Menuju Era Hijau: Populasi Kendaraan Listrik RI Tembus 358 Ribu Unit, Motor Listrik Masih Rajai Jalanan

Bagus Setiawan | Totonews
24 Apr 2026, 18:42 WIB
Menuju Era Hijau: Populasi Kendaraan Listrik RI Tembus 358 Ribu Unit, Motor Listrik Masih Rajai Jalanan

TotoNews — Transformasi energi di sektor transportasi Indonesia perlahan namun pasti mulai menunjukkan taringnya. Berdasarkan data terbaru hingga Februari 2026, gelombang adopsi kendaraan ramah lingkungan di tanah air telah mencapai angka yang cukup signifikan, yakni menembus 358 ribu unit lebih. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat mulai melirik solusi mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Kepala BBSP KEBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Trois Dilisusendi, mengungkapkan bahwa tren positif ini mencerminkan pertumbuhan yang konsisten sejak tahun 2020. Meski demikian, ia memberikan catatan penting bahwa tantangan besar masih membentang di depan mata, terutama untuk mengimbangi dominasi kendaraan berbahan bakar bensin yang jumlahnya masih jauh lebih masif.

Baca Juga

Kebangkitan Sang Legenda: Suzuki DR-Z4S dan DR-Z4SM Resmi Meluncur dengan Performa Buas

Kebangkitan Sang Legenda: Suzuki DR-Z4S dan DR-Z4SM Resmi Meluncur dengan Performa Buas

“Hingga saat ini, total populasi kendaraan listrik di Indonesia sudah menyentuh 358.205 unit. Sektor roda dua masih menjadi kontributor terbesar dan terus tumbuh. Namun, jika kita bandingkan dengan populasi kendaraan bermesin konvensional, angkanya memang belum seberapa,” ujar Trois dalam sebuah pemaparan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Dominasi Roda Dua dan Lonjakan Signifikan di Tahun 2025

Menelisik lebih dalam data yang dihimpun sejak enam tahun silam, terlihat jelas bahwa motor listrik adalah penguasa pasar di ekosistem elektrik Indonesia. Dari total 358 ribu unit tersebut, sekitar 236 ribu unit atau setara dengan 66 persen di antaranya adalah kendaraan roda dua. Hal ini menunjukkan bahwa aksesibilitas dan kepraktisan motor listrik lebih cepat diterima oleh masyarakat luas.

Baca Juga

Menghadapi Bayang-Bayang Krisis Energi Global: Mengapa Mobil Hybrid Menjadi Pilihan Paling Rasional Saat Ini?

Menghadapi Bayang-Bayang Krisis Energi Global: Mengapa Mobil Hybrid Menjadi Pilihan Paling Rasional Saat Ini?

Catatan menarik lainnya muncul dari data penjualan sepanjang tahun 2025. Periode tersebut menjadi momen paling masif dalam sejarah perkembangan EV di Indonesia, dengan lonjakan kenaikan mencapai 134 ribu unit atau tumbuh sekitar 39,3 persen. Menariknya, pendorong utama lonjakan ini adalah segmen mobil listrik yang mendapatkan dukungan penuh berupa stimulus pajak dari pemerintah.

Di sisi lain, ketika mobil listrik melesat berkat insentif, sektor motor listrik justru dinilai mengalami sedikit perlambatan dalam periode yang sama. Dinamika ini memperlihatkan betapa pentingnya peran kebijakan pemerintah dalam membentuk ekosistem kendaraan masa depan.

Rincian Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Berikut adalah detail sebaran unit kendaraan berbasis baterai yang kini telah mengaspal di Indonesia:

Baca Juga

Dilema Kapasitas Baterai EMMO JVX GT: Siapkah Jadi ‘Kuda Beban’ Program Makan Bergizi Gratis?

Dilema Kapasitas Baterai EMMO JVX GT: Siapkah Jadi ‘Kuda Beban’ Program Makan Bergizi Gratis?
  • Motor Listrik: 236.451 unit
  • Mobil Listrik: 119.638 unit
  • Bus Listrik: 798 unit
  • Kendaraan Roda Tiga Listrik: 778 unit
  • Kendaraan Komersial Listrik: 537 unit
  • Kendaraan Khusus Listrik: 3 unit

Pemerintah terus berupaya memperkuat infrastruktur pendukung guna memastikan transisi menuju energi bersih ini berjalan lancar. Meski perjalanan masih panjang untuk menggantikan kendaraan bensin sepenuhnya, angka 358 ribu unit ini merupakan tonggak sejarah penting bagi kemandirian energi Indonesia di masa depan.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *