Mencari Sosok ‘Hoegeng Muda’: Perdebatan Sengit Dewan Pakar Menentukan 15 Kandidat Terbaik Hoegeng Awards 2026

Rizky Ramadhan | Totonews
18 Mei 2026, 10:42 WIB
Mencari Sosok 'Hoegeng Muda': Perdebatan Sengit Dewan Pakar Menentukan 15 Kandidat Terbaik Hoegeng Awards 2026

TotoNews — Di tengah dinamika institusi kepolisian yang terus menjadi sorotan publik, upaya untuk menemukan sosok polisi teladan yang benar-benar mewarisi semangat Jenderal Hoegeng Iman Santoso bukanlah perkara mudah. Hal ini dirasakan langsung oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 saat berkumpul di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026). Dalam rapat yang berlangsung penuh kecermatan tersebut, para pakar harus menyaring ribuan usulan menjadi 15 besar kandidat yang akan mewakili wajah ideal Korps Bhayangkara.

Pemilihan tahun ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah misi pencarian nilai-nilai kejujuran yang kian langka. Dewan Pakar mengakui bahwa menentukan siapa yang layak masuk dalam jajaran tiga besar untuk lima kategori yang tersedia memicu diskusi panjang, terutama saat berbicara mengenai aspek integritas. Hoegeng Awards 2026 kali ini menghadirkan lima kategori utama: Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, Polisi Tapal Batas dan Pedalaman, serta kategori yang paling prestisius sekaligus paling sulit dinilai, yaitu Polisi Berintegritas.

Baca Juga

Mengenang Marsinah di Nganjuk: Presiden Prabowo Subianto Sebut Tragedi Kelam Ini Seharusnya Tak Pernah Terjadi

Mengenang Marsinah di Nganjuk: Presiden Prabowo Subianto Sebut Tragedi Kelam Ini Seharusnya Tak Pernah Terjadi

Kurasi Ketat oleh Tokoh-Tokoh Berintegritas

Komposisi Dewan Pakar tahun ini mencerminkan keseriusan panitia dalam menjaga objektivitas. Mereka adalah Dr. Habiburokhman, S.H., M.H. (Ketua Komisi III DPR RI), Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian), Putu Elvina, S.Psi., MM (Wakil Ketua Komnas HAM), Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M. (Mantan Plt Pimpinan KPK), dan Gufron Mabruri (Anggota Kompolnas). Dengan latar belakang yang beragam, mulai dari legislatif, aktivis kemanusiaan, hingga penegak hukum, setiap kandidat dipreteli rekam jejaknya tanpa ampun.

Habiburokhman menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terjebak pada penilaian permukaan semata. “Kami memiliki referensi yang sangat lengkap. Segala informasi yang kami himpun, baik dari laporan media maupun data lapangan lainnya, menjadi rujukan utama kami. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan penilaian benar-benar objektif dan tidak ada bias kepentingan,” ujarnya dengan nada tegas usai memimpin rapat pleno tersebut.

Baca Juga

Skandal di Balik Seragam: 14 SK Anggota Satpol PP Bogor Digadaikan Atasan demi Kepentingan Pribadi

Skandal di Balik Seragam: 14 SK Anggota Satpol PP Bogor Digadaikan Atasan demi Kepentingan Pribadi

Integritas: Standar Tinggi yang Tak Bisa Dinegosiasi

Dari kelima kategori yang ada, kategori Polisi Berintegritas menjadi ‘medan tempur’ diskusi yang paling rumit. Mengapa demikian? Karena integritas tidak bisa diukur hanya dari satu atau dua prestasi heroik yang viral di media sosial. Mas Achmad Santosa menjelaskan bahwa Dewan Pakar menetapkan standar yang sangat tinggi, hampir mendekati mustahil jika sang polisi memiliki celah sekecil apa pun dalam rekam jejaknya.

“Integritas itu bukan soal aksi sesaat, tapi konsistensi seumur hidup. Kami harus membedah laporan kekayaan (LHKPN) mereka, melihat apakah ada indikasi konflik kepentingan (conflict of interest) dalam setiap keputusan yang mereka ambil selama bertugas. Mencari polisi yang berprestasi itu banyak, tapi mencari yang bersih total tanpa kompromi itulah yang membuat kami harus bekerja ekstra keras,” tambah Habiburokhman. Senada dengan itu, Alissa Wahid menekankan bahwa figur Jenderal Hoegeng yang sederhana dan jujur adalah kompas utama mereka. Baginya, kejujuran adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam proses seleksi ini.

Baca Juga

Penantian 25 Tahun Berakhir: Jalan Nyikambang Cilegon Segera Dibangun Melalui Program ‘Bang Andra’

Penantian 25 Tahun Berakhir: Jalan Nyikambang Cilegon Segera Dibangun Melalui Program ‘Bang Andra’

Pengecekan Berlapis demi Menjaga Kredibilitas

Gufron Mabruri dari Kompolnas menambahkan bahwa pengecekan dilakukan secara berlapis. Hal ini penting karena penerima penghargaan ini nantinya akan menjadi simbol sekaligus wajah utama Polri di mata masyarakat. Jika sampai terpilih orang yang salah, maka kredibilitas penghargaan ini akan runtuh. Putu Elvina dari Komnas HAM pun memastikan bahwa dewan pakar sangat selektif dan berkomitmen untuk tidak bisa diintervensi oleh pihak mana pun dalam menentukan hasil akhir.

“Setiap tahun, kami semakin ketat. Kami menyortir rekam jejak, pengalaman, hingga bagaimana mereka menjaga diri dari godaan jabatan. Kami ingin siapapun yang terpilih adalah orang-orang yang memang layak dan tidak memiliki potensi untuk bermasalah di masa depan,” ungkap Putu.

Baca Juga

Aksi Cepat Polres OKU Timur: Markas Bandar Sabu Digerebek, Lima Pria Berhasil Diringkus

Aksi Cepat Polres OKU Timur: Markas Bandar Sabu Digerebek, Lima Pria Berhasil Diringkus

Daftar Lengkap 15 Kandidat Terpilih Hoegeng Awards 2026

Setelah melalui proses perdebatan yang panjang dan melelahkan, berikut adalah 15 polisi yang berhasil menembus barisan kandidat terbaik berdasarkan kategori masing-masing:

1. Kategori Polisi Berdedikasi

  • Aiptu Dafit Rico Dermawan: Kasubnit II Unit 6 Sat Reskrim Polresta Padang.
  • Brigpol Kamaludin: Bhabinkamtibmas Desa Sermong, Taliwang, Sumbawa Barat, NTB.
  • Kombes Eko Budhi Purwono: Dirbinmas Polda Riau.

2. Kategori Polisi Inovatif

  • Aipda Frits Bidara: Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
  • Kombes Christian Tobing: Kapolresta Sidoarjo, Jawa Timur.
  • Brigadir Renita Rismayanti: Anggota Divisi Hubungan Internasional Polri.

3. Kategori Polisi Pelindung Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan

  • Ipda Kadek Sumerta: Panit Reskrim Polsek Blahbatuh, Gianyar, Bali.
  • AKP Siti Elminawati: Kasat Reskrim Polres Sigi, Polda Sulawesi Tengah.
  • AKBP Ema Rahmawati: Kasubbag Binops Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri.

4. Kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman

  • Iptu Bastian Tuhuteru: Kapolsek Leksula, Buru Selatan, Maluku.
  • Ipda Motalip Litiloly: Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua.
  • Bripka Hamzah Ladema: Bhabinkamtibmas Desa Sonit, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.

5. Kategori Polisi Berintegritas

  • Kombes Muhammad Arsal Sahban: Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Polri.
  • Kombes Norul Hidayat: Kepala SPN Polda Bangka Belitung.
  • Kombes Yimmy Kurniawan: Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri.

Menanti Sang Pemenang

Ke-15 kandidat ini kini memasuki fase uji publik. Masyarakat diajak untuk memberikan masukan dan informasi tambahan mengenai rekam jejak mereka. Ajang Hoegeng Awards bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah pengingat bagi seluruh anggota kepolisian di Indonesia bahwa kejujuran, dedikasi, dan profesionalisme tetap memiliki tempat tertinggi di hati rakyat. Siapakah yang akhirnya akan membawa pulang trofi kehormatan ini? Kita tunggu pengumumannya, namun satu hal yang pasti, mereka semua adalah pemenang yang telah memberikan harapan baru bagi masa depan kepolisian Indonesia.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *