IHSG Parkir di Level Psikologis 7.500: ERAA Raup Laba Jumbo, ARNA Siap Guyur Dividen Berlimpah
TotoNews — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan taringnya pada penutupan perdagangan Senin (13/04). Melaju dengan kepercayaan diri tinggi, indeks domestik berhasil menguat 0,56% dan mendarat manis di level psikologis 7.500,19. Gairah pasar kali ini tak lepas dari sokongan sektor energi yang tampil perkasa di tengah optimisme pasar global.
Dominasi Sektor Energi dan Gerak-Gerik Investor Asing
Lantai bursa hari ini menjadi panggung bagi sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham BRPT tampil sebagai primadona dengan lonjakan fantastis 14,36%, disusul oleh BREN yang menguat 4,74%, serta TPIA yang ikut terkerek 6,58%. Meski demikian, pergerakan indeks sempat tertahan oleh pelemahan beberapa saham blue chip perbankan seperti BBCA yang terkoreksi 1,87% dan BMRI yang turun 1,50%.
Buntut Pencabutan Izin Operasional Akibat Bencana Ekologis, Toba Pulp Lestari Mulai Eksekusi PHK Massal
Data TotoNews mencatat arus modal asing masih mengalir deras ke pasar reguler dengan nilai pembelian bersih (net buy) mencapai Rp626,14 miliar. Secara kumulatif di seluruh pasar, investor asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp396,77 miliar. Dari sebelas sektor yang ada, delapan di antaranya sukses menutup hari di zona hijau, dipimpin oleh sektor energi yang melesat 2,64%. Sebaliknya, sektor keuangan justru menjadi pemberat dengan pelemahan 1,31%.
Sentimen Global: Angin Segar dari Wall Street
Penguatan pasar domestik selaras dengan tren positif di bursa global. Wall Street terpantau kompak menghijau; Dow Jones naik 0,63%, S&P 500 menguat 1,02%, dan Nasdaq melambung 1,23%. Optimisme ini dipicu oleh harapan akan meredanya tensi geopolitik melalui peluang kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini memberikan dampak positif pada instrumen investasi berbasis Indonesia, di mana ETF Indonesia (EIDO) naik 1,06%.
Komitmen Prabowo di Hari Buruh: Perkuat Perlindungan Sosial Rp 500 Triliun dan Visi Besar Makan Bergizi Gratis
ERAA Cetak Rekor Pendapatan, Strategi Menengah Atas Berbuah Manis
Beralih ke kabar emiten, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melaporkan rapor merah yang mengesankan sepanjang tahun 2025. Raksasa ritel perangkat telekomunikasi ini berhasil membukukan lonjakan pendapatan sebesar 17,35% secara tahunan menjadi Rp76,60 triliun. Laba bersih perusahaan pun ikut terkerek 17,24% ke angka Rp1,32 triliun.
Dominasi penjualan telepon seluler dan tablet masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi mencapai 78,42%. Manajemen ERAA mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada penguatan jaringan distribusi yang kini mencakup 2.333 gerai ritel. Strategi perusahaan yang berfokus pada segmen menengah ke atas terbukti ampuh dalam menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika daya beli masyarakat.
Gerah Melanda? Intip Promo AC 1 PK yang Turun Drastis di Transmart Full Day Sale Pekan Ini!
ARNA Siap Manjakan Pemegang Saham dengan Dividen Rp330 Miliar
Kabar gembira juga datang bagi pemburu dividen. PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) telah mendapatkan restu dalam RUPS Tahunan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp330,36 miliar. Rasio pembagian dividen (payout ratio) tergolong royal, mencapai 82,40% dari total laba bersih tahun 2025.
Pemegang saham akan menerima jatah Rp45 per lembar saham, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp43. Bagi Anda yang mengincar dividen ini, catat jadwal pentingnya: Cum dividen di pasar reguler akan jatuh pada 16 April, sementara proses pembayaran akan dilakukan pada 28 April mendatang.
Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini
Berdasarkan analisis teknikal dan sentimen pasar yang dihimpun tim redaksi, berikut adalah beberapa saham yang layak masuk dalam radar pantauan Anda:
Misteri Gaji Manajer Kopdes Merah Putih: Menanti Keputusan Final Purbaya Yudhi Sadewa
- ELSA: Buy di area 700-715 | Target Price 725-740 | Stop Loss 670
- WIFI: Buy di area 2360-2380 | Target Price 2420-2480 | Stop Loss 2210
- IMPC: Buy di area 2340-2370 | Target Price 2430-2480 | Stop Loss 2200
- BWPT: Buy di area 133-135 | Target Price 138-141 | Stop Loss 125
- BKSL: Buy di area 118-121 | Target Price 124-128 | Stop Loss 112
Disclaimer: Seluruh analisis dan rekomendasi ini bersifat informatif dan bukan merupakan paksaan untuk melakukan transaksi. Keputusan berinvestasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi. Pastikan Anda berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.