Kesetiaan pada Maung Meski Gledak-gleduk, Intip Deretan Mobil Mewah Prabowo Saat Melawat ke Luar Negeri

Bagus Setiawan | Totonews
16 Jun 2026, 14:41 WIB
Kesetiaan pada Maung Meski Gledak-gleduk, Intip Deretan Mobil Mewah Prabowo Saat Melawat ke Luar Negeri

TotoNews — Sejak resmi mengemban amanah sebagai nakhoda Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto terus mencuri perhatian melalui pilihan kendaraan dinasnya. Jika para pendahulunya kerap identik dengan kenyamanan paripurna sedan mewah asal Jerman, Prabowo justru membuat gebrakan dengan memilih Pindad Maung MV3 Garuda Limousine sebagai tunggangan utama di tanah air. Keputusan ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan sebuah pernyataan politik dan simbol nasionalisme yang kuat, meskipun ia tak menampik bahwa mobil tersebut masih jauh dari kata sempurna dibandingkan brand otomotif raksasa Eropa.

Langkah Prabowo mengganti Mercedes-Benz S600 Guard yang telah setia melayani Presiden ke-7 Joko Widodo dengan produk lokal adalah sebuah anomali yang menyegarkan. Maung MV3 Garuda, sebuah rantis yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi limosin kepresidenan, kini menjadi ikon baru di aspal Nusantara. Namun, cerita di balik kemudi Maung ternyata penuh dengan dinamika yang jujur dan apa adanya dari sang Presiden sendiri.

Baca Juga

Gebrakan Baru Citroen e-C3X: Mobil Listrik Eropa Berteknologi Tinggi dengan Harga Terjangkau Rp 120 Jutaan

Gebrakan Baru Citroen e-C3X: Mobil Listrik Eropa Berteknologi Tinggi dengan Harga Terjangkau Rp 120 Jutaan

Kejujuran Prabowo: Antara Nasionalisme dan Bunyi Gledak-gleduk

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Prabowo membagikan pengalamannya selama hampir dua tahun menggunakan Pindad Maung. Ia mengakui bahwa kendaraan hasil karya anak bangsa ini masih memiliki banyak catatan kekurangan. Sebagai produk yang baru dikembangkan dalam waktu singkat, tentu belum bisa disandingkan secara head-to-head dengan kemapanan BMW atau Mercedes-Benz yang telah memiliki sejarah pengembangan selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Prabowo menceritakan dengan nada berkelakar namun penuh makna tentang bagaimana atap mobil kebanggaannya itu sempat mengalami kebocoran saat diguyur hujan deras. Tak hanya itu, saat melintasi medan pegunungan yang menantang, muncul suara-suara mekanis yang ia istilahkan sebagai bunyi ‘gledak-gleduk’. Kendati demikian, sang Presiden justru melihat hal ini sebagai proses pembelajaran yang harus didukung sepenuhnya.

Baca Juga

Transformasi Digital Korlantas Polri: Mengenal SIM Digital, Solusi Praktis Berkendara Tanpa Dompet

Transformasi Digital Korlantas Polri: Mengenal SIM Digital, Solusi Praktis Berkendara Tanpa Dompet

“Saya mengerti, ini mobil baru satu atau dua tahun dibangun. Namanya sesuatu yang baru, mungkin tidak sebagus saya pakai BMW atau Mercedes. Ya namanya baru, saya kirim kembali ke Pindad, saya bilang tolong bocornya dikurangi. Meski bunyi gledak-gleduk saat naik gunung, tapi tidak apa-apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini,” ungkap Prabowo sebagaimana dikutip oleh tim redaksi TotoNews.

Sisi Lain di Luar Negeri: Kilau Kemewahan Mercedes-Maybach

Pemandangan kontras terlihat ketika Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke mancanegara. Jika di dalam negeri ia bersikeras menggunakan Maung, protokoler internasional dan ketersediaan logistik di negara tujuan sering kali mengharuskannya menggunakan unit mobil mewah kelas dunia. Mercedes-Maybach S-Class menjadi salah satu kendaraan yang paling sering mendampingi kegiatannya di luar negeri.

Baca Juga

Tragedi “Buta” Sensor Xiaomi SU7: Kegagalan ADAS Deteksi Gundukan Tanah dan Masa Depan Mobil Otonom

Tragedi “Buta” Sensor Xiaomi SU7: Kegagalan ADAS Deteksi Gundukan Tanah dan Masa Depan Mobil Otonom

Di Perancis dan Singapura, Prabowo tertangkap kamera menumpangi Mercedes-Maybach, yang merupakan kasta tertinggi dari jajaran Mercedes-Benz. Bahkan, dalam beberapa momen krusial, ia menggunakan varian Mercedes-Maybach Pullman Guard. Ini bukanlah sedan biasa, melainkan limosin dengan sasis yang diperpanjang dan dibekali fitur keamanan tingkat tinggi, termasuk bodi anti-peluru dan kaca tahan ledakan yang memenuhi standar keamanan kepala negara dunia.

Kemewahan Maybach memang tak terbantahkan. Di Indonesia sendiri, unit ini dibanderol dengan harga fantastis dan menjadi simbol status sosial yang paling prestisius. Namun bagi Prabowo, penggunaan mobil ini di luar negeri lebih bersifat fungsionalitas diplomatik dan mengikuti standar keamanan yang disediakan oleh negara tuan rumah.

Baca Juga

BYD Atto 3 Versi Terbaru Segera Hadir: Jarak Tempuh Hingga 630 Km dan Revolusi Charging 9 Menit

BYD Atto 3 Versi Terbaru Segera Hadir: Jarak Tempuh Hingga 630 Km dan Revolusi Charging 9 Menit

Diplomasi Otomotif: Dari Bentley Mulsanne hingga Hongqi L5

Selera otomotif yang terlihat dalam kunjungan luar negeri Prabowo tidak berhenti pada Mercedes saja. Saat mengunjungi Brunei Darussalam pada Mei lalu, ia nampak gagah di dalam kabin Bentley Mulsanne, sebuah mahakarya otomotif asal Inggris yang dikenal dengan kenyamanan suspensinya yang seperti melayang di atas awan. Pilihan kendaraan ini mencerminkan penghormatan terhadap tradisi kemewahan yang kental di lingkungan kesultanan Brunei.

Lain lagi ceritanya saat Prabowo bertandang ke China tahun lalu. Ia menghormati tuan rumah dengan menumpangi Hongqi L5. Hongqi, yang berarti ‘Bendera Merah’, adalah merek mobil paling ikonik dan eksklusif di Negeri Tirai Bambu. Mobil ini merupakan kendaraan resmi para pemimpin tertinggi China dan jarang sekali terlihat di luar protokol kenegaraan mereka. Langkah ini menunjukkan sensitivitas diplomatik Prabowo dalam menghargai identitas nasional negara yang dikunjunginya.

Membawa Maung ke Panggung Global: Momen Bersejarah di Filipina

Meski sering menggunakan kendaraan mewah di luar negeri, keinginan Prabowo untuk memamerkan industri pertahanan nasional tak pernah surut. Sebuah catatan bersejarah tercipta saat KTT ASEAN di Filipina pada Mei lalu. Untuk pertama kalinya, Presiden Prabowo memboyong Pindad Maung miliknya keluar dari wilayah kedaulatan Indonesia untuk digunakan dalam agenda internasional.

Kehadiran Maung di jalanan Filipina menjadi pusat perhatian para delegasi negara lain. Langkah ini dinilai sebagai strategi pemasaran yang jenius sekaligus pembuktian bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan taktis yang layak digunakan oleh seorang presiden. Melalui unggahan di media sosial Sekretariat Kabinet, disebutkan bahwa penjemputan Presiden dengan mobil Maung di luar negeri adalah wujud kebanggaan atas pengembangan industri pertahanan nasional.

Harapan untuk Industri Otomotif Nasional

Pilihan Presiden Prabowo untuk tetap setia pada Maung, meskipun harus menghadapi kendala teknis kecil, memberikan pesan kuat kepada PT Pindad dan industri manufaktur dalam negeri. Pesan tersebut adalah tentang keberpihakan pemerintah terhadap inovasi lokal. Dengan terus digunakan oleh orang nomor satu di Indonesia, Maung mendapatkan data riset secara langsung dari lapangan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan atau *continuous improvement*.

Kedepannya, publik berharap agar kekurangan-kekurangan seperti atap bocor atau suara mesin yang kurang halus dapat segera teratasi. Jika Maung sudah mampu mencapai level kenyamanan dan keamanan yang setara dengan mobil Eropa, maka Indonesia bukan tidak mungkin akan menjadi pemain utama dalam pasar kendaraan spesialis di tingkat global.

Dukungan penuh Presiden terhadap mobil nasional ini diharapkan dapat memicu semangat bagi para insinyur muda Indonesia untuk terus berkarya. Pada akhirnya, transisi dari Mercedes-Maybach yang mewah di luar negeri menuju Maung yang penuh semangat nasionalisme di dalam negeri adalah cerminan dari visi Prabowo: menghargai kemajuan dunia namun tetap berpijak kuat pada jati diri bangsa.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *