Perluas Jaring Pengaman, BPJS Ketenagakerjaan Fokus Bidik Jutaan Pekerja Informal dan Pelaku UMKM

Siti Aminah | Totonews
07 Apr 2026, 14:22 WIB
Perluas Jaring Pengaman, BPJS Ketenagakerjaan Fokus Bidik Jutaan Pekerja Informal dan Pelaku UMKM

TotoNews — Langkah berani diambil oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kali ini, fokus utama dialihkan kepada para pekerja informal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi namun sering kali terabaikan dalam aspek proteksi kerja.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa penetrasi ke sektor non-formal ini merupakan respons atas dinamika pasar tenaga kerja yang terus berubah. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan pekerja di sektor informal justru menunjukkan tren yang jauh lebih signifikan dibandingkan sektor formal.

Kolaborasi Strategis dan Inovasi Jangkauan

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa lonjakan jumlah pekerja informal tidak bisa kami tangani sendirian. Oleh karena itu, strategi kami adalah memperluas kemitraan untuk menjangkau mereka hingga ke pelosok,” ujar Saiful dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta.

Baca Juga

BRI Consumer Expo 2026: Oase Finansial dengan Bunga KPR 1,75% dan Konser Megah di Surabaya

BRI Consumer Expo 2026: Oase Finansial dengan Bunga KPR 1,75% dan Konser Megah di Surabaya

Tak hanya menyasar pelaku UMKM konvensional, BPJS Ketenagakerjaan juga mulai melirik para pemain di ekosistem ekonomi digital. Kelompok ini, yang mencakup para pekerja lepas (freelancer) hingga pengemudi ojek daring, dinilai sangat membutuhkan payung perlindungan atas risiko kecelakaan kerja maupun jaminan hari tua.

Pendekatan Melalui Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Guna memuluskan langkah tersebut, Saiful menekankan pentingnya sosialisasi yang lebih membumi. Rencananya, lembaga ini akan menggandeng figur-figur publik dan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh kuat di komunitasnya untuk mengedukasi pentingnya jaminan sosial.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok pekerja rentan dengan penghasilan rendah. BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah untuk memastikan mereka tetap terlindungi. “Untuk masyarakat yang sudah masuk kategori mandiri, mulai dari desil 5 ke atas, kami tetap akan melakukan pendekatan agresif agar mereka segera bergabung dalam kepesertaan,” imbuhnya.

Baca Juga

Ancaman Siber AI Mythos: Scott Bessent dan Jerome Powell Kumpulkan Raksasa Perbankan AS

Ancaman Siber AI Mythos: Scott Bessent dan Jerome Powell Kumpulkan Raksasa Perbankan AS

Transformasi Layanan: 8 Menit Menuju Kenyamanan

Di sisi operasional, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen melakukan revolusi dalam kualitas layanan publik. Salah satu target ambisius yang dicanangkan adalah memangkas waktu tunggu layanan di kantor cabang, dari semula rata-rata 10 menit menjadi hanya 8 menit saja.

Efisiensi ini akan dicapai melalui sistem otomatisasi layanan yang terintegrasi secara end-to-end. Saiful berharap, dengan durasi pelayanan yang lebih singkat dan proses yang lebih efisien, tidak akan ada lagi penumpukan antrean, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dan dihargai saat mengurus hak-hak mereka.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *