KKP Gandeng Pasukan Gegana: Pastikan Ekspor Produk Perikanan RI Steril dari Radioaktif

Siti Aminah | Totonews
26 Apr 2026, 22:47 WIB
KKP Gandeng Pasukan Gegana: Pastikan Ekspor Produk Perikanan RI Steril dari Radioaktif

TotoNews — Indonesia semakin mempertegas posisinya sebagai produsen pangan laut berkualitas global dengan memperketat standar keamanan hasil lautnya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi menggandeng Korps Brimob Polri untuk memastikan seluruh produk perikanan nasional bebas dari ancaman kontaminasi zat radioaktif. Langkah ini menjadi krusial di tengah ketatnya standar keamanan pangan internasional yang kian dinamis.

Komitmen serius ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) dengan Korps Brimob Polri. Upacara peresmian kolaborasi ini berlangsung khidmat di Markas Komando Pasukan Brimob, Kelapa Dua, Depok, yang dihadiri langsung oleh jajaran petinggi kedua lembaga.

Baca Juga

Akselerasi Ketahanan Pangan: Penyaluran Beras SPHP Tembus 371 Ribu Ton per April 2026

Akselerasi Ketahanan Pangan: Penyaluran Beras SPHP Tembus 371 Ribu Ton per April 2026

Sinergi Elit demi Keamanan Pangan Nasional

Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas. KKP secara khusus melibatkan unit elit Pasukan Gegana yang memiliki kualifikasi tinggi dalam pemindaian dan deteksi radionuklida. Personel dengan keahlian khusus ini akan diterjunkan langsung untuk mendukung tugas fungsi Badan Mutu KKP di lapangan.

“Kami menjalin sinergi dengan Brimob Polri, khususnya unit Pasukan Gegana. Mereka memiliki kemampuan teknis dalam mendeteksi zat berbahaya yang tidak kasat mata, seperti radionuklida, yang sangat diperlukan untuk memperkuat pengawasan mutu kami,” ujar Ishartini dalam pernyataan resminya kepada TotoNews.

Perjanjian ini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari pendayagunaan sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana untuk sertifikasi bebas radioaktif, hingga pertukaran data strategis terkait mitigasi kontaminasi zat berbahaya.

Baca Juga

Visi Berani Purbaya Yudhi Sadewa: IHSG Diprediksi Tembus 28.000 pada 2030, Meski Sempat Dianggap Tak Masuk Akal

Visi Berani Purbaya Yudhi Sadewa: IHSG Diprediksi Tembus 28.000 pada 2030, Meski Sempat Dianggap Tak Masuk Akal

Menembus Pasar Internasional dan Kepercayaan Global

Langkah preventif ini tidak hanya ditujukan untuk perlindungan kesehatan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga menjadi kartu as bagi ekspor ikan Indonesia. Dengan jaminan bebas radioaktif, produk perikanan nusantara kini memiliki daya saing yang lebih kuat di 147 negara tujuan ekspor.

Sinergitas lintas sektor ini terbukti membuahkan hasil manis. Kepercayaan dunia internasional, terutama Amerika Serikat, terhadap keamanan produk laut Indonesia meningkat drastis. Salah satu bukti nyatanya adalah keberlanjutan ekspor udang ke Negeri Paman Sam yang terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak skema sertifikasi ini diluncurkan pada akhir Oktober 2025 hingga April 2026, Indonesia telah berhasil mengirimkan sebanyak 3.202 kontainer udang dengan nilai ekonomi fantastis mencapai lebih dari Rp 8 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.462 kontainer telah sukses menembus pasar ketat Amerika Serikat tanpa kendala mutu.

Baca Juga

Prabowo Subianto: Indonesia Harus Bangkit, Jangan Jadi Raksasa Tidur yang Terus Terlelap!

Prabowo Subianto: Indonesia Harus Bangkit, Jangan Jadi Raksasa Tidur yang Terus Terlelap!

Menjaga Masa Depan Ekonomi Biru

Dengan adanya pengawasan ketat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang didukung penuh oleh kepolisian, diharapkan industri perikanan Indonesia dapat tumbuh lebih berkelanjutan. Keamanan produk adalah kunci utama dalam mempertahankan loyalitas konsumen global di era persaingan perdagangan yang semakin kompetitif.

Penandatanganan PKS yang dilakukan bersama Komandan Korps Brimob, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, ini menandai babak baru dalam perlindungan sumber daya kelautan Indonesia dari potensi ancaman radiasi, sekaligus memastikan bahwa setiap ikan yang tersaji di meja makan, baik di dalam maupun luar negeri, adalah produk yang sehat, bermutu, dan aman dikonsumsi.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *