Dedikasi Hingga Akhir Hayat: Kisah Pilu Nurlaela, Guru yang Berpulang dalam Tragedi KRL Bekasi

Rizky Ramadhan | Totonews
29 Apr 2026, 10:42 WIB
Dedikasi Hingga Akhir Hayat: Kisah Pilu Nurlaela, Guru yang Berpulang dalam Tragedi KRL Bekasi

TotoNews — Senja di Stasiun Bekasi Timur biasanya menjadi penanda bagi Nurlaela (37) untuk segera melepas penat setelah seharian mengabdi sebagai pendidik. Namun, perjalanan pulang pada Senin (27/4/2026) malam itu justru menjadi lembaran terakhir dalam catatan hidupnya. Kereta rel listrik (KRL) yang selama ini menjadi saksi bisu perjuangannya mencerdaskan anak bangsa, kini bertransformasi menjadi kendaraan terakhir yang membawanya pulang ke haribaan Sang Ilahi.

Nurlaela merupakan satu dari sekian jiwa yang menjadi korban dalam insiden memilukan yang melibatkan kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Kabar ini menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan yang kehilangan salah satu pejuang literasi terbaiknya.

Baca Juga

Skandal Korupsi Fadia Arafiq: KPK Periksa Pejabat Pemkab Pekalongan Terkait Proyek Keluarga

Skandal Korupsi Fadia Arafiq: KPK Periksa Pejabat Pemkab Pekalongan Terkait Proyek Keluarga

Sosok Pendidik yang Tak Kenal Lelah

Dikenal sebagai pribadi yang ulet dan visioner, Nurlaela mengabdikan dirinya sebagai guru SD di Pejagan, Pulogebang. Semangat belajarnya pun tak pernah padam; ia baru saja menyelesaikan studi pascasarjana (S2) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) demi meningkatkan kualitas pengajarannya. Setiap harinya, ia menempuh rute Bekasi Timur-Cikarang Timur tanpa mengeluh, berangkat pagi dan pulang menjelang petang demi menjalankan tugas mulia.

Namun, kecemasan mulai menyelimuti kediamannya ketika Nurlaela tak kunjung tiba di rumah pada malam nahas tersebut. Mulyadi, paman korban, menceritakan bagaimana pihak keluarga dilanda kegelisahan hebat saat telepon genggam Nurlaela tidak memberikan jawaban.

“Kami sangat khawatir karena hari sudah larut dan beliau belum sampai. Saat kami mencoba menghubungi, bukan suara Nurlaela yang menjawab, melainkan orang lain. Pihak berwenang menginformasikan bahwa ponselnya ditemukan, namun keberadaan korban saat itu masih misterius,” kenang Mulyadi dengan nada getir.

Baca Juga

Komitmen Nyata Presiden Prabowo untuk Kesejahteraan Buruh: Bangun 1 Juta Rumah hingga Fasilitas Daycare

Komitmen Nyata Presiden Prabowo untuk Kesejahteraan Buruh: Bangun 1 Juta Rumah hingga Fasilitas Daycare

Kepastian yang Menyakitkan

Penantian penuh doa itu berakhir dengan kenyataan pahit. Pada Selasa (28/4) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, identitas Nurlaela terkonfirmasi sebagai salah satu korban kecelakaan. Jenazah almarhumah akhirnya dipulangkan ke rumah duka di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, dan tiba sekitar pukul 03.00 pagi.

Kepergian Nurlaela meninggalkan luka yang teramat dalam, terutama bagi putra semata wayangnya yang saat ini masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Almarhumah kini telah tenang di peristirahatan terakhirnya, sebuah kompleks pemakaman keluarga yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Penghormatan dari Pemerintah dan Kolega

Duka ini turut dirasakan oleh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian Nurlaela selama ini. Beliau menegaskan bahwa Nurlaela adalah sosok yang memiliki dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga

Strategi Baru KP2MI dan Pemprov Sulut: Memutus Rantai Pengiriman Pekerja Migran Ilegal

Strategi Baru KP2MI dan Pemprov Sulut: Memutus Rantai Pengiriman Pekerja Migran Ilegal

“Atas nama keluarga besar Dinas Pendidikan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh bagi keluarga yang ditinggalkan, mulai dari urusan administrasi, pemakaman, hingga dukungan psikososial,” jelas Nahdiana.

Senada dengan hal tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyampaikan pesan dari Gubernur Pramono Anung yang turut merasa kehilangan. Beliau menekankan bahwa kontribusi Nurlaela dalam mencerdaskan bangsa akan selalu dikenang sebagai amal jariyah yang tak terputus. Selamat jalan, Bu Guru Nurlaela. Dedikasimu akan tetap hidup dalam ingatan setiap murid dan rekan sejawatmu.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *