Melampaui Batas Apollo 13: Kru Artemis II Resmi Menjadi Manusia Terjauh dari Bumi

Andini Putri Lestari | Totonews
07 Apr 2026, 06:51 WIB
Melampaui Batas Apollo 13: Kru Artemis II Resmi Menjadi Manusia Terjauh dari Bumi

TotoNews — Sejarah baru saja terukir di kegelapan abadi ruang angkasa. Lebih dari setengah abad setelah misi legendaris Apollo 13 mencatatkan rekor jarak terjauh manusia dari planet asalnya, kini empat astronot dalam misi Artemis II telah melangkah lebih jauh, menembus batas yang sebelumnya dianggap sebagai titik puncak pencapaian manusia.

Pada Selasa (7/4/2026) waktu WIB, kapsul Orion yang mengangkut empat penjelajah modern tersebut mencapai jarak fantastis yakni 406.770 kilometer dari Bumi. Angka ini secara resmi menumbangkan rekor lama milik Apollo 13 yang bertahan sejak 1970 di angka 400.171 kilometer. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa ambisi eksplorasi luar angkasa manusia belum menemui titik jenuh.

Baca Juga

Pesta Pora Blaugrana dan Duka Los Blancos: Deretan Meme Menohok yang Mengiringi Langkah Barcelona Juara La Liga

Pesta Pora Blaugrana dan Duka Los Blancos: Deretan Meme Menohok yang Mengiringi Langkah Barcelona Juara La Liga

Detik-Detik Menegangkan di Sisi Jauh Bulan

Momen bersejarah ini terjadi saat kapsul Orion melintas di sisi jauh Bulan—sebuah wilayah misterius yang secara permanen membelakangi Bumi. Di titik ekstrem ini, kru Artemis II yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, sempat mengalami keheningan total. Komunikasi radio dengan pusat kendali di Bumi terputus selama kurang lebih 40 menit karena terhalang oleh raksasa abu-abu tersebut.

Jared Isaacman, Administrator NASA, melalui pernyataannya menegaskan signifikansi momen ini. Ia menyebut bahwa Artemis II telah mencapai titik maksimum perjalanannya dan kini sedang dalam fase kembali ke pelukan Bumi. Keberanian para kru ini menjadi simbol kembalinya kejayaan manusia di antariksa.

Baca Juga

Dilema Ikan Sapu-Sapu: Santapan Lezat di Amazon, Ancaman Beracun di Perairan Jakarta

Dilema Ikan Sapu-Sapu: Santapan Lezat di Amazon, Ancaman Beracun di Perairan Jakarta

Sentuhan Emosional di Tengah Kesunyian Antariksa

Meski berada ratusan ribu kilometer jauhnya, sisi kemanusiaan tetap terasa kental dalam misi ini. Di tengah kesibukan memantau instrumen kapsul Orion, para kru sempat mengusulkan nama untuk dua kawah Bulan yang mereka amati langsung dari jendela pesawat. Salah satu kawah diusulkan dengan nama Integrity, sementara kawah lainnya diberi nama Carroll sebagai penghormatan emosional bagi mendiang istri sang komandan misi, Reid Wiseman.

Tak hanya itu, tim kendali di Bumi juga mengirimkan pesan elektronik yang kini tercatat sebagai komunikasi email terpanjang dalam sejarah peradaban manusia, sebuah simbol jembatan penghubung antara rumah dan perbatasan terjauh yang pernah dicapai spesies kita.

Baca Juga

Diplomasi Langit: Bagaimana Teknologi Anti-Drone Ukraina Menjadi Perisai Baru di Jazirah Arab

Diplomasi Langit: Bagaimana Teknologi Anti-Drone Ukraina Menjadi Perisai Baru di Jazirah Arab

Fondasi Menuju Pendaratan di Bulan dan Mars

Misi Artemis II sendiri telah diluncurkan pada 1 April 2026 menggunakan roket perkasa Space Launch System (SLS) dari Kennedy Space Center, Florida. Selama 10 hari perjalanan, misi ini berfungsi sebagai uji coba krusial sebelum manusia benar-benar kembali menjejakkan kaki di permukaan Bulan pada misi Artemis III mendatang.

Berbeda dengan para pendahulunya di era Apollo, Artemis II melakukan metode flyby atau terbang melintas sebelum akhirnya diarahkan kembali untuk melakukan pendaratan di Samudra Pasifik. Keberhasilan ini bukan hanya soal memecahkan rekor jarak, tetapi merupakan batu loncatan besar bagi impian manusia yang lebih besar: membangun koloni di Bulan dan mengirimkan perwakilan pertama kita ke Planet Merah, Mars.

Baca Juga

Sinergi Raksasa: Nvidia dan Corning Bangun Megaproyek Fiber Optik demi Ambisi Global Kecerdasan Buatan

Sinergi Raksasa: Nvidia dan Corning Bangun Megaproyek Fiber Optik demi Ambisi Global Kecerdasan Buatan
Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *