Gempuran Game Gratis Epic Games Store Belum Mampu Runtuhkan Hegemoni Steam? Ini Faktanya

Andini Putri Lestari | Totonews
15 Apr 2026, 19:41 WIB
Gempuran Game Gratis Epic Games Store Belum Mampu Runtuhkan Hegemoni Steam? Ini Faktanya

TotoNews — Strategi agresif yang dijalankan Epic Games Store (EGS) dalam membagikan game PC gratis tampaknya masih menghadapi jalan terjal untuk menggoyahkan dominasi Steam di pasar global. Meski telah menggelontorkan sumber daya yang sangat besar demi memikat hati para pemain, sebuah laporan terbaru justru mengisyaratkan adanya fenomena unik di mana banyak gamer tetap menjadikan Steam sebagai ‘rumah utama’ mereka untuk bermain.

Fenomena ‘Hit and Run’ di Kalangan Gamer

Berdasarkan investigasi mendalam yang dilaporkan oleh LA Times, dua mantan karyawan Epic Games mengungkapkan sebuah pola perilaku pengguna yang cukup ironis. Banyak dari pengunjung Epic Games Store ternyata hanya datang untuk mengklaim judul-judul game gratis mingguan. Namun, setelah transaksi nol rupiah itu selesai, mereka cenderung menutup aplikasi tersebut dan kembali ke pelukan Valve melalui platform Steam.

Baca Juga

Manuver Strategis Apple: Upaya Memecah Dominasi TSMC dengan Menggandeng Intel dan Samsung

Manuver Strategis Apple: Upaya Memecah Dominasi TSMC dengan Menggandeng Intel dan Samsung

Sentimen ini memicu spekulasi bahwa strategi ‘bakar uang’ lewat pemberian judul premium secara cuma-cuma belum sepenuhnya berhasil menciptakan loyalitas jangka panjang. Steam tetap dianggap memiliki ekosistem yang lebih matang, fitur komunitas yang lebih kuat, serta perpustakaan game yang lebih melekat di hati para PC gamer.

Pembelaan Epic Games: Rekor Pertumbuhan yang Signifikan

Menanggapi kabar miring tersebut, pihak Epic Games tidak tinggal diam. Melalui Direktur Komunikasi mereka, Jake Jones, perusahaan memberikan data tandingan yang menunjukkan performa impresif sepanjang tahun lalu. Jones menegaskan bahwa eksosistem mereka justru sedang berada di puncak kejayaannya.

“Tahun lalu, Epic Games Store berhasil mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan raihan 78 juta pengguna aktif bulanan di PC,” ungkap Jones sebagaimana dikutip dari laporan industri. Tidak hanya soal jumlah pengguna, sisi finansial pun menunjukkan tren positif. Pengeluaran pemain untuk judul-judul dari pihak ketiga melonjak drastis sebesar 57 persen, menyentuh angka USD 400 juta atau sekitar Rp 6,4 triliun.

Baca Juga

Mengintip Kecanggihan Lenovo Yoga Tab 11.1: Tablet AI Native Pertama di Indonesia yang Siap Manjakan Kreator

Mengintip Kecanggihan Lenovo Yoga Tab 11.1: Tablet AI Native Pertama di Indonesia yang Siap Manjakan Kreator

Menurut pandangan manajemen, capaian ini telah melampaui ekspektasi awal mereka. Aktivitas pengguna yang tinggi dianggap sebagai fondasi kunci untuk membangun skala ekosistem multi-platform yang kompetitif di masa depan.

Promo Gila-gilaan dan Judul Gratis Terbaru

Pantauan TotoNews menunjukkan bahwa meskipun diterpa kritik mengenai loyalitas pengguna, Epic Games tetap teguh pada komitmennya. Hingga pertengahan April 2026 ini, mereka terus memanjakan para pemburu diskon dengan penawaran yang sulit untuk ditolak. Saat ini, judul seperti Tomak: Save the Earth Regeneration dan Prop Sumo masih bisa diklaim secara gratis hingga batas waktu 16 April.

Tak berhenti di situ, kejutan berikutnya telah disiapkan melalui kehadiran game The Stone of Madness yang akan menyusul dalam daftar promo game gratis selanjutnya. Bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas namun ingin mencicipi game AAA, menu Featured Discount di EGS saat ini sedang menawarkan potongan harga ekstrem hingga 90%.

Baca Juga

Misteri Hantavirus 2026: Menguak Tabir Peringatan Global yang Terabaikan Sejak Lima Tahun Silam

Misteri Hantavirus 2026: Menguak Tabir Peringatan Global yang Terabaikan Sejak Lima Tahun Silam
  • Metro Exodus – Gold Edition: Kini dibanderol hanya Rp 64.050 dari harga normal Rp 427.000.
  • Hell Let Loose – Deluxe Edition: Turun harga menjadi Rp 167.144 dari harga awal di kisaran Rp 506.000.

Persaingan antara Epic dan Steam ini pada akhirnya memberikan keuntungan besar bagi konsumen. Meski loyalitas masih menjadi tantangan besar bagi Epic, konsistensi mereka dalam memberikan nilai lebih melalui harga yang lebih terjangkau tetap menjadi warna tersendiri dalam industri video game modern.

Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *