Waspada Krisis Iklim: Fenomena ‘Cincin Panas’ Pasifik Picu Ancaman Super El Nino 2026

Andini Putri Lestari | Totonews
27 Apr 2026, 06:42 WIB
Waspada Krisis Iklim: Fenomena 'Cincin Panas' Pasifik Picu Ancaman Super El Nino 2026

TotoNews — Fenomena alam ekstrem kini tengah membayangi planet kita. Para ilmuwan dunia baru saja mendeteksi sinyal mengkhawatirkan dari Samudra Pasifik yang diprediksi mampu memicu lonjakan suhu global hingga memecahkan rekor panas sejarah. Ancaman bertajuk ‘Super El Nino’ ini diprediksi akan berkembang sepanjang tahun ini, membawa risiko cuaca ekstrem yang lebih destruktif dari sebelumnya.

Kondisi ini diperparah oleh krisis iklim akibat aktivitas manusia yang terus memanas. Kombinasi keduanya berpotensi membawa bumi melewati ambang batas kritis kenaikan suhu rata-rata 1,5 derajat Celcius di atas level pra-industri. Jika ambang batas ini terlampaui, para ahli memperingatkan akan adanya konsekuensi lingkungan yang sulit diperbaiki. Bahkan, beberapa model prediksi cuaca menunjukkan anomali suhu ini bisa mencapai puncaknya pada tahun depan.

Baca Juga

Wajah Berdarah Kylian Mbappe dan Kontroversi VAR: Real Madrid Merasa ‘Dirampok’ Saat Jamu Girona

Munculnya Pola ‘Cincin Panas’ yang Tak Lazim

Memasuki awal 2026, para peneliti mengamati sebuah pola yang sangat langka di wilayah Pasifik tropis. Terdapat tiga titik perairan hangat yang muncul secara simultan di lokasi berbeda: dekat wilayah Indonesia, lepas pantai Amerika Tengah, dan di sepanjang pesisir Amerika Selatan. Ketiga wilayah hangat ini membentuk apa yang disebut sebagai ‘pemanasan anular’ atau pola melingkar yang mengelilingi zona tengah yang lebih dingin.

Pola unik ini belum pernah terlihat dengan intensitas sekuat ini setidaknya dalam empat dekade terakhir. Fenomena ini menjadi alarm bagi para ahli oseanografi mengenai potensi eskalasi suhu yang tidak main-main.

Energi Terpendam Bak Pegas yang Siap Meledak

Tao Lian, seorang profesor dari Second Institute of Oceanography, menjelaskan bahwa Pasifik tropis saat ini sedang menyimpan panas dalam jumlah besar di bawah permukaan laut. “Kandungan panas saat ini sudah cukup untuk memicu peristiwa El Nino moderat. Namun, keberadaan pemanasan anular yang kami amati bisa mendorong fenomena ini masuk ke kategori super,” ungkapnya dalam sebuah laporan penelitian.

Baca Juga

Jejak Hitam di Teluk Persia: Tumpahan Minyak Akibat Konflik Iran Mengancam Ekosistem Dunia

Jejak Hitam di Teluk Persia: Tumpahan Minyak Akibat Konflik Iran Mengancam Ekosistem Dunia

Situasi ini erat kaitannya dengan fase La Nina yang baru saja berakhir. Selama La Nina, angin kencang ‘mengunci’ air hangat di bagian barat Pasifik. Kini, panas yang terperangkap tersebut berperilaku layaknya sebuah pegas yang ditekan kuat—siap meluncur ke arah timur dan mengobarkan kekuatan El Nino secara masif.

Dampak Global yang Menghantui Indonesia

Jika skenario Super El Nino ini benar-benar terjadi, dampaknya akan dirasakan secara global. Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta Australia, ancaman utamanya adalah kekeringan ekstrem yang dapat memicu kebakaran hutan dan gagal panen. Sebaliknya, wilayah Amerika Selatan kemungkinan besar akan menghadapi banjir bandang yang merusak.

Selain itu, ekosistem laut juga terancam. Terumbu karang diprediksi akan mengalami pemutihan massal (bleaching), sementara hasil tangkapan perikanan akan merosot tajam akibat perubahan suhu air laut. Tantangan kemanusiaan terkait ketersediaan pangan dan air bersih pun menjadi risiko nyata di depan mata.

Baca Juga

Polemik Foto AI di Aplikasi JAKI: Laporan Parkir Liar Pasar Rebo Tuai Sorotan Publik

Polemik Foto AI di Aplikasi JAKI: Laporan Parkir Liar Pasar Rebo Tuai Sorotan Publik

Meskipun sinyal yang ditangkap saat ini sangat kuat, para ilmuwan tetap mengingatkan adanya unsur ketidakpastian. Dinamika lautan dan atmosfer terkadang bergerak di luar model prediksi. Namun, kewaspadaan dini terhadap pemanasan global menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana iklim yang kian nyata ini.

Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *