Ekspor Burung Hias Indonesia Terganjal Konflik Timur Tengah, Mendag Tetap Optimis
TotoNews — Gejolak geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah rupanya membawa dampak domino hingga ke sektor ekonomi kreatif di tanah air. Salah satu yang paling merasakan imbasnya adalah industri ekspor burung hias Indonesia yang sempat mengalami perlambatan di awal tahun 2026 akibat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Dampak Nyata Konflik Geopolitik
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa kinerja pengiriman komoditas unik ini ke pasar internasional tidak berjalan mulus pada kuartal pertama tahun ini. Menurutnya, hambatan tersebut muncul karena negara-negara di Timur Tengah merupakan salah satu destinasi utama selain Singapura.
“Pasar utama kita adalah Singapura dan Timur Tengah. Mengingat kondisi di sana sedang dilanda konflik, tentu ada dampak yang dirasakan pada arus ekspor burung hias kita hingga periode Maret ini,” tutur Budi saat memberikan keterangan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Komitmen Prabowo di Hari Buruh: Perkuat Perlindungan Sosial Rp 500 Triliun dan Visi Besar Makan Bergizi Gratis
Rekam Jejak Gemilang di Tahun Sebelumnya
Padahal, jika menilik ke belakang, industri ini sedang berada dalam tren positif yang luar biasa. Pada tahun 2025, sektor ini mencatatkan lonjakan nilai perdagangan yang fantastis, mencapai Rp 12,5 miliar. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 237 persen jika dibandingkan dengan capaian di tahun 2024.
“Tahun lalu kita melihat antusiasme pasar global yang sangat tinggi terhadap burung hias Indonesia hasil penangkaran. Kenaikan lebih dari dua kali lipat ini membuktikan bahwa kualitas hasil ternak kita sudah diakui dunia,” tambah Budi menjelaskan potensi besar yang dimiliki para peternak lokal.
Optimisme Menuju Sisa Tahun 2026
Meski mengawali tahun dengan tantangan berat, pemerintah tetap menyimpan optimisme tinggi. Mendag meyakini bahwa setelah melewati bulan Maret, grafik ekspor akan kembali menanjak seiring dengan upaya diversifikasi pasar dan stabilitas logistik yang terus diperbaiki.
Transformasi Warung Kelontong Menjadi Gurita Bisnis: Kisah Inspiratif Siti Soleha Mendulang Rupiah Lewat Agen BRILink
Ia menekankan bahwa semakin luas pasar mancanegara terbuka, maka kesejahteraan para peternak burung di dalam negeri pun akan semakin meningkat. Tantangan di Timur Tengah dianggap sebagai ujian sementara dalam perjalanan panjang industri hobi yang kini telah bertransformasi menjadi sektor devisa yang menjanjikan bagi Indonesia.
Hingga saat ini, pemerintah terus memantau situasi global sambil mencari celah pasar baru agar ketergantungan pada satu kawasan tertentu dapat diminimalisir, sehingga roda bisnis burung hias tetap bisa terbang tinggi tanpa hambatan berarti.