Wacana Potong Gaji Menteri Mencuat, Seskab Teddy Indra Wijaya: Belum Ada Keputusan Final
TotoNews — Isu mengenai pemangkasan pendapatan para pejabat negara kini tengah menjadi sorotan hangat di koridor kekuasaan. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, akhirnya memberikan respons terkait wacana pemotongan gaji para menteri yang disebut-sebut sebagai langkah strategis pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran di tengah situasi krisis energi global yang kian menekan.
Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/4/2026), Teddy tampak bersikap diplomatis saat dihujani pertanyaan oleh awak media. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah belum mengetok palu terkait kebijakan yang cukup sensitif bagi internal kabinet tersebut.
Menanti Hasil Rapat Koordinasi
Teddy meminta publik untuk tidak berspekulasi terlalu jauh sebelum ada pengumuman resmi. Menurutnya, setiap usulan yang berkaitan dengan langkah penghematan negara pasti akan melalui mekanisme rapat yang mendalam antar lembaga terkait untuk melihat dampak serta efektivitasnya.
Gebrakan Prabowo: Rebut Kembali Lahan Negara demi Hunian Layak Rakyat Kecil
“Tanya kepada pihak yang pertama kali menyampaikan hal itu. Mengenai konsep-konsep efisiensi, memang akan dirapatkan dalam beberapa hari ke depan. Kita lihat saja nanti perkembangannya, karena saat ini belum ada keputusan apapun,” ujar Teddy dengan nada tenang kepada wartawan.
Sinyal dari Bendahara Negara
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru memberikan sinyal yang lebih terbuka mengenai arah kebijakan ini. Purbaya mengakui bahwa diskusi internal mengenai opsi pemotongan gaji telah bergulir. Hal ini dilakukan demi menjaga agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada pada posisi aman, yakni di bawah angka 3%.
Menariknya, Purbaya menyatakan kesiapan pribadinya jika penghasilannya sebagai menteri harus dipangkas demi kepentingan negara. Sambil berkelakar, ia menyebut kondisi finansial pribadinya masih sangat mencukupi untuk menanggung kebijakan tersebut. “Tidak masalah kalau memang harus dipotong, saya rasa tidak ada kendala. Mau dipotong berapa persen misalnya?” ucapnya saat berada di Kantor Kemenko Perekonomian.
Berburu Rak Besi Murah di Transmart Full Day Sale, Diskon Melimpah Hanya Hari Ini!
Meski pembicaraan resmi belum final, sang Bendahara Negara itu sempat melontarkan prediksi bahwa angka pemotongan bisa menyentuh kisaran 25%. Namun, ia kembali menekankan bahwa angka tersebut merupakan perkiraan pribadi dan segala keputusan absolut tetap berada di tangan Presiden.
“Pembicaraan ke arah sana memang sudah ada, namun arah kebijakan pastinya masih belum sepenuhnya jelas atau ‘clear’. Keputusan final tentu berada di tangan Presiden Prabowo,” pungkas Purbaya menutup keterangannya.
Langkah berani yang tengah dikaji para pejabat negara ini dipandang banyak pihak sebagai bentuk solidaritas pemerintah dalam menekan beban belanja negara, sekaligus menjadi preseden efisiensi bagi seluruh instansi di bawahnya dalam menghadapi tantangan ekonomi mendatang.
Rekor Bersejarah! Stok Beras Nasional Tembus 4,5 Juta Ton, Ketahanan Pangan RI Amankan Posisi Puncak