Kemnaker Gandeng TikTok Luncurkan Program BISA: Upaya Cetak Ratusan Ribu Kreator Digital Masa Depan
TotoNews — Dinamika dunia kerja yang terus bertransformasi memaksa pemerintah untuk bergerak cepat dalam menyesuaikan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan pasar saat ini. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan raksasa platform digital, TikTok, melalui inisiatif bertajuk Belajar Implementasi & Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA).
Langkah progresif ini diambil sebagai respons nyata terhadap pergeseran drastis di sektor ekonomi kreatif dan digital yang kian mendominasi. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam pernyataannya di Jakarta Selatan, menyoroti bahwa dalam kurun waktu satu dekade ke depan, sekitar separuh dari proses bisnis konvensional yang kita kenal saat ini diprediksi akan usang dan digantikan oleh model-model baru yang lebih adaptif.
Target Ambisius Kopdes Merah Putih Meleset Jauh, KSP Ungkap Sengkarut Lahan dan Modal
Munculnya Profesi Baru di Ekosistem Digital
Yassierli menekankan bahwa profesi yang dahulu mungkin dianggap tidak lazim, kini justru menjadi tulang punggung baru dalam ekosistem perdagangan digital. Ia menyebutkan deretan profesi seperti content creator, afiliator, hingga host live commerce sebagai wajah baru lapangan kerja masa kini.
“Dahulu mungkin istilah reseller identik dengan penjual barang bekas, namun kini konsepnya telah bertransformasi total. Sekarang kita melihat lahirnya berbagai job title baru yang bahkan sepuluh tahun lalu belum terbayangkan keberadaannya,” ungkap Yassierli saat memberikan keterangan di Gedung Vokasi Kemnaker.
Ia juga mengakui bahwa kurikulum pendidikan formal seringkali membutuhkan waktu untuk mengejar kecepatan tren industri. Di sinilah peran pelatihan vokasi menjadi jembatan krusial untuk mengisi celah tersebut dengan keterampilan praktis yang relevan dan langsung dapat diaplikasikan di dunia nyata.
Babak Baru Perlindungan Pekerja Rumah Tangga: Menaker Yassierli Dorong Kesetaraan Hak Lewat RUU PPRT
Target Ambisius: 500 Ribu Lulusan per Tahun
Melalui kemitraan strategis dengan platform global seperti TikTok dan Shopee, Kemnaker memasang target yang cukup berani. Jika saat ini program nasional baru mampu mencetak sekitar 60.000 hingga 70.000 lulusan per tahun, pemerintah berambisi mendongkrak angka tersebut secara signifikan hingga menyentuh angka 500.000 lulusan dalam satu tahun.
Pemerintah menyadari bahwa fleksibilitas yang ditawarkan oleh teknologi digital memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi, meskipun sifat pekerjaannya cenderung fleksibel dan informal. Kendati demikian, Yassierli menegaskan bahwa sektor ini merupakan solusi cerdas bagi tenaga kerja untuk tetap produktif di masa transisi industri.
Vokasi Sebagai Pintu Peluang, Bukan Tujuan Akhir
Meski gencar mendorong masyarakat untuk terjun ke dunia kreatif digital, Kemnaker memastikan bahwa komitmen utama negara tetap pada penciptaan lapangan kerja formal yang layak dan berkelanjutan. Program vokasi BISA diposisikan sebagai bagian dari skema besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Konektivitas Baru Jakarta Utara: Stasiun KRL JIS Dijadwalkan Beroperasi Juni 2026
“Tentu ini bukan ultimate goal atau tujuan akhir kita. Fokus utama pemerintah tetap pada penyediaan penghidupan yang layak sesuai amanat konstitusi. Sektor digital ini adalah pilihan strategis yang kami siapkan di tengah upaya besar kita memperkuat sektor strategis lain seperti hilirisasi industri dan ketahanan pangan demi penyerapan tenaga kerja yang lebih masif,” pungkas Yassierli mengakhiri penjelasannya.