Ambisi Besar Prabowo: Menghidupkan Pusat Keuangan Internasional di Bali Sebagai ‘Safe Haven’ Dunia

Siti Aminah | Totonews
08 Apr 2026, 17:23 WIB
Ambisi Besar Prabowo: Menghidupkan Pusat Keuangan Internasional di Bali Sebagai 'Safe Haven' Dunia

TotoNews — Di tengah awan mendung geopolitik yang menyelimuti berbagai belahan dunia, Indonesia justru melihat peluang emas untuk memperkuat posisi tawarnya di panggung ekonomi global. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk membangun sebuah pusat keuangan khusus (special financial center) yang diproyeksikan akan berlokasi di Pulau Dewata, Bali.

Gagasan ambisius ini bukanlah muncul secara tiba-tiba. Menurut Presiden, ide tersebut merupakan buah pemikiran panjang dari Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Prabowo menyebut bahwa Luhut Binsar Pandjaitan telah memberikan saran tersebut selama bertahun-tahun demi menangkap potensi aliran modal asing yang mencari pelabuhan aman di tengah gejolak internasional.

Bali Sebagai Magnet Investasi Global

Dalam Rapat Kerja Pemerintah yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Prabowo menjelaskan bahwa ketidakpastian global, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga ketegangan di Eropa, telah membuat para investor kakap merasa cemas. Mereka kini gencar mencari negara yang stabil, netral, dan memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang untuk mengamankan aset kekayaan mereka.

Baca Juga

Sinergi Blue Economy: Indonesia Siap Pasok Tenaga Kerja Perikanan Profesional ke Jepang

Sinergi Blue Economy: Indonesia Siap Pasok Tenaga Kerja Perikanan Profesional ke Jepang

“Rencana kita, kita mau bikin special financial center. Kita sedang mencari tempat yang tepat, dan Pak Luhut menyarankan di Bali. Entah kenapa beliau begitu cinta dengan Bali, tapi memang kita semua mengakui bahwa daya tarik pulau tersebut sangat luar biasa bagi dunia internasional,” ungkap Prabowo di hadapan para jajaran menteri dan kepala daerah.

Keamanan Indonesia di Mata Dunia

Salah satu alasan kuat mengapa Indonesia, khususnya Bali, dianggap sangat layak menjadi pusat keuangan internasional adalah statusnya sebagai wilayah yang relatif aman dari konflik bersenjata langsung. Prabowo menyoroti bagaimana aliran investasi asing dan dana segar dari kawasan Timur Tengah saat ini tengah mencari destinasi baru yang jauh dari hiruk-pikuk peperangan.

Baca Juga

Banting Harga! Koleksi Peralatan Makan di Transmart Full Day Sale Dibanderol Mulai Rp12 Ribuan

Banting Harga! Koleksi Peralatan Makan di Transmart Full Day Sale Dibanderol Mulai Rp12 Ribuan

Sebagai bukti nyata dari kedamaian yang ditawarkan Indonesia, Presiden merujuk pada fenomena sosial yang terjadi di Bali saat ini. Meskipun negara asal mereka sedang terlibat konflik militer yang panas, warga negara Rusia dan Ukraina justru dapat hidup berdampingan dengan tenang di Bali sebagai wisatawan maupun pengusaha.

“Jika perang dunia ketiga benar-benar terjadi, negara mana yang paling aman? Indonesia berada di peringkat papan atas. Coba lihat di Bali sekarang, berapa banyak orang Rusia dan Ukraina di sana. Mereka mencari keamanan dan kedamaian di tanah kita karena mereka tahu Indonesia adalah tempat yang aman,” tambah sang Presiden secara naratif.

Dengan pembentukan pusat keuangan ini, diharapkan struktur ekonomi Bali tidak lagi hanya bergantung sepenuhnya pada sektor pariwisata tradisional, melainkan juga bertransformasi menjadi hub transaksi modal internasional yang mampu menggerakkan roda ekonomi nasional secara lebih masif dan signifikan di masa depan.

Baca Juga

Buntut Pencabutan Izin Operasional Akibat Bencana Ekologis, Toba Pulp Lestari Mulai Eksekusi PHK Massal

Buntut Pencabutan Izin Operasional Akibat Bencana Ekologis, Toba Pulp Lestari Mulai Eksekusi PHK Massal
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *