Ancaman Siber AI Mythos: Scott Bessent dan Jerome Powell Kumpulkan Raksasa Perbankan AS

Siti Aminah | Totonews
11 Apr 2026, 22:12 WIB
Ancaman Siber AI Mythos: Scott Bessent dan Jerome Powell Kumpulkan Raksasa Perbankan AS

TotoNews — Washington, D.C. kembali menjadi pusat perhatian dunia keuangan global setelah sebuah pertemuan darurat digelar di kantor Departemen Keuangan Amerika Serikat. Menteri Keuangan Scott Bessent dan Gubernur Bank Sentral AS (The Fed), Jerome Powell, secara mendadak mengumpulkan para petinggi bank paling berpengaruh di dunia. Agenda utama mereka bukanlah membahas inflasi atau suku bunga, melainkan ancaman siber serius yang dipicu oleh model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Mythos milik Anthropic.

Pertemuan ini berlangsung di tengah kesibukan para CEO yang sebenarnya tengah berada di ibu kota untuk menghadiri rapat dewan Financial Services Forum. Namun, urgensi dari potensi risiko sistemik yang dibawa oleh model AI tersebut membuat otoritas keuangan tertinggi AS merasa perlu untuk melakukan intervensi langsung. Kehadiran Powell dan Bessent dalam satu meja dengan para bos bank menandakan betapa seriusnya tantangan keamanan yang dihadapi oleh sistem keuangan negara saat ini.

Baca Juga

Antisipasi Krisis Energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pertimbangkan Impor Minyak Rusia demi Amankan Pasokan Nasional

Antisipasi Krisis Energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pertimbangkan Impor Minyak Rusia demi Amankan Pasokan Nasional

Deretan Raksasa Wall Street yang Hadir

Meski sebagian besar pemimpin perbankan hadir, ketidakhadiran Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, menjadi sorotan tersendiri. Kendati demikian, kursi-kursi di ruang pertemuan tersebut tetap diisi oleh nama-nama besar lainnya, termasuk Brian Moynihan dari Bank of America, Jane Fraser yang memimpin Citigroup, David Solomon dari Goldman Sachs, Ted Pick dari Morgan Stanley, hingga Charlie Scharf dari Wells Fargo.

Langkah tak biasa ini, sebagaimana dilaporkan oleh berita internasional, menunjukkan bahwa pemerintahan Donald Trump saat ini menempatkan keamanan teknologi tinggi sebagai prioritas nasional. Model AI Claude Mythos Preview yang baru saja diluncurkan secara terbatas oleh Anthropic diduga memiliki kemampuan ofensif yang sangat canggih, yang jika jatuh ke tangan yang salah, dapat dimanfaatkan oleh peretas untuk melumpuhkan fondasi perbankan global.

Baca Juga

Waspada Jebakan Batman di TikTok: Modus Pinjaman BCA Palsu Gunakan Teknologi AI untuk Kelabui Korban

Waspada Jebakan Batman di TikTok: Modus Pinjaman BCA Palsu Gunakan Teknologi AI untuk Kelabui Korban

Project Glasswing: Garis Depan Pertahanan Siber

Menariknya, JPMorgan Chase sebenarnya merupakan salah satu mitra awal dalam inisiatif keamanan siber elit yang dikenal sebagai Project Glasswing. Proyek ini melibatkan kolaborasi antara raksasa teknologi seperti Apple, Google, Microsoft, dan Nvidia guna membentengi infrastruktur digital dari serangan berbasis kecerdasan buatan. CEO Anthropic, Dario Amodei, mengakui adanya dilema dalam pengembangan teknologi ini. Ia menyatakan bahwa meski terdapat bahaya nyata jika teknologi ini disalahgunakan, namun terdapat peluang untuk menciptakan dunia internet yang jauh lebih aman jika dikelola dengan protokol yang tepat.

Keterlibatan aktif pemerintah dalam mengawasi Anthropic juga tidak lepas dari ketegangan politik yang ada. Anthropic sebelumnya sempat mendapatkan label sebagai risiko rantai pasok bagi keamanan nasional oleh Departemen Pertahanan AS. Presiden Donald Trump bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan sempat melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Anthropic yang membatasi penggunaan AI dalam konteks militer dan peperangan.

Baca Juga

Menanti Gebrakan Baru, Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Rencana Insentif Kendaraan Listrik 2026

Menanti Gebrakan Baru, Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Rencana Insentif Kendaraan Listrik 2026

Ketegangan antara Teknologi dan Keamanan Nasional

Di balik perdebatan tersebut, laporan menunjukkan adanya kontradiksi di lapangan. Meski Trump sempat menginstruksikan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan platform milik Anthropic, Departemen Pertahanan AS dikabarkan tetap memanfaatkan model Claude dalam operasi intelijen dan strategi selama berlangsungnya konflik di Iran. Hal ini menegaskan betapa krusialnya peran AI dalam keamanan nasional, baik sebagai alat perlindungan maupun potensi senjata.

Pertemuan ini menjadi pengingat kuat bagi dunia bahwa perbatasan antara inovasi teknologi dan stabilitas ekonomi kini semakin tipis. Bagi para pemangku kebijakan di Washington, memastikan bahwa model AI seperti Mythos tetap berada di bawah pengawasan ketat adalah harga mati demi menjaga integritas ekonomi Amerika Serikat di masa depan.

Baca Juga

Perkuat Ketahanan Nasional, Bahlil Lahadalia Pastikan Minyak Rusia Segera Masuk Indonesia

Perkuat Ketahanan Nasional, Bahlil Lahadalia Pastikan Minyak Rusia Segera Masuk Indonesia
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *