Dolar AS Mengganas Tembus Rp 17.000, Menko Airlangga: Seluruh Mata Uang Dunia Sedang Tertekan

Siti Aminah | Totonews
07 Apr 2026, 17:31 WIB
Dolar AS Mengganas Tembus Rp 17.000, Menko Airlangga: Seluruh Mata Uang Dunia Sedang Tertekan

TotoNews — Gejolak pasar valuta asing global tengah menjadi sorotan utama setelah nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melesat tajam dan berhasil menembus level psikologis Rp 17.000 terhadap Rupiah. Fenomena ini memicu kekhawatiran di berbagai sektor ekonomi domestik seiring dengan semakin kuatnya dominasi mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Menanggapi situasi yang kian memanas ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan pandangannya. Menurut Airlangga, tren penguatan kurs dolar yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada Indonesia saja, melainkan bersifat masif di kancah internasional.

Bukan Hanya Rupiah yang Tertekan

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/4/2026), Airlangga menegaskan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah adalah bagian dari tren global yang dipicu oleh dominasi mata uang “Greenback” terhadap mayoritas mata uang dunia.

Baca Juga

Strategi Belanja Cerdas: Tangga Multifungsi Kini Dibanderol Murah di Transmart Full Day Sale

Strategi Belanja Cerdas: Tangga Multifungsi Kini Dibanderol Murah di Transmart Full Day Sale

“Itu bukan hanya rupiah, berbagai currency lain kan demikian,” tutur Airlangga kepada awak media, mencoba memberikan perspektif bahwa pelemahan ini bukan disebabkan oleh sentimen negatif internal semata, melainkan faktor eksternal yang kuat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg, pada Selasa pagi sekitar pukul 09.14 WIB, posisi mata uang Paman Sam berada di angka Rp 17.078. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 43,00 poin atau menguat 0,25 persen dibandingkan posisi penutupan pada perdagangan hari sebelumnya.

Analisis Pergerakan Mata Uang Asia-Pasifik

Melaporkan lebih dalam, TotoNews mencatat bahwa hegemoni dolar AS juga dirasakan secara nyata oleh banyak negara tetangga di kawasan Asia-Pasifik. Sejumlah mata uang utama di kawasan ini terpaksa harus tunduk di hadapan kekuatan ekonomi AS yang sedang berada di atas angin.

Baca Juga

Strategi Danantara di Tengah Ketegangan Global: Mengintip 4 Sektor Prioritas yang Menjadi Incaran

Strategi Danantara di Tengah Ketegangan Global: Mengintip 4 Sektor Prioritas yang Menjadi Incaran

Berikut adalah rincian pergerakan sejumlah mata uang terhadap dolar AS:

  • Won Korea Selatan: Melemah 0,18%.
  • Dolar Singapura: Terkoreksi 0,16%.
  • Ringgit Malaysia: Turun 0,24%.
  • Peso Filipina: Tergerus cukup dalam sebesar 0,32%.
  • Yuan China & Yen Jepang: Masing-masing ikut melemah sebesar 0,10% dan 0,13%.
  • Baht Thailand: Menjadi salah satu yang terdampak paling signifikan dengan pelemahan 0,37%.

Meski mayoritas mata uang berguguran, ada anomali kecil di mana Rupee India mampu menguat tipis 0,04% dan Dolar Hong Kong yang naik tipis 0,01% terhadap dolar AS. Namun, secara keseluruhan, pasar masih sangat waspada terhadap pergerakan ekonomi global yang dinamis ini. Pemerintah Indonesia sendiri dipastikan akan terus memantau situasi guna menjaga stabilitas makroekonomi dan memitigasi dampak buruk terhadap daya beli masyarakat.

Baca Juga

Peluang Karir Bergengsi! BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen Nasional, Cek Posisi dan Syaratnya di Sini

Peluang Karir Bergengsi! BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen Nasional, Cek Posisi dan Syaratnya di Sini
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *