Strategi Agresif Pertamina Amankan Ketahanan Energi Nasional di Tengah Badai Geopolitik Dunia

Siti Aminah | Totonews
09 Apr 2026, 20:44 WIB

TotoNews — Menghadapi cakrawala ekonomi global yang kian tak menentu, PT Pertamina (Persero) tidak ingin sekadar bertahan. Raksasa energi Indonesia ini justru tengah memasang kuda-kuda kokoh melalui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 untuk menavigasi volatilitas pasokan dan fluktuasi harga energi di pasar internasional.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri, Pertamina menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi meski dibayangi memar ekonomi pasca-tantangan berat di tahun sebelumnya. Simon menegaskan bahwa peran perusahaan telah melampaui batas entitas bisnis konvensional, melainkan telah menjadi benteng terakhir penyokong hajat hidup orang banyak.

Lima Pilar Transformasi Pertamina

Menyadari bahwa ketegangan di wilayah krusial seperti Timur Tengah dan potensi disrupsi di Selat Hormuz dapat mengguncang stabilitas pasokan energi, Pertamina telah merumuskan lima jurus jitu sebagai pedoman operasional:

Baca Juga

Revolusi Kendaraan Listrik di Jakarta: Pemprov DKI Pastikan Insentif Bebas Pajak dan BBNKB Tetap Berlaku

Revolusi Kendaraan Listrik di Jakarta: Pemprov DKI Pastikan Insentif Bebas Pajak dan BBNKB Tetap Berlaku
  • Disiplin Finansial Ketat: Mengedepankan efisiensi biaya di seluruh lini tanpa mengorbankan kualitas layanan.
  • Keandalan Operasional: Memastikan seluruh infrastruktur berfungsi optimal untuk meminimalisir risiko teknis.
  • Investasi Selektif: Memfokuskan modal pada proyek-proyek strategis yang memberikan dampak jangka panjang bagi negara.
  • Organisasi yang Tangkas: Membangun struktur internal yang lebih lincah agar cepat beradaptasi dengan perubahan pasar yang dinamis.
  • Budaya Inovasi: Menjadikan terobosan teknologi sebagai jantung pertumbuhan bisnis energi masa depan.

Menurut Simon, gejolak global yang terjadi saat ini merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi memberikan tekanan, namun di sisi lain menjadi peluang bagi Pertamina untuk mengoptimalkan utilisasi kilang dan meningkatkan volume penjualan produk-produk berkualitas tinggi. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan sebagai Soko Guru Energi nasional.

Baca Juga

Skandal Pupuk Palsu Terbongkar, Mentan Amran Sulaiman Ungkap Kerugian Petani Capai Rp 3,3 Triliun

Skandal Pupuk Palsu Terbongkar, Mentan Amran Sulaiman Ungkap Kerugian Petani Capai Rp 3,3 Triliun

Menghadapi ‘Stress Test’ Global

Senada dengan hal tersebut, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, memberikan peringatan bahwa situasi saat ini bukanlah kondisi normal yang bisa dihadapi dengan cara-cara lama. Ia menyebut periode ini sebagai sebuah ‘stress test’ bagi ketahanan korporasi.

“Respon kita tidak boleh biasa-biasa saja. Di saat dunia sedang tidak stabil, Pertamina harus bekerja secara over-maksimal untuk memastikan kedaulatan energi tetap terjaga di tangan rakyat,” tegas Iriawan dalam pernyataan resminya.

Langkah nyata Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi juga dibuktikan dengan modernisasi ribuan SPBU serta penguatan armada distribusi di jalur laut. Fokus utamanya jelas: memastikan energi tetap terjangkau dan tersedia bagi seluruh pelosok negeri di tengah badai volatilitas dunia.

Baca Juga

Pendaftaran JARVIS 2026 Dibuka: Kesempatan Emas Masuk SMK dan Kampus Vokasi Kemenperin

Pendaftaran JARVIS 2026 Dibuka: Kesempatan Emas Masuk SMK dan Kampus Vokasi Kemenperin
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *