Menembus Medan Sulit: Istana Jelaskan Urgensi 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis
TotoNews — Isu mengenai pengadaan puluhan ribu unit kendaraan ramah lingkungan dalam mendukung program prioritas pemerintah kembali menjadi sorotan publik. Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, akhirnya angkat bicara mengenai urgensi di balik penyediaan 21.000 unit motor listrik yang dikhususkan bagi kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penyediaan armada motor listrik ini ditujukan bagi para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang akrab disebut sebagai unit dapur MBG di berbagai penjuru tanah air. Meski sempat memicu tanya, Teddy menegaskan bahwa penjelasan teknis dan alasan mendasar pengadaan tersebut berada di bawah wewenang penuh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Misi Menjangkau Pelosok Desa
Dalam pernyataannya di Jakarta pada Jumat (10/4/2026), Teddy mengarahkan agar publik menunggu paparan lebih komprehensif dari pihak BGN. “Mengenai urgensinya, jawaban pastinya ada pada Bapak Kepala BGN. Beliau sudah memberikan keterangan sebelumnya, dan untuk sinkronisasi informasi, detailnya akan disampaikan kembali dalam waktu dekat,” ujar Teddy dengan nada diplomatis.
Langkah Berani Pemerintah: 1,4 Juta Penerima PKH Diproyeksikan Jadi Karyawan Koperasi Desa
Sementara itu, Dadan Hindayana dalam kesempatan terpisah telah mengungkapkan filosofi di balik pengadaan kendaraan operasional ini. Menurutnya, motor listrik dipilih bukan sekadar untuk tren keberlanjutan, melainkan fungsionalitas dalam menembus medan-medan sulit di daerah terpencil yang sukar dijangkau oleh kendaraan roda empat.
“Ini adalah alat perjuangan untuk menjangkau desa-desa yang aksesnya sangat terbatas. Kami ingin memastikan distribusi gizi tidak terhambat oleh kendala geografis. Jadi, ini murni untuk menunjang operasional di lapangan,” tegas Dadan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan.
Efisiensi Anggaran dan Distribusi Nasional
Selain persoalan medan, aspek anggaran juga menjadi perhatian. Meski harga pasaran untuk satu unit motor listrik jenis tersebut mencapai Rp 52 juta, BGN berhasil melakukan negosiasi sehingga mendapatkan harga sekitar Rp 40 jutaan per unit. Penghematan ini dinilai krusial mengingat skala pengadaan yang mencapai puluhan ribu unit.
Terinspirasi Iran, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Bidik Pajak Pelayaran di Selat Malaka
Nantinya, 21.000 unit motor ini akan didistribusikan secara nasional ke seluruh personil SPPG, terutama mereka yang bertugas di wilayah dengan tantangan infrastruktur yang berat. Dengan adanya dukungan mobilitas ini, pemerintah optimis bahwa target pemenuhan gizi anak-anak Indonesia melalui program MBG dapat terealisasi secara merata tanpa ada wilayah yang tertinggal.