Purbaya Yudhi Sadewa Buka Suara Soal Isu Miring dan Pembersihan Internal di Tubuh Kemenkeu
TotoNews — Di balik dinding megah Kantor Kementerian Keuangan, sebuah narasi mengejutkan baru saja terkuak. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara blak-blakan membongkar adanya upaya delegitimasi terhadap dirinya yang justru berasal dari ‘orang dalam’ kementerian sendiri. Tak tanggung-tanggung, sang Bendahara Negara ini dituding sebagai sosok yang tertutup hingga dianggap tidak cakap dalam berkomunikasi menggunakan bahasa internasional.
Menepis Rumor Negatif dari Pihak Internal
Dalam sebuah pertemuan di Gedung BPPK Jakarta, Purbaya mengungkapkan keheranannya atas isu miring yang sengaja diembuskan di lingkungan kerjanya. Kabar tersebut menyebutkan bahwa dirinya harus dijauhkan dari para investor karena dikhawatirkan akan merusak citra pemerintah.
“Yang membuat saya agak heran, ada informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup, bahkan disebut tidak bisa bahasa Inggris. Ada pula narasi agar saya jangan dipertemukan dengan investor karena dianggap akan mengacaukan situasi. Itu semua berasal dari internal,” ujar Purbaya dengan nada tegas.
ESDM Siapkan Revisi RUPTL 2025-2034: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Energi Hijau
Langkah tegas pun diambil. Purbaya menyatakan telah melakukan pembersihan terhadap pihak-pihak yang dianggap menghambat kinerja kementerian dan menyebarkan informasi tidak benar. Menurutnya, hal ini krusial untuk menjaga integritas institusi pengelola uang rakyat tersebut.
Penyebab Pencopotan Pejabat Eselon I
Gejolak ini juga menjadi alasan kuat di balik keputusan besar Purbaya memberhentikan dua pejabat teras eselon I, yakni Dirjen Anggaran Luky Alfirman serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu. Selain isu personal, Purbaya menyoroti adanya disinformasi terkait kondisi kas negara yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.
Narasi yang beredar saat itu mengeklaim bahwa posisi kas negara sebesar Rp 120 triliun hanya mampu bertahan untuk dua pekan saja. Purbaya menegaskan bahwa informasi tersebut sangat menyesatkan dan berpotensi meruntuhkan kredibilitas pemerintah di mata dunia.
Antisipasi Gejolak Timur Tengah, Indonesia Alihkan Bidikan Impor Minyak ke Nigeria dan Gabon
“Ketika ada misinformasi seperti itu, tentu akan meruntuhkan kepercayaan publik dan pasar. Jadi, kita harus rapikan sistemnya. Itu adalah langkah proteksi untuk stabilitas nasional,” tambahnya.
Kondisi APBN Tetap Solid dan Terkendali
Untuk menenangkan kegaduhan di tengah masyarakat, Purbaya mengklarifikasi data keuangan negara yang sebenarnya. Ia menjelaskan bahwa angka Rp 120 triliun tersebut hanyalah sebagian dari dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di Bank Indonesia. Secara total, pemerintah masih memiliki cadangan sebesar Rp 420 triliun.
- Rp 120 Triliun: Terparkir di Bank Indonesia sebagai cadangan strategis.
- Rp 300 Triliun: Ditempatkan di berbagai perbankan dalam bentuk deposito on call yang siap ditarik kapan saja.
Purbaya memastikan bahwa postur APBN saat ini berada dalam kondisi yang sangat sehat dan mencukupi untuk membiayai seluruh agenda pembangunan. Ia meminta masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap ketahanan fiskal Indonesia.
Strategi Besar ASEAN Hadapi Krisis Global: Kesepakatan ASPA dan Visi Prabowo untuk Ketahanan Energi Kawasan
“Jadi tidak perlu takut, uang kita masih banyak. Dana SAL itu bahkan belum kita sentuh sama sekali, saat ini hanya saya geser-geser saja posisinya untuk memberikan stimulus dan mendorong perekonomian nasional agar tetap tumbuh positif,” pungkasnya menutup pembicaraan.