Update Harga Pangan Terkini: Tren Kenaikan Minyak Goreng dan Bawang Merah di Tengah Fluktuasi Pasar

Siti Aminah | Totonews
07 Jun 2026, 20:42 WIB
Update Harga Pangan Terkini: Tren Kenaikan Minyak Goreng dan Bawang Merah di Tengah Fluktuasi Pasar

TotoNews — Dinamika pasar pangan di tanah air kembali menunjukkan wajah yang beragam pada akhir pekan ini. Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan, para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner tampaknya harus kembali mengatur strategi belanja dengan lebih cermat. Berdasarkan pantauan terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, terjadi pergerakan harga yang cukup kontras antara komoditas bumbu dapur, minyak goreng, dan kelompok protein hewani.

Meskipun secara umum mayoritas harga pangan menunjukkan tren melandai, sorotan utama tertuju pada komoditas bawang merah dan minyak goreng yang justru merangkak naik. Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi daya beli masyarakat, mengingat kedua bahan tersebut merupakan elemen fundamental dalam struktur dapur masyarakat Indonesia. Di sisi lain, meski menunjukkan penurunan persentase, harga cabai masih bertengger di angka yang cukup tinggi, memberikan tekanan psikologis bagi konsumen di pasar-pasar tradisional maupun modern.

Baca Juga

Membungkam Skeptisisme: Strategi Danantara Memacu Laba BUMN Hingga Menembus Ratusan Triliun

Membungkam Skeptisisme: Strategi Danantara Memacu Laba BUMN Hingga Menembus Ratusan Triliun

Lonjakan Signifikan pada Bawang Merah dan Minyak Goreng

Salah satu temuan yang paling mencolok dalam laporan pekan ini adalah kenaikan harga bawang merah ukuran sedang. Komoditas yang menjadi basis hampir seluruh masakan nusantara ini mengalami lonjakan sebesar 6,99%, yang membawa harganya kini berada di level Rp 54.350 per kilogram. Kenaikan ini dirasakan cukup membebani, terutama bagi para pedagang makanan yang sangat bergantung pada harga bawang merah untuk menjaga konsistensi rasa dan margin keuntungan mereka.

Tak berhenti di situ, sektor minyak goreng juga ikut memanas. Data menunjukkan bahwa seluruh jenis minyak goreng mengalami kenaikan harga secara merata. Minyak goreng curah, yang biasanya menjadi tumpuan masyarakat menengah ke bawah, naik 0,73% menjadi Rp 20.700 per kilogram. Sementara itu, untuk kategori kemasan bermerek, harganya pun belum menunjukkan tanda-tanda akan turun. Minyak goreng kemasan bermerek 1 kini dibanderol Rp 24.050 per kilogram, mengalami kenaikan 0,21% dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga

Pesta Diskon Transmart Full Day Sale: Perlengkapan Makan Cantik Mulai 12 Ribuan, Cek Strategi Belanja Hematnya!

Pesta Diskon Transmart Full Day Sale: Perlengkapan Makan Cantik Mulai 12 Ribuan, Cek Strategi Belanja Hematnya!

Kenaikan harga minyak goreng ini seringkali menjadi pemicu efek domino pada harga produk olahan lainnya. Para analis ekonomi sering menyebutkan bahwa fluktuasi pada komoditas ini memiliki sensitivitas tinggi terhadap angka inflasi secara nasional, sehingga pergerakan sekecil apapun selalu menjadi perhatian serius otoritas terkait.

Dilema Cabai: Turun Harga Namun Tetap Mahal

Ada sebuah paradoks menarik yang terjadi pada komoditas cabai. Jika dilihat dari persentase penurunan, angka-angkanya tampak sangat menjanjikan. Harga cabai rawit merah, misalnya, terjun bebas sebesar 8,19%. Namun, jangan salah sangka, penurunan ini belum mampu membawa harga ke angka yang dianggap “murah” oleh masyarakat umum. Saat ini, harga cabai rawit merah masih bertengger di angka Rp 75.700 per kilogram.

Baca Juga

Dilema Kenaikan Harga Tiket Pesawat: AHY Soroti Dampak Krisis Global Terhadap Transportasi Udara Nasional

Dilema Kenaikan Harga Tiket Pesawat: AHY Soroti Dampak Krisis Global Terhadap Transportasi Udara Nasional

Kondisi serupa dialami oleh cabai merah keriting yang turun signifikan sebesar 12,61% ke angka Rp 61.000 per kilogram. Meskipun trennya menurun, harga yang masih di atas Rp 50.000 per kilogram ini mengindikasikan bahwa pasokan di tingkat produsen mungkin belum sepenuhnya pulih atau terdapat kendala dalam rantai distribusi. Bagi penikmat makanan pedas, kondisi ini memaksa mereka untuk mengurangi porsi penggunaan cabai atau beralih ke alternatif lain yang lebih terjangkau.

Analisis Harga Beras: Stabilitas di Level Tinggi

Sebagai makanan pokok utama, pergerakan harga beras selalu menjadi indikator paling krusial. Dalam laporan terbaru TotoNews, harga beras medium cenderung menunjukkan stabilitas, namun varian beras kualitas super dan bawah justru mengalami sedikit kenaikan. Beras medium I tetap konsisten di harga Rp 16.200 per kilogram, memberikan sedikit ruang napas bagi konsumen.

Baca Juga

Wajah Baru di Puncak Danareksa: Ngurah Wirawan Resmi Pimpin Holding Multi-Sektor BUMN

Wajah Baru di Puncak Danareksa: Ngurah Wirawan Resmi Pimpin Holding Multi-Sektor BUMN

Namun, untuk masyarakat yang mengonsumsi beras kualitas super I, harus bersiap merogoh kocek lebih dalam karena harganya naik 0,29% menjadi Rp 17.500 per kilogram. Bahkan, beras kualitas bawah I pun tidak luput dari kenaikan sebesar 0,34% menjadi Rp 14.650 per kilogram. Perubahan harga pada level desimal ini, jika diakumulasikan untuk konsumsi bulanan rumah tangga, tetap memberikan dampak yang nyata terhadap pengeluaran total masyarakat.

Kabar Baik dari Sektor Daging dan Protein Hewani

Di tengah kepungan kenaikan harga bumbu dan minyak, terdapat angin segar dari sektor protein. Harga daging sapi dan daging ayam ras menunjukkan tren penurunan yang cukup menggembirakan. Daging sapi kualitas 1 kini berada di angka Rp 148.500 per kilogram setelah mengalami penurunan 1,46%. Untuk daging sapi kualitas 2, harganya turun tipis 0,74% menjadi Rp 140.100 per kilogram.

Penurunan yang lebih terasa terjadi pada daging ayam ras segar yang merosot 2,68% menjadi Rp 38.150 per kilogram. Begitu pula dengan telur ayam ras segar yang turun 0,33% ke angka Rp 30.400 per kilogram. Penurunan harga di sektor ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjaga asupan gizi keluarga di tengah kenaikan harga bahan pokok lainnya.

Daftar Lengkap Harga Pangan Terbaru Versi TotoNews

Untuk membantu Anda merencanakan belanja dengan lebih presisi, berikut adalah rangkuman lengkap harga berbagai komoditas pangan per kilogram berdasarkan data terbaru:

  • Beras Kualitas Super I: Rp 17.500 (Naik 0,29%)
  • Beras Kualitas Super II: Rp 16.950 (Stabil)
  • Beras Kualitas Bawah I: Rp 14.650 (Naik 0,34%)
  • Beras Kualitas Bawah II: Rp 14.450 (Stabil)
  • Beras Medium I: Rp 16.200 (Stabil)
  • Beras Medium II: Rp 16.050 (Stabil)
  • Gula Pasir Lokal: Rp 19.100 (Turun 0,26%)
  • Gula Pasir Premium: Rp 20.250 (Stabil)
  • Minyak Goreng Curah: Rp 20.700 (Naik 0,73%)
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 1: Rp 24.050 (Naik 0,21%)
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 2: Rp 23.200 (Naik 0,22%)
  • Telur Ayam Ras Segar: Rp 30.400 (Turun 0,33%)
  • Cabai Rawit Merah: Rp 75.700 (Turun 8,19%)
  • Cabai Rawit Hijau: Rp 55.350 (Turun 7,21%)
  • Cabai Merah Besar: Rp 64.550 (Turun 11,64%)
  • Cabai Merah Keriting: Rp 61.000 (Turun 12,61%)
  • Daging Ayam Ras Segar: Rp 38.150 (Turun 2,68%)
  • Daging Sapi Kualitas 1: Rp 148.500 (Turun 1,46%)
  • Daging Sapi Kualitas 2: Rp 140.100 (Turun 0,74%)
  • Bawang Merah (Sedang): Rp 54.350 (Naik 6,99%)
  • Bawang Putih (Sedang): Rp 38.850 (Naik 0,52%)

Kondisi harga di atas merupakan rata-rata nasional yang dihimpun melalui sistem pemantauan harga terpadu. Perlu dicatat bahwa harga di pasar lokal mungkin memiliki variasi tergantung pada jarak distribusi dan ketersediaan stok di masing-masing wilayah. TotoNews akan terus memantau pergerakan harga ini untuk memberikan informasi akurat bagi Anda semua.

Melihat tren yang ada, para pengamat ekonomi mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap potensi inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak goreng dan bawang merah. Meski pemerintah sering melakukan operasi pasar, kesadaran konsumen untuk berbelanja secara bijak tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi fluktuasi harga pangan yang tidak menentu ini.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *