S&P Jamin Peringkat Kredit Indonesia Stabil Dua Tahun ke Depan, Menkeu Purbaya: Tak Ada Ancaman Downgrade
TotoNews — Kabar menggembirakan datang dari jantung finansial dunia di New York, Amerika Serikat. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membawa ‘oleh-oleh’ berharga berupa kepastian stabilitas ekonomi nasional setelah bertemu langsung dengan jajaran petinggi S&P Global. Hasilnya, lembaga pemeringkat internasional tersebut memberikan jaminan bahwa peringkat kredit Indonesia tidak akan mengalami perubahan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
S&P Global tetap mengukuhkan posisi Indonesia pada level BBB dengan outlook yang stabil. Dalam pertemuan tersebut, sempat terjadi percakapan menarik yang menunjukkan kepercayaan tinggi pihak eksternal terhadap fundamental ekonomi nasional kita. Purbaya menceritakan pengalamannya saat berdiskusi dengan nada diplomatis namun lugas di markas S&P.
Strategi Besar ASEAN Hadapi Krisis Global: Kesepakatan ASPA dan Visi Prabowo untuk Ketahanan Energi Kawasan
Dialog Menarik di Balik Meja Perundingan
Purbaya mengakui dirinya sempat menunjukkan raut wajah terkejut saat menerima konfirmasi tersebut. “Intinya mereka bilang, ‘Rating kamu tidak berubah, tetap BBB dengan outlook stabil.’ Saya spontan mengucapkan terima kasih dengan wajah yang agak kaget,” kenang Purbaya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.
Ia menambahkan, pihak S&P sempat berseloroh melihat ekspresi terkejutnya. Namun, dari sanalah terungkap makna mendalam di balik status tersebut. Pihak S&P menjelaskan bahwa status ‘stabil’ yang mereka berikan bukan sekadar label, melainkan sebuah komitmen bahwa selama dua tahun ke depan, posisi Indonesia aman dari guncangan penurunan peringkat.
Transformasi Warung Kelontong Menjadi Gurita Bisnis: Kisah Inspiratif Siti Soleha Mendulang Rupiah Lewat Agen BRILink
Meluruskan Rumor dan Spekulasi Pasar
Menteri Keuangan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menepis isu miring yang menyebutkan bahwa S&P akan mengubah peringkat kredit RI pada bulan Juni mendatang. Purbaya menegaskan bahwa kedatangan tim S&P ke Indonesia pada Juni nanti hanyalah agenda diskusi rutin, bukan untuk melakukan pembaruan atau pemangkasan rating.
“Juni nanti mereka memang akan datang ke sini untuk berdiskusi dengan saya. Tujuannya adalah memantau apakah kebijakan yang saya ceritakan di New York dijalankan secara konsisten atau tidak. Jadi, ancaman-ancaman itu sama sekali tidak ada,” tegasnya untuk menenangkan para pelaku investasi asing dan domestik.
Keyakinan Berdasarkan Fakta
Terkait kajian internal S&P sebelumnya yang sempat menyebut utang Indonesia paling rentan di kawasan Asia Tenggara, Purbaya menyatakan bahwa pandangan tersebut kini telah bergeser. Kemampuan pemerintah dalam mempresentasikan data secara transparan dan meyakinkan menjadi kunci utama perubahan perspektif tersebut.
Efektivitas WFH ASN Setiap Jumat: Langkah Berani Pemerintah Tekan Konsumsi BBM dan Transformasi Kerja
“Mungkin cara kita menyampaikan kondisi riil di lapangan jauh lebih meyakinkan. Mereka melihat data di balik angka-angka tersebut secara jernih. Setelah beberapa pertanyaan kritis terjawab dengan tuntas, mereka akhirnya percaya sepenuhnya pada ketahanan ekonomi kita,” tutup Purbaya dengan optimis.
Kepastian dari peringkat kredit ini diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi pasar modal dan memperkuat nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.