layanan. Pihak Google meyakini bahwa konten yang disajikan dalam DDLC menyentuh tema-tema permainan yang dianggap terlalu sensitif untuk standar platform mereka. Padahal, DDLC dikenal luas bukan karena konten eksplisit, melainkan karena eksplorasi mendalamnya terhadap isu-isu kesehatan mental yang dibalut dalam narasi horor yang mencekam di balik kedok simulasi kencan yang manis.
Keajaiban Tersembunyi: 13 Potret Mikroskopis yang Mengungkap Wajah Lain Dunia Kita
Upaya Pengembang dan Reaksi Dan Salvato
Dan Salvato, sang kreator jenius di balik karakter ikonik seperti Monika, Sayori, Yuri, dan Natsuki, bersama tim Serenity Forge menyatakan komitmen mereka untuk tidak menyerah. Mereka kini tengah berjuang mencari jalan keluar agar game ini bisa kembali ke tangan pengguna Android.
“Kami sedang mengupayakan segala jalan agar DDLC bisa kembali hadir di Google Play Store. Di saat yang sama, kami juga menjajaki opsi distribusi alternatif untuk perangkat Android agar pemain tetap bisa mengaksesnya secara aman,” ungkap mereka dalam pernyataan resmi yang dikutip TotoNews dari platform X.
Bagi Salvato, DDLC adalah sarana komunikasi emosional yang kuat. Ia menegaskan bahwa game ini telah membantu banyak orang merasa didengar dan dipahami, terutama mereka yang tengah berjuang dengan kesehatan mental. Hal inilah yang memotivasi tim untuk terus menciptakan konten yang mampu menjangkau jiwa para pemainnya.
Gaya Bertemu Performa: Infinix Note 60 Pro Edisi Pininfarina dan Yuna Resmi Meluncur, Harga Mulai 5 Jutaan
Kritik Pedas Netizen terhadap Standar Ganda Google
Penghapusan ini memicu diskusi panas mengenai kebijakan moderasi Play Store. Banyak gamer yang meluapkan kekecewaannya di media sosial, menuding Google telah kehilangan arah dalam menentukan kualitas konten. Mereka menyoroti kontradiksi di mana game berkualitas seperti DDLC didepak, sementara aplikasi berkualitas rendah masih bebas beroperasi.
“Benar-benar memalukan. Google menghapus game ikonik dan artistik seperti DDLC, namun membiarkan aplikasi penuh iklan murahan, tautan ke situs judi yang disamarkan, hingga konten dewasa yang menyasar anak-anak tetap tersedia. Ini benar-benar tidak masuk akal,” tulis salah satu netizen dengan nada geram.
Meskipun saat ini pengguna Android kesulitan mengaksesnya melalui jalur resmi, game populer yang sempat viral pada tahun 2017 ini tetap tersedia di berbagai platform lain. Para pemain masih bisa menikmati kejutan-kejutan mengerikan di klub literatur tersebut melalui perangkat iOS, Nintendo Switch, PlayStation, dan tentu saja versi orisinalnya di PC.
Obat Stres! 15 Potret Menggemaskan Hewan yang Siap Detox Negativitas Media Sosial Anda