Dilema Ekosistem Kendaraan Listrik: Populasi Mobil Meroket, Fasilitas Charging Masih Terengah-engah

Bagus Setiawan | Totonews
27 Apr 2026, 12:45 WIB
Dilema Ekosistem Kendaraan Listrik: Populasi Mobil Meroket, Fasilitas Charging Masih Terengah-engah

TotoNews — Gelombang adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terus menunjukkan grafik yang menjanjikan. Namun, di balik antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap teknologi nir-emisi, muncul sebuah persoalan klasik yang hingga kini masih menghantui para pengguna di jalanan: ketimpangan jumlah infrastruktur pengisian daya dibandingkan dengan jumlah armada yang beredar.

Lompatan Populasi yang Signifikan

Berdasarkan catatan terbaru dari Kementerian ESDM, per Februari 2026, jumlah mobil penumpang berbasis listrik di Indonesia telah menyentuh angka 119 ribu unit. Lonjakan ini tergolong sangat masif jika berkaca pada akhir tahun 2024, di mana populasi mobil listrik baru bertengger di kisaran 35 ribu unit saja. Pertumbuhan yang berlipat ganda dalam waktu singkat ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik semakin menguat.

Baca Juga

Aturan Baru Pajak Kendaraan Listrik 2026: Tak Lagi Bebas PKB Secara Otomatis?

Aturan Baru Pajak Kendaraan Listrik 2026: Tak Lagi Bebas PKB Secara Otomatis?

Sayangnya, euforia kepemilikan kendaraan listrik ini belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan fasilitas pendukung. Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi, mengakui bahwa pertumbuhan infrastruktur pengisian daya belum mampu berlari secepat pertumbuhan jumlah kendaraannya. Fenomena antrean panjang di lokasi-lokasi strategis pun menjadi pemandangan yang tak terelakkan.

Rasio SPKLU yang Masih Jauh dari Ideal

Data menunjukkan bahwa per Februari 2026, jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh penjuru tanah air baru mencapai 4.892 titik yang tersebar di 3.163 lokasi. Dengan populasi mobil yang mencapai 119 ribu unit, maka rasio perbandingannya berada di kisaran 1:29. Artinya, satu titik pengisian daya secara teoritis harus melayani hampir 30 unit mobil listrik.

Baca Juga

Ola S1 X+: Skuter Listrik Rp 20 Jutaan dengan Jarak Tempuh 320 Km, Solusi Ideal untuk Armada MBG?

Ola S1 X+: Skuter Listrik Rp 20 Jutaan dengan Jarak Tempuh 320 Km, Solusi Ideal untuk Armada MBG?

“Secara total memang belum masif, namun pemerintah terus mendorong percepatannya. Meski untuk perjalanan jarak jauh seperti Jakarta ke Bali sudah tergolong aman karena ketersediaan titik pengisian di jalur utama, tantangan besar tetap ada pada pemerataan,” ujar Trois dalam keterangannya di Senayan, Jakarta Pusat.

Dominasi di Pulau Jawa dan Target Ambisius Pemerintah

Hingga saat ini, penyebaran infrastruktur pendukung masih bersifat Jawa-sentris. Dari total 4.892 unit SPKLU, sebanyak 3.638 unit berada di Pulau Jawa, dengan Jakarta sendiri menguasai 1.405 titik pengisian. Ketimpangan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk segera melakukan pemerataan akses ke wilayah-wilayah lain di luar Jawa.

Kendati demikian, pemerintah telah menyusun peta jalan yang cukup ambisius. Berdasarkan Kepmen ESDM No. 24.K/TL.01/MEM.L/2025, target pengembangan infrastruktur adalah sebagai berikut:

Baca Juga

Mengenal Chery Tiggo V: Inovasi Kendaraan ‘Bunglon’ yang Menggabungkan SUV, MPV, dan Pikap dalam Satu Platform

Mengenal Chery Tiggo V: Inovasi Kendaraan ‘Bunglon’ yang Menggabungkan SUV, MPV, dan Pikap dalam Satu Platform
  • Tahun Ini: Target 9.633 unit SPKLU.
  • Tahun 2030: Target meningkat tajam menjadi 62.918 unit.
  • Tahun 2034: Target ambisius mencapai 192.251 unit.

Meskipun angka-angka tersebut merupakan target formal, realisasinya akan sangat bergantung pada dinamika pasar dan seberapa cepat industri kendaraan listrik berkembang di masa depan. Bagi konsumen, ketersediaan pengisian daya yang mudah dijangkau dan tersebar merata adalah kunci utama untuk benar-benar beralih sepenuhnya ke mobilitas hijau tanpa rasa cemas (range anxiety).

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *