Tragedi Maut di Jembatan Cunca Wulang: Dua Wisatawan Austria Tewas Terhempas dari Ketinggian

Rizky Ramadhan | Totonews
25 Mei 2026, 10:42 WIB
Tragedi Maut di Jembatan Cunca Wulang: Dua Wisatawan Austria Tewas Terhempas dari Ketinggian

TotoNews — Sektor pariwisata di Nusa Tenggara Timur kembali berduka setelah sebuah insiden mematikan merenggut nyawa dua pelancong mancanegara. Keindahan alam yang ditawarkan kawasan Labuan Bajo yang selama ini menjadi magnet dunia, seketika berubah menjadi latar tragedi memilukan. Dua wisatawan asal Austria dilaporkan tewas mengenaskan setelah terjatuh dari jembatan gantung setinggi 20 meter di kawasan Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu siang ini menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar mengenai standar keamanan infrastruktur di destinasi wisata unggulan tersebut. Identitas kedua korban diketahui bernama Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57). Pasangan ini mengembuskan napas terakhir setelah tubuh mereka menghantam bebatuan sungai yang keras di dasar jurang, tepat di bawah jembatan yang sedianya menjadi akses utama menuju keindahan air terjun.

Baca Juga

Tragedi Berdarah di Turki Selatan: Remaja Bersenjata Tewaskan 4 Orang dalam Aksi Penembakan Brutal

Tragedi Berdarah di Turki Selatan: Remaja Bersenjata Tewaskan 4 Orang dalam Aksi Penembakan Brutal

Kronologi Detik-Detik Ambruknya Jembatan Gantung

Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi, insiden bermula saat kedua korban tengah menikmati waktu liburan mereka di destinasi yang sering dijuluki sebagai “Grand Canyon” versi Flores ini. Sekitar pukul 11.30 WITA, Jurgen dan Astrid tiba di lokasi ditemani oleh seorang pemandu lokal. Cuaca saat itu sebenarnya cukup mendukung untuk aktivitas luar ruangan, namun maut justru datang dari kondisi fasilitas yang rapuh.

Saat melintasi jembatan gantung yang membentang di atas ngarai curam, beberapa papan kayu yang menjadi pijakan utama tiba-tiba patah. Beban yang tidak lagi mampu ditopang oleh struktur kayu yang menua membuat jembatan kehilangan keseimbangannya. Dalam sekejap, kedua turis tersebut kehilangan pijakan dan terjun bebas dari ketinggian 20 meter. Area di bawah jembatan yang didominasi oleh batuan cadas besar membuat dampak benturan menjadi fatal bagi kedua korban.

Baca Juga

Aksi Sigap Brimob Polda Metro Jaya Tangani Pascakebakaran Warkop di Jakarta Timur

Aksi Sigap Brimob Polda Metro Jaya Tangani Pascakebakaran Warkop di Jakarta Timur

“Papan penyeberangan pada jembatan gantung tersebut patah secara tiba-tiba, yang kemudian mengakibatkan kedua korban jatuh ke dasar sungai yang berbatu,” ungkap Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman. Beliau menegaskan bahwa evakuasi segera dilakukan setelah laporan diterima, namun nyawa korban sudah tidak tertolong di lokasi kejadian akibat luka berat yang diderita.

Kesaksian Pemandu Wisata: Momen Bahagia yang Berubah Tragis

Muhamad Muhardin (30), pemandu wisata yang mendampingi Jurgen dan Astrid, menjadi saksi mata kunci yang melihat langsung detik-detik mengerikan tersebut. Ia menceritakan bahwa sesaat sebelum kejadian, kedua korban tampak sangat antusias dan ingin mengabadikan momen kebersamaan mereka di atas jembatan dengan latar belakang pemandangan hijau yang asri.

Baca Juga

Menembus Kabut Disinformasi: Strategi ‘The Art of Silence’ dan Kerja Nyata di Era Kabinet Prabowo

Menembus Kabut Disinformasi: Strategi ‘The Art of Silence’ dan Kerja Nyata di Era Kabinet Prabowo

Mereka sempat menyerahkan telepon genggam kepada Muhardin dan memintanya untuk merekam video pendek saat mereka berjalan menyusuri jembatan. Muhardin berdiri sekitar beberapa meter di belakang mereka. Namun, baru sekitar 10 meter pasangan itu melangkah di atas bentangan jembatan gantung, suara derak kayu yang patah terdengar sangat keras, menyerupai suara pohon besar yang tumbang.

“Semuanya terjadi begitu cepat, hanya dalam hitungan detik. Saya melihat papan kayu itu hancur dan mereka jatuh terhempas ke bawah. Jembatan itu langsung ambruk total,” ujar Muhardin dengan nada suara yang masih terdengar trauma. Ia menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda awal bahwa jembatan tersebut akan runtuh, meskipun secara kasat mata struktur kayu memang terlihat sudah termakan usia.

Baca Juga

Menyongsong Indonesia Emas 2045: HNW Ajak Gen Z Yogyakarta Gali Nilai Sejarah Lewat LCC Empat Pilar

Menyongsong Indonesia Emas 2045: HNW Ajak Gen Z Yogyakarta Gali Nilai Sejarah Lewat LCC Empat Pilar

Sorotan Terhadap Keamanan Infrastruktur di Labuan Bajo

Tragedi yang menimpa warga negara asing ini secara otomatis menyoroti kualitas pemeliharaan infrastruktur di titik-titik wisata Nusa Tenggara Timur. Air Terjun Cunca Wulang selama ini dikenal memiliki medan yang cukup menantang dan memerlukan akses jembatan yang kokoh untuk menjamin keselamatan pengunjung. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mengenai bagaimana pengawasan rutin terhadap fasilitas umum di kawasan wisata terpencil dilakukan oleh otoritas terkait.

Banyak pihak mendesak agar pemerintah daerah dan pengelola tempat wisata segera melakukan audit menyeluruh terhadap semua jembatan gantung dan fasilitas pendukung lainnya di Manggarai Barat. Keamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama jika Labuan Bajo ingin terus mempertahankan reputasinya sebagai destinasi wisata kelas dunia. Kecelakaan wisata seperti ini tidak hanya merugikan secara kemanusiaan, tetapi juga memberikan citra negatif bagi industri pariwisata Indonesia di mata internasional.

Evakuasi dan Langkah Lanjutan Pihak Berwenang

Tim SAR gabungan bekerja ekstra keras untuk mengevakuasi jenazah Jurgen dan Astrid dari dasar ngarai yang terjal. Medan yang licin dan curam menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kedua korban dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum nantinya dikoordinasikan dengan pihak kedutaan Austria untuk proses pemulangan ke negara asal.

Pihak kepolisian setempat kini telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Air Terjun Cunca Wulang untuk sementara ditutup bagi wisatawan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Penyelidik akan memeriksa apakah ada unsur kelalaian dalam perawatan jembatan tersebut ataukah murni murni disebabkan oleh faktor alam dan material kayu yang sudah lapuk.

Pentingnya Kewaspadaan dalam Wisata Alam

Belajar dari peristiwa ini, para wisatawan diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat mengunjungi destinasi alam yang memiliki risiko tinggi. Walaupun pengelola memiliki tanggung jawab atas fasilitas, pengunjung juga disarankan untuk memperhatikan kapasitas beban dan kondisi fisik sarana yang akan digunakan. Peran pemandu wisata profesional juga sangat krusial dalam memberikan arahan mengenai area mana yang aman dan mana yang berisiko.

Selain itu, diharapkan ada standarisasi baru untuk sertifikasi keselamatan di setiap objek wisata alam di Labuan Bajo. Hal ini mencakup pengecekan berkala terhadap kekuatan material bangunan, pemasangan papan peringatan yang jelas, serta pelatihan tanggap darurat bagi para pemandu lokal. Investasi pada keselamatan merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan pariwisata nasional.

Kepergian Jurgen dan Astrid menjadi pengingat pahit bagi kita semua bahwa di balik keagungan alam, terdapat kekuatan yang tidak bisa disepelekan. Semoga tragedi ini menjadi momentum perbaikan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam industri pariwisata untuk benar-benar mengedepankan aspek keselamatan di atas segalanya. Segenap kru redaksi TotoNews mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban di Austria.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *