Polemik Foto AI di Aplikasi JAKI: Laporan Parkir Liar Pasar Rebo Tuai Sorotan Publik
TotoNews — Transparansi layanan publik di Jakarta tengah menjadi sorotan tajam setelah sebuah unggahan di platform Threads mendadak viral. Seorang warga melaporkan adanya praktik parkir liar di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, melalui aplikasi JAKI. Namun, bukannya mendapatkan penyelesaian nyata, pelapor justru mendapati bukti tindak lanjut yang diduga kuat merupakan foto hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Kisah ini bermula ketika seorang pengguna Threads mengungkapkan kekecewaannya terkait penanganan kendala di lingkungan kelurahan. Meski telah mencoba melakukan protes langsung kepada oknum pelaku hingga melapor ke tingkat kelurahan, masalah tersebut tak kunjung usai. Langkah terakhir yang ditempuh melalui aplikasi JAKI pun justru membuahkan hasil yang mencurigakan.
Mengintip Rahasia “Mega-Sarang” Ular Terbesar di Colorado: Studi Terbaru Ungkap Sisi Lembut Sang Predator
“Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Sudah lapor lewat JAKI malah dikasih bukti palsu hasil edit AI (terlampir). Ada prosedur lain nggak ya?” tulis akun tersebut sembari menandai akun Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Prastowo Yustinus.
Detail Laporan yang Menjadi Perbincangan
Berdasarkan data yang dihimpun, laporan aduan masyarakat tersebut tercatat masuk ke sistem JAKI pada 15 Februari 2026 pukul 20.14 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Damai, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Foto yang diunggah sebagai bukti penyelesaian oleh petugas di lapangan inilah yang kemudian memicu kecurigaan netizen karena visualnya yang tampak tidak alami dan menyerupai hasil olahan teknologi AI.
Dilema Digital Eropa: Ambisi Blokir Teknologi China Berujung Risiko Kerugian Fantastis Rp 6.900 Triliun
Respon Cepat dari Pihak Pemerintah
Menanggapi kegaduhan tersebut, Prastowo Yustinus memberikan pernyataan resmi melalui akun Threads miliknya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap potensi manipulasi laporan dalam sistem pelayanan publik Jakarta.
“Baik, akan saya tindak lanjuti. Mestinya tidak demikian. Saya akan minta dicek dan jika respon palsu, tentu akan diperiksa dan dikenai sanksi,” tegas Prastowo. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan respon karena sedang menjalankan agenda pribadi dan ibadah, namun memastikan bahwa tim internal sedang bergerak melakukan pemeriksaan mendalam.
Gelombang Ketidakpuasan Warga
Hingga saat ini, unggahan tersebut telah menuai lebih dari 1.200 tanda suka dan ratusan komentar dari warga yang merasakan keresahan serupa. Beberapa pengguna bahkan mulai meragukan keaslian balasan laporan mereka di masa lalu. Salah satu akun dengan nada sangsi berkomentar, “Jangan-jangan laporan saya bulan Januari lalu juga dibalas pakai foto AI, karena di lokasi aslinya tidak ada perubahan sama sekali.”
Skandal Esports: Tampar Lawan di Podium, Karier MAUSchine di Counter-Strike 2 Tamat Selama Satu Dekade
Sentimen negatif ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap performa petugas di lapangan. Kasus di Jakarta Timur ini diharapkan menjadi momentum evaluasi agar integritas aplikasi JAKI tetap terjaga sebagai garda terdepan solusi permasalahan warga ibu kota.