Kisah Inspiratif Sri Haryadi: Mengubah Kebosanan WFH Menjadi Bisnis Kuliner Kooe.id yang Melejit Bersama BRI

Siti Aminah | Totonews
25 Mei 2026, 00:42 WIB
Kisah Inspiratif Sri Haryadi: Mengubah Kebosanan WFH Menjadi Bisnis Kuliner Kooe.id yang Melejit Bersama BRI

TotoNews — Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada awal tahun 2020 bukan sekadar catatan kelam dalam sejarah kesehatan global, namun juga menjadi titik balik krusial bagi lanskap ekonomi kreatif di Indonesia. Di tengah pembatasan mobilitas, muncul gelombang inovasi dari sudut-sudut hunian warga yang terpaksa berdiam diri. Salah satu kisah sukses yang patut menjadi teladan adalah perjalanan Sri Haryadi, seorang pria yang berhasil menyulap kebijakan work from home (WFH) menjadi sebuah peluang bisnis kuliner yang kini berkembang pesat di bawah bendera Kooe.id.

Awal Mula yang Tak Terduga: Dari Kebosanan Menuju Kreasi

Sabtu siang di kawasan Matraman, Jakarta Timur, suasana nampak hangat. Di sebuah kios yang terletak strategis di Jalan Utan Kayu Raya, tepatnya di belakang SPBU COCO Pramuka, Sri Haryadi terlihat sibuk merapikan produk-produknya. Lemari pendingin di kios tersebut menjadi saksi bisu perjuangannya; berderet rapi berbagai hidangan penutup (dessert) yang menggugah selera. Kepada tim TotoNews, Sri mengenang kembali masa-masa sulit saat pandemi pertama kali mengetuk pintu rumahnya.

Baca Juga

Poros Baru Washington-Beijing: Donald Trump dan Xi Jinping Sepakati Transaksi Raksasa Pesawat Boeing hingga Pasokan Energi AS

Poros Baru Washington-Beijing: Donald Trump dan Xi Jinping Sepakati Transaksi Raksasa Pesawat Boeing hingga Pasokan Energi AS

“Pada saat pandemi itu, saya sebenarnya masih berstatus sebagai karyawan aktif. Kantor menerapkan kebijakan WFH selama tiga bulan penuh. Waktu luang yang mendadak melimpah itulah yang membuat saya mulai mencari kesibukan di luar pekerjaan kantor,” kenang Sri dengan mata berbinar. Awalnya, ia mencoba peruntungan di dunia botani dengan merawat tanaman hias, namun tampaknya ‘tangan dinginnya’ lebih cocok berada di dapur daripada di taman.

Sebagai seseorang yang memiliki hobi makan, Sri mulai mengalihkan fokusnya ke dunia kuliner, khususnya kategori camilan manis. Berbekal tutorial dari YouTube, ia mulai bereksperimen. Produk pertama yang lahir dari tangannya adalah puding regal. Tanpa disangka, eksperimen sederhana ini mendapatkan respon luar biasa dari lingkaran pertemanan terdekatnya. Kata ‘enak’ yang terus mengalir menjadi bahan bakar semangatnya untuk terus melangkah lebih jauh dalam dunia usaha mikro.

Baca Juga

Teka-teki Kepemilikan Terpusat WBSA: Baru Sebulan Melantai, OJK dan BEI Beri Peringatan Keras bagi Investor

Teka-teki Kepemilikan Terpusat WBSA: Baru Sebulan Melantai, OJK dan BEI Beri Peringatan Keras bagi Investor

Filosofi Kooe.id: Kue untuk Kamu

Keberhasilan awal puding regal tersebut membawa Sri pada sebuah keputusan besar. Saat jadwal masuk kantor kembali normal di tengah pandemi, ia sering membawa buah tangannya untuk dibagikan kepada rekan kerja. Dorongan dari teman-teman kantornya yang menyarankan agar ia mulai berjualan secara serius pun akhirnya ia amini. Awalnya, ia menggunakan sistem pre-order dengan ukuran loyang besar, sebelum akhirnya beralih ke kemasan sekali makan yang lebih praktis.

Nama merek yang dipilih pun memiliki makna mendalam. “Kooe.id” bukan sekadar nama tanpa arti. Dalam bahasa Jawa, kata ‘Kowe’ berarti ‘Kamu’. Sri ingin setiap produk yang ia ciptakan terasa personal, seolah-olah itu adalah sebuah persembahan spesial atau “Kue untuk Kamu”. Logo dan identitas visualnya pun lahir dari diskusi hangat bersama para sahabat yang mendukung penuh langkahnya. Setelah resmi pensiun pada tahun 2022, Sri memutuskan untuk mencurahkan seluruh energi dan waktunya untuk membesarkan UMKM Jakarta miliknya ini.

Baca Juga

Revolusi Standar Konsumsi: Makanan, Kosmetik, hingga Tekstil Wajib Bersertifikat Halal pada Oktober 2026

Revolusi Standar Konsumsi: Makanan, Kosmetik, hingga Tekstil Wajib Bersertifikat Halal pada Oktober 2026

Ekspansi Produk dan Strategi Pemasaran Digital

Seiring berjalannya waktu, Kooe.id tidak lagi hanya dikenal dengan puding regalnya. Sri mulai melakukan diversifikasi produk untuk memenuhi selera pasar yang terus berubah. Kini, pelanggan bisa menikmati mango sago yang menjadi primadona, air kelapa murni botolan yang telah terjual ribuan unit, es teler, hingga produk terbaru berupa aneka sambal botolan untuk pendamping lauk pauk. Strategi pemasaran yang dilakukan Sri tergolong cerdik meskipun sederhana.

Ia memanfaatkan kekuatan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp untuk menjaga hubungan dengan pelanggan setia. Strategi word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut terbukti menjadi senjata ampuh bagi Kooe.id. Banyak pelanggan baru yang datang, termasuk dari kalangan korporasi besar yang memesan produknya untuk berbagai acara kantor. Kepercayaan konsumen ini menjadi bukti bahwa kualitas rasa yang ditawarkan oleh Sri memang berada di atas rata-rata produk lokal lainnya.

Baca Juga

Diplomasi Spektakuler di Beijing: Trump Boyong Musk dan Jensen Huang dalam Misi Ekonomi Bersejarah ke China

Diplomasi Spektakuler di Beijing: Trump Boyong Musk dan Jensen Huang dalam Misi Ekonomi Bersejarah ke China

Lompatan Kuantum Bersama Rumah BUMN Jakarta dan BRI

Memasuki tahun 2025, Sri Haryadi menyadari bahwa untuk bisa benar-benar ‘naik kelas’, ia tidak bisa berjalan sendirian. Ia membutuhkan ekosistem yang mendukung pertumbuhannya. Ketertarikannya pada Rumah BUMN Jakarta bermula dari sebuah status WhatsApp temannya. Tanpa ragu, ia mendatangi kantor Rumah BUMN yang dikelola oleh BRI di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat.

“Saya datang dengan inisiatif membawa produk langsung untuk meyakinkan mereka. Feeling saya mengatakan bahwa kualitas produk adalah bukti terbaik,” ungkap Sri. Sambutan hangat yang diterimanya dari pihak pengelola membuatnya merasa yakin bahwa ia berada di tempat yang tepat. Bergabung dengan Rumah BUMN menjadi gerbang pembuka bagi berbagai peluang kolaborasi dan edukasi yang selama ini sulit ia akses secara mandiri.

Kekuatan Kolaborasi dalam Ekosistem UMKM

Salah satu manfaat paling nyata yang dirasakan Sri setelah menjadi bagian dari binaan BRI adalah terbukanya jaringan pertemanan antar pelaku usaha. Ia menceritakan pengalamannya saat mendapatkan pesanan besar yang melampaui kapasitas produksinya sendiri. Kala itu, ia menerima pesanan 400 porsi menu tertentu dan 200 buko pandan serta bubur sumsum.

“Karena saya sudah tidak sanggup menangani sendiri, saya berkolaborasi dengan sesama rekan di Rumah BUMN. Saya mengenal produk mereka dan tahu kualitas orangnya, jadi saya tidak ragu merekomendasikannya kepada pelanggan saya. Inilah esensi dari ekosistem yang dibangun BRI; kita tidak bersaing secara buta, tapi saling mendukung untuk memenuhi permintaan pasar,” jelasnya. Kolaborasi ini menunjukkan betapa pentingnya pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dalam menjaga keberlangsungan usaha kecil.

Edukasi dan Pelatihan: Kunci Transformasi Digital

Selain jaringan kolaborasi, Sri juga sangat aktif mengikuti berbagai kelas pelatihan yang disediakan secara gratis oleh Rumah BUMN Jakarta. Mulai dari kurikulum pemasaran digital hingga manajemen keuangan, ia serap semuanya demi memperkuat struktur bisnis Kooe.id. Ia mengakui bahwa ilmu yang didapatkannya sangat relevan dengan kebutuhan lapangan saat ini.

Jajang Rohmana, Koordinator Rumah BUMN Jakarta, menjelaskan bahwa saat ini BRI mengelola sedikitnya 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia. Tujuannya jelas: membentuk ekosistem ekonomi digital yang mandiri dan berkelanjutan. Di sini, para pelaku UMKM diasah keterampilan kewirausahaannya, diberikan pendampingan untuk go digital, hingga dibantu akses permodalannya.

Masa Depan UMKM: Menuju Kemandirian Bangsa

Perjalanan Sri Haryadi dan Kooe.id adalah representasi dari semangat pantang menyerah pelaku usaha Indonesia. Dukungan dari institusi perbankan seperti BRI melalui Rumah BUMN menjadi katalisator penting yang mempercepat transisi usaha mikro menjadi usaha yang lebih profesional dan kompetitif. Kini, Sri tidak hanya berjualan makanan, ia sedang membangun sebuah warisan rasa yang diharapkan bisa terus berkembang dan menginspirasi banyak orang yang ingin memulai bisnis dari nol.

Dengan dedikasi yang tinggi dan dukungan ekosistem yang tepat, UMKM di Indonesia terbukti mampu bertahan dan bahkan bersinar di tengah badai ekonomi sekalipun. Kisah Sri Haryadi mengingatkan kita semua bahwa peluang selalu ada di balik setiap tantangan, selama kita memiliki kemauan untuk belajar, berkolaborasi, dan terus berinovasi dalam memberikan yang terbaik bagi pelanggan.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *