Menteri Purbaya Bongkar Isu ‘Orang Dalam’ Kemenkeu Soal APBN Ludes, Pastikan BBM Subsidi Aman

Siti Aminah | Totonews
07 Apr 2026, 06:20 WIB
Menteri Purbaya Bongkar Isu 'Orang Dalam' Kemenkeu Soal APBN Ludes, Pastikan BBM Subsidi Aman

TotoNews — Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional, sebuah kabar miring justru berembus dari koridor internal otoritas fiskal sendiri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terang-terangan menyentil adanya pihak di dalam Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diduga menyebarkan narasi menyesatkan terkait kondisi keuangan negara.

Isu yang beredar menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diprediksi bakal ludes hanya dalam waktu dua minggu apabila pemerintah tidak segera mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Purbaya mengaku terheran-heran bagaimana informasi tidak valid semacam itu bisa muncul, apalagi bersumber dari internal institusi yang ia pimpin sendiri.

Teguran Keras untuk ‘Orang Dalam’

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI yang berlangsung pada Senin (6/4/2026), Purbaya mengungkapkan rasa bingungnya. Sebagai nakhoda utama kebijakan ekonomi, ia menegaskan bahwa dirinya lah yang paling memahami kondisi riil kas negara.

Baca Juga

IHSG Berpesta: Lonjakan Tajam Bawa Indeks ke Level 7.675 di Tengah Dinamika Global

IHSG Berpesta: Lonjakan Tajam Bawa Indeks ke Level 7.675 di Tengah Dinamika Global

“Muncul pertanyaan, apakah APBN kita masih cukup kuat untuk bertahan sepanjang tahun jika BBM tidak naik? Ada suara-suara yang mengklaim uang negara tinggal sisa dua minggu lagi. Yang membuat saya terkejut, sumbernya bukan dari pengamat luar, tapi justru dari internal Kementerian Keuangan sendiri,” ungkap Purbaya dengan nada tegas.

Proyeksi Fiskal dan Simulasi Harga Minyak

Meskipun kondisi ekonomi global tengah fluktuatif, Purbaya meyakinkan publik bahwa benteng pertahanan fiskal Indonesia masih dalam posisi yang solid. Pihaknya telah melakukan serangkaian simulasi atau stress test terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia.

Data menunjukkan bahwa meskipun harga minyak rata-rata menyentuh angka US$ 100 per barel hingga pengujung tahun, defisit anggaran masih bisa dikendalikan di level yang sehat. Melalui berbagai langkah efisiensi dan perhitungan cermat, pemerintah optimis mampu menekan defisit tetap di angka 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jadi, skenario harga minyak US$ 100 per barel pun masih sangat aman bagi APBN kita.

Baca Juga

Skandal Pupuk Palsu Terbongkar, Mentan Amran Sulaiman Ungkap Kerugian Petani Capai Rp 3,3 Triliun

Skandal Pupuk Palsu Terbongkar, Mentan Amran Sulaiman Ungkap Kerugian Petani Capai Rp 3,3 Triliun

Komitmen BBM Subsidi Hingga Akhir 2026

Kabar baik bagi masyarakat luas, pemerintah secara resmi berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi setidaknya hingga akhir tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kalkulasi fiskal yang matang.

Purbaya meminta agar publik tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Negara dipastikan siap menanggung beban subsidi demi menjaga stabilitas ekonomi rakyat, sekalipun tantangan harga energi global terus membayangi.

“Masyarakat tidak perlu merasa cemas atau ikut ribut karena kabar burung tersebut. Kami sudah menghitung semuanya dengan detail. Pasokan anggaran untuk subsidi BBM hingga akhir tahun dipastikan aman,” tutup sang Bendahara Negara tersebut.

Baca Juga

Prediksi Harga Emas: Akankah Pecah Telur Tembus Rp 3 Juta per Gram Pekan Depan?

Prediksi Harga Emas: Akankah Pecah Telur Tembus Rp 3 Juta per Gram Pekan Depan?
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *