Prabowo Wanti-wanti Danantara Jaga Rp 17.000 Triliun: Inilah Benteng Kedaulatan Ekonomi Masa Depan

Siti Aminah | Totonews
24 Mei 2026, 08:42 WIB
Prabowo Wanti-wanti Danantara Jaga Rp 17.000 Triliun: Inilah Benteng Kedaulatan Ekonomi Masa Depan

TotoNews — Di bawah langit Kebumen yang terik namun penuh harapan, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan sebuah pesan fundamental yang akan menjadi arah baru bagi pengelolaan kekayaan nasional. Di tengah hamparan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), sebuah lokasi yang melambangkan potensi ekonomi pesisir, sang Presiden memberikan instruksi keras kepada jajaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengenai amanah raksasa yang kini mereka pikul.

Prabowo Subianto tidak sedang berbicara tentang angka yang kecil. Dalam pidatonya yang sarat akan visi nasionalisme ekonomi, ia menegaskan bahwa Danantara memegang kendali atas aset negara yang nilainya mencapai angka fantastis, yakni Rp 17.000 triliun atau setara dengan US$ 1 triliun. Angka ini bukan sekadar deretan nol di atas kertas, melainkan manifestasi dari keringat, harapan, dan masa depan seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga

Kritik Tajam Menkeu Purbaya: Sebut Bank Dunia Salah Hitung dan Tebar Sentimen Negatif Ekonomi RI

Kritik Tajam Menkeu Purbaya: Sebut Bank Dunia Salah Hitung dan Tebar Sentimen Negatif Ekonomi RI

Amanat Tegas: Jangan Biarkan Uang Rakyat Menguap

Dengan nada bicara yang tegas namun penuh perhatian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dikelola oleh Danantara harus dipertanggungjawabkan hingga ke satuan terkecil. Beliau memberikan penekanan khusus pada kata ‘kebocoran’, sebuah fenomena yang selama ini sering menghantui birokrasi dan tata kelola ekonomi nasional kita.

“Yang dikelola ini tidak tanggung-tanggung, ada 1.040 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi ini. Nilai totalnya hampir menyentuh US$ 1 triliun. Ini adalah uang rakyat, harta bangsa. Maka dari itu, saya instruksikan kepada Pak Dony dan seluruh stafnya: urus ini baik-baik. Jangan sampai ada kebocoran, jangan biarkan uang itu menguap begitu saja tanpa hasil yang nyata bagi masyarakat,” ungkap Prabowo di sela-sela agenda panen raya udang tersebut.

Baca Juga

Polemik Ribuan Motor Listrik Badan Gizi Nasional, Menkeu Purbaya: Fokus Harusnya pada Kualitas Pangan

Polemik Ribuan Motor Listrik Badan Gizi Nasional, Menkeu Purbaya: Fokus Harusnya pada Kualitas Pangan

Pesan ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan investasi negara akan menjadi prioritas utama. Beliau tidak ingin Danantara hanya menjadi sekadar lembaga administratif, melainkan sebuah mesin penggerak kemakmuran yang bersih dari praktik-praktik koruptif dan pemborosan anggaran.

Filosofi Daya Anagata Nusantara: Menjaga Warisan Anak Cucu

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga membedah makna mendalam di balik nama ‘Daya Anagata Nusantara’. Nama ini bukan sekadar identitas korporasi, melainkan sebuah filosofi tentang keberlangsungan bangsa. Beliau menjelaskan bahwa ‘Daya’ melambangkan energi dan kekuatan yang harus dimiliki Indonesia untuk berdiri tegak di kancah global.

‘Anagata’ yang berarti masa depan, memberikan pesan bahwa apa yang ditanam hari ini harus bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Sementara ‘Nusantara’ mengukuhkan bahwa cakupan pengelolaan ini mencakup seluruh pelosok negeri dari Sabang sampai Merauke. “Danantara adalah dana kedaulatan kita. Ini adalah modal bangsa untuk memastikan bahwa anak cucu kita tidak akan kekurangan. Mereka mengelola kekayaan seluruh bangsa,” tambah Prabowo dengan penuh keyakinan.

Baca Juga

Alarm Keras Defisit! Rasio Klaim BPJS Kesehatan 2026 Capai Rekor Tertinggi dalam 8 Tahun

Alarm Keras Defisit! Rasio Klaim BPJS Kesehatan 2026 Capai Rekor Tertinggi dalam 8 Tahun

Konsep ini mirip dengan *Sovereign Wealth Fund* (SWF) di negara-negara maju seperti Temasek di Singapura atau GIC, namun dengan karakter unik Indonesia yang mengintegrasikan ribuan BUMN ke dalam satu orkestrasi besar. Tujuannya jelas: optimalisasi aset untuk mendongkrak peringkat kedaulatan ekonomi Indonesia di mata dunia.

Struktur Kepemimpinan dan Konsolidasi 1.040 BUMN

Untuk menjalankan misi mahabesar ini, Prabowo telah menunjuk Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN. Penunjukan ini dipandang strategis mengingat rekam jejak Dony yang dikenal sebagai praktisi bisnis yang mahir dalam melakukan restrukturisasi dan peningkatan nilai tambah perusahaan.

Mengonsolidasikan 1.040 BUMN bukanlah perkara mudah. Ini melibatkan sinkronisasi berbagai sektor, mulai dari energi, telekomunikasi, keuangan, hingga pangan. Prabowo berharap dengan adanya Danantara, ego sektoral antar-BUMN dapat dikikis dan digantikan dengan sinergi yang produktif. Fokus utamanya adalah bagaimana ribuan perusahaan pelat merah tersebut dapat berkontribusi maksimal pada dividen negara tanpa kehilangan peran sosialnya sebagai agen pembangunan.

Baca Juga

Bukan Sekadar Plesiran, Presiden Prabowo Ungkap Alasan Diplomasi Maraton Demi Amankan Stok BBM Nasional

Bukan Sekadar Plesiran, Presiden Prabowo Ungkap Alasan Diplomasi Maraton Demi Amankan Stok BBM Nasional

Danantara diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi investor global. Dengan pengelolaan yang profesional dan jauh dari citra ‘birokrasi yang lambat’, lembaga ini ditargetkan mampu memobilisasi modal asing untuk proyek-proyek strategis nasional, mulai dari infrastruktur hingga hilirisasi industri.

Tantangan Besar dalam Pengelolaan Aset Rp 17.000 Triliun

Mengelola aset sebesar Rp 17.000 triliun tentu membawa risiko yang juga sebanding. Publik menanti bagaimana mekanisme pengawasan yang akan diterapkan untuk mencegah apa yang disebut Presiden sebagai ‘penguapan’ dana. Transparansi dalam pelaporan keuangan serta audit yang ketat menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Banyak pengamat pengelolaan BUMN menilai bahwa langkah Prabowo memperkenalkan Danantara adalah loncatan besar. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan lembaga ini sangat bergantung pada integritas orang-orang di dalamnya. Pesan Prabowo di Kebumen menjadi pengingat abadi bahwa di pundak para pengelola Danantara, terdapat harapan ratusan juta rakyat Indonesia akan kehidupan yang lebih sejahtera.

Prabowo menekankan bahwa Dana Kedaulatan ini harus menjadi benteng pertahanan ekonomi saat terjadi guncangan global. Dengan memiliki cadangan dana yang kuat dan aset yang produktif, Indonesia akan memiliki daya tawar yang lebih tinggi dalam diplomasi ekonomi internasional.

Menuju Era Baru Investasi Indonesia

Langkah Presiden Prabowo di awal masa pemerintahannya ini menunjukkan ambisi besar untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah melalui penguatan fondasi ekonomi. Panen raya di Kebumen hari itu seakan menjadi metafora; bahwa dengan kerja keras, kedisiplinan, dan penjagaan yang ketat terhadap ‘benih-benih’ kekayaan negara, Indonesia akan memanen kemakmuran di masa depan.

Kini, bola berada di tangan manajemen Danantara. Akankah instruksi “jangan bocor” dari sang Presiden mampu diimplementasikan menjadi sebuah sistem tata kelola kelas dunia? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, pengawasan publik melalui berbagai kanal informasi akan terus mengawal jalannya transformasi ini demi memastikan bahwa kekayaan nusantara benar-benar kembali ke tangan rakyat.

Dengan visi yang kuat dan pengawalan yang ketat, Danantara bukan hanya sekadar lembaga investasi, melainkan simbol kebangkitan ekonomi nasional yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk generasi-generasi yang akan datang.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *