Horor Malam Hari di Tol Cikampek: Truk ‘Hantu’ Tanpa Lampu Nyaris Picu Tragedi Maut, Efektivitas Uji KIR Dipertanyakan

Bagus Setiawan | Totonews
07 Apr 2026, 02:20 WIB
Horor Malam Hari di Tol Cikampek: Truk 'Hantu' Tanpa Lampu Nyaris Picu Tragedi Maut, Efektivitas Uji KIR Dipertanyakan

TotoNews — Sebuah insiden yang menggetarkan bulu kuduk baru saja terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek, mengingatkan kita betapa tipisnya jarak antara nyawa dan maut di jalan raya. Sebuah rekaman video yang mendadak viral di media sosial memperlihatkan detik-detik mencekam saat sebuah mobil pribadi nyaris menghantam bagian belakang truk besar yang melaju dalam kegelapan total tanpa lampu belakang.

Kejadian yang terekam dalam kamera dashboard ini memicu gelombang kritik dari warganet yang mempertanyakan pengawasan di jalan tol serta legalitas kelayakan jalan kendaraan besar melalui mekanisme uji KIR. Dalam kegelapan malam yang pekat, truk tersebut seolah menjelma menjadi objek tak kasat mata yang siap menjemput petaka bagi pengendara lain yang kurang waspada.

Baca Juga

BYD Yangwang U9 Extreme: Hypercar Listrik Rp 50 Miliar yang Melampaui Rekor Kecepatan Bugatti

BYD Yangwang U9 Extreme: Hypercar Listrik Rp 50 Miliar yang Melampaui Rekor Kecepatan Bugatti

Detik-Detik Penyelamatan Berkat Teknologi

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim TotoNews dari unggahan akun Instagram dashcamindonesia, pengemudi mobil Hyundai Palisade yang terlibat dalam insiden tersebut mengaku sangat terguncang. Kejadian bermula saat ia tengah melaju di lajur dua Tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jawa Tengah sekitar pukul 21.00 WIB. Di tengah kondisi jalan yang minim penerangan, secara mengejutkan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) pada mobilnya memberikan peringatan dini.

Berkat sensor yang responsif, pengemudi berhasil melakukan manuver menghindar secara mendadak ke lajur kanan tepat sebelum tabrakan terjadi. Truk bermuatan penuh itu benar-benar tidak terlihat karena tidak ada satu pun lampu indikator belakang yang menyala. “Saya sampai gemetar, dada sakit karena shock. Beruntung sensor ADAS dan fitur stabilitas mobil bekerja dengan sangat baik,” ungkap sang pengemudi dalam narasi video tersebut. Setelah berhasil menghindar, ia sempat memberikan peringatan berupa klakson panjang kepada sopir truk yang tampaknya abai terhadap keselamatan berkendara tersebut.

Baca Juga

Mengintip Rincian Pajak Toyota Fortuner 2.4L Terbaru 2026, Naik Signifikan Tembus Rp 9 Juta!

Mengintip Rincian Pajak Toyota Fortuner 2.4L Terbaru 2026, Naik Signifikan Tembus Rp 9 Juta!

Lubang Hitam dalam Sistem Uji KIR

Fenomena truk ‘hantu’ tanpa lampu belakang ini bukanlah hal baru, namun tetap menjadi ancaman serius bagi kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Menanggapi kasus ini, praktisi keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, memberikan analisis tajamnya. Menurutnya, pencegahan seharusnya dilakukan sejak dini melalui pengawasan ketat dari Dinas Perhubungan.

“Secara regulasi, setiap angkutan umum dan logistik wajib menjalani uji KIR setiap enam bulan sekali. Namun, kondisi teknis kendaraan seperti lampu bisa saja rusak sehari setelah uji dilakukan. Di sinilah letak pentingnya tanggung jawab pemilik kendaraan,” jelas Jusri. Ia menekankan bahwa mengandalkan pemeriksaan periodik saja tidak cukup jika kesadaran pemilik armada terhadap kelaikan jalan masih rendah.

Baca Juga

Horor Rem Blong di Bekasi: Truk Bermuatan Besi Seruduk Antrean Kendaraan di Tambun

Horor Rem Blong di Bekasi: Truk Bermuatan Besi Seruduk Antrean Kendaraan di Tambun

Mendesak Tanggung Jawab Korporasi

Lebih lanjut, Jusri menyoroti ketimpangan penegakan hukum yang sering kali hanya menyasar sopir sebagai ujung tombak di lapangan. Padahal, akar permasalahannya sering kali ada pada manajemen perusahaan logistik yang lebih mementingkan profit dibandingkan standar keamanan. Banyak perusahaan yang memaksa armadanya beroperasi dalam kondisi tidak layak atau bahkan melakukan praktik truk ODOL (Over Dimension Over Load).

“Penegakan hukum jarang menyentuh pemilik atau perusahaan. Padahal, mereka yang memegang kendali atas perawatan armada. Jika hanya sopir yang ditindak, masalah ini tidak akan selesai karena tingkat pergantian sopir sangat tinggi. Harus ada sanksi tegas bagi perusahaan yang membiarkan armadanya membahayakan nyawa orang lain di jalan tol,” tegas Jusri kepada TotoNews.

Baca Juga

Keajaiban di Jerez: Marc Marquez Bangkit dari Crash untuk Rajai Sprint Race MotoGP Spanyol 2026

Keajaiban di Jerez: Marc Marquez Bangkit dari Crash untuk Rajai Sprint Race MotoGP Spanyol 2026

Selain faktor kendaraan, minimnya lampu penerangan di beberapa titik strategis jalan tol luar kota juga turut andil dalam memperbesar risiko kecelakaan. Masyarakat kini mendesak pihak pengelola jalan tol dan kepolisian untuk lebih proaktif dalam menindak kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas, demi memastikan bahwa perjalanan di jalan bebas hambatan tidak berubah menjadi tragedi yang memilukan.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *