Mengintip Gurihnya Bisnis Joki Antrean: Modal Sabar, Cuan Mengalir Hingga Rp300 Ribu per Hari

Siti Aminah | Totonews
23 Apr 2026, 08:43 WIB
Mengintip Gurihnya Bisnis Joki Antrean: Modal Sabar, Cuan Mengalir Hingga Rp300 Ribu per Hari

TotoNews — Pernahkah Anda membayangkan mendapatkan bayaran hanya dengan berdiri diam atau duduk manis dalam sebuah barisan panjang? Di tengah gempuran tren makanan viral dan layanan publik yang padat, sebuah profesi baru kini tengah naik daun dan menjadi primadona di kota-kota besar: joki antrean. Tak sekadar fenomena musiman, layanan yang awalnya hanya bersifat informal kini bertransformasi menjadi peluang usaha yang dikelola secara profesional dan menjanjikan pendapatan hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari.

Lahirnya Inovasi dari Fenomena ‘Mager’

Adalah Elan Setiawan, sosok di balik lahirnya platform digital bernama Antriin.id. Ia menangkap sebuah keresahan masyarakat urban yang memiliki banyak uang namun memiliki keterbatasan waktu, atau sekadar enggan berlama-lama menghabiskan waktu di barisan panjang. Selama ini, jasa titip (jastip) antrean hanya ditemukan melalui percakapan personal di platform media sosial seperti WhatsApp atau Instagram.

Baca Juga

Tragedi Berdarah Bus ALS di Sumsel: Fakta Mengejutkan Izin Kadaluwarsa dan Indikasi Pemalsuan Dokumen Terungkap

Tragedi Berdarah Bus ALS di Sumsel: Fakta Mengejutkan Izin Kadaluwarsa dan Indikasi Pemalsuan Dokumen Terungkap

“Melihat tren jastip yang sudah menjamur, saya terpikir untuk menyatukan layanan ini dalam satu wadah aplikasi agar lebih terorganisir dan memudahkan pelanggan,” ungkap Elan dalam sebuah sesi wawancara mendalam. Kehadiran aplikasi ini seolah menjawab kebutuhan pasar akan layanan jastip yang lebih terpercaya dan transparan.

Transformasi Digital: Dari Iseng Jadi Aplikasi

Perjalanan bisnis ini tidak dibangun dalam semalam. Elan merintis pengembangan aplikasi tersebut sejak awal tahun 2025. Dengan ketekunan menggarap konsep desain hingga pengodean secara mandiri, layanan ini akhirnya diperkenalkan ke publik pada pertengahan tahun 2025 melalui fase soft launch. Fokus awalnya adalah membangun basis kemitraan yang kuat sebelum akhirnya secara resmi membuka pintu bagi pesanan publik pada bulan Oktober tahun yang sama.

Baca Juga

Strategi Jitu Gubernur BI di Panggung G20-BRICS: Tiga Langkah Menuju Resiliensi Ekonomi Global

Strategi Jitu Gubernur BI di Panggung G20-BRICS: Tiga Langkah Menuju Resiliensi Ekonomi Global

Sistem kerja yang diterapkan tergolong modern, mengadopsi skema yang serupa dengan layanan ojek online. Pengguna cukup mengunduh aplikasi, memilih lokasi antrean yang diinginkan, dan aplikasi akan mengkalkulasi estimasi biaya yang harus dibayarkan.

Rincian Tarif: Berapa Cuan yang Bisa Didapat?

Bagi mereka yang bergabung menjadi mitra jastip, kesabaran benar-benar menjadi aset yang berharga. Untuk setiap jam yang dihabiskan dalam antrean, mitra bisa mengantongi bayaran berkisar antara Rp30.000 hingga Rp40.000. Jika seorang mitra mampu mengambil beberapa pesanan dalam sehari dengan durasi yang panjang, total penghasilan harian bisa menyentuh angka Rp200.000 hingga Rp300.000.

“Untuk mitra yang paling rajin mengambil orderan, pendapatan Rp300.000 per hari sangat mungkin dicapai. Ini menjadi alternatif pekerjaan sampingan yang sangat kompetitif,” jelas Elan. Namun, demi menjaga akurasi dan kualitas layanan, satu mitra hanya diperbolehkan menangani satu pesanan dalam satu waktu. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerancuan di lokasi antrean dan memastikan pelanggan mendapatkan haknya secara penuh.

Baca Juga

SPBU Rest Area KM 21 Tol Jagorawi Ditutup Sementara: Panduan Lengkap dan Alternatif Pengisian BBM

SPBU Rest Area KM 21 Tol Jagorawi Ditutup Sementara: Panduan Lengkap dan Alternatif Pengisian BBM

Bukan Sekadar Jajanan Viral

Meski identik dengan makanan kekinian yang tengah viral, jangkauan joki antrean ini ternyata jauh lebih luas. Elan mengungkapkan bahwa banyak pelanggannya yang menggunakan jasa ini untuk keperluan mendesak lainnya, seperti mengantre di rumah sakit. Hingga saat ini, lebih dari 230 mitra telah tersebar di wilayah Jabodetabek untuk melayani berbagai kebutuhan tersebut.

Melihat animo yang begitu besar, ekspansi besar-besaran tengah dipersiapkan. Beberapa kota besar seperti Bandung, Surabaya, hingga Bali masuk dalam radar pengembangan selanjutnya. Meski data calon mitra dari kota-kota tersebut sudah mulai terkumpul, Elan masih berhati-hati untuk memastikan operasional di wilayah Jabodetabek benar-benar matang sebelum meluncur secara resmi di kota-kota baru.

Baca Juga

Masa Depan Tol Tanpa Setop: Mengapa Implementasi MLFF Masih Terganjal di Tahap Uji Coba?

Masa Depan Tol Tanpa Setop: Mengapa Implementasi MLFF Masih Terganjal di Tahap Uji Coba?

Fenomena joki antrean ini membuktikan bahwa di era ekonomi berbagi saat ini, apa pun bisa menjadi nilai ekonomi jika dikelola dengan kreativitas dan teknologi yang tepat. Bagi masyarakat, ini adalah solusi praktis; bagi para pencari kerja, ini adalah angin segar untuk menambah pundi-pundi rupiah.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *