Lotte Chemical Indonesia Desak Penghapusan Bea Masuk LPG demi Menjaga Daya Saing Industri Petrokimia
TotoNews — Raksasa petrokimia, PT Lotte Chemical Indonesia (LCI), secara resmi melayangkan usulan kepada pemerintah untuk segera menghapus tarif bea masuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang diperuntukkan bagi bahan baku industri. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tekanan ekonomi global yang kian membebani sektor manufaktur dalam negeri.
Corporate Planning General Manager LCI, Lee Dae Lo, mengungkapkan bahwa beban tarif sebesar 5 persen yang berlaku saat ini dirasa cukup memberatkan. Terlebih lagi, industri domestik kini tengah berjuang menghadapi krisis pasokan bahan baku yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Menurut Lee, kebijakan fiskal yang lebih fleksibel sangat dibutuhkan agar produk Indonesia tetap kompetitif di kancah regional.
Mitigasi Krisis Global, Anggaran Kementerian PU 2026 Resmi Dipangkas Rp 12,71 Triliun
Tantangan Kompetisi di Kawasan Asia Tenggara
Lee membandingkan kebijakan di Indonesia dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Ia menyoroti bahwa negara-negara tersebut telah membebaskan biaya impor LPG bagi perusahaan manufaktur demi memicu pertumbuhan industri mereka.
“Di negara lain, tidak ada beban tarif bagi perusahaan yang mendatangkan LPG dari luar negeri untuk kebutuhan produksi. Agar daya saing industri kita tidak tertinggal, kami sangat berharap tarif impor LPG sebagai bahan baku dapat diubah menjadi nol persen,” tutur Lee dalam keterangannya di Jakarta.
Imbas Konflik Timur Tengah dan Operasional di Cilegon
Kondisi pasar saat ini memang sedang tidak berpihak pada produsen. Konflik di Timur Tengah telah mengganggu jalur distribusi nafta dan LPG, dua komponen vital dalam proses produksi petrokimia. Akibat kelangkaan pasokan ini, Lotte Chemical Indonesia terpaksa mengambil kebijakan pahit dengan memangkas kapasitas produksi di pabrik mereka yang berlokasi di Cilegon, Banten.
AS Lumpuhkan Jalur Kripto Iran: Aset Senilai Rp 5,91 Triliun Resmi Dibekukan
Pabrik LCI di Cilegon sendiri memegang peranan krusial karena mengolah bahan baku dari hulu hingga menjadi berbagai produk turunan petrokimia. Terganggunya operasional di fasilitas ini tentu akan berdampak pada rantai pasok produk plastik di pasar domestik.
Harapan Dukungan Pasokan Bahan Baku
Selain soal bea masuk, LCI juga menaruh harapan besar pada intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan biji plastik dan nafta di dalam negeri. Perusahaan berharap ada skema kerja sama yang lebih erat antara pelaku industri petrokimia dan pemerintah guna memastikan ketersediaan bahan baku tetap terjaga meski kondisi global sedang bergejolak.
“Kami sangat berharap pemerintah Indonesia dapat memfasilitasi pasokan nafta bagi kami. Dukungan ini bukan hanya untuk kelangsungan LCI, tetapi juga untuk memperkuat struktur industri nasional secara keseluruhan,” pungkasnya.
Hitung-hitungan Purbaya: Program Makan Bergizi Gratis Siap Serap 1 Juta Tenaga Kerja