Geger Cahaya Misterius di Langit Lampung, BRIN Pastikan Itu Sampah Roket Tiongkok Bukan Rudal
TotoNews — Kehebohan melanda warga Lampung dan sekitarnya saat sebuah benda bercahaya melesat membelah kegelapan malam. Potongan video yang merekam fenomena tersebut segera viral di media sosial, memicu berbagai spekulasi liar dari warganet. Tak tanggung-tanggung, banyak yang mengaitkan kilatan cahaya itu dengan eskalasi konflik global dan mengira itu adalah rudal Iran yang tengah melintas.
Benda tersebut tampak berpijar terang, meninggalkan jejak garis panjang di angkasa, dan sesekali terlihat pecah menjadi serpihan kecil sebelum akhirnya menghilang. Namun, narasi mencekam mengenai serangan militer tersebut segera ditepis oleh para ahli. Ini bukanlah instrumen perang, melainkan sisa-sisa peradaban manusia di luar angkasa yang kembali ke atmosfer.
Potret Ikonis Sisi Jauh Bulan: Bagaimana iPhone 17 Pro Max Menjadi ‘Mata’ Astronaut Artemis II di Ruang Angkasa
Penjelasan Ilmiah dari BRIN
Thomas Djamaluddin, Profesor Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberikan klarifikasi resmi untuk menenangkan publik. Menurut analisisnya, objek yang disaksikan warga Lampung dan Banten tersebut adalah sampah antariksa berupa bekas roket Tiongkok seri CZ-3B.
“Berdasarkan data dari Space-Track dan analisis orbit, ini adalah komponen roket Tiongkok yang meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia, tepatnya di lepas pantai barat Sumatera,” ungkap Thomas dalam keterangan yang diterima redaksi TotoNews.
Sekitar pukul 19:56 WIB, objek tersebut turun hingga ketinggian di bawah 120 kilometer. Pada titik inilah, gesekan dengan lapisan atmosfer yang padat membuat material roket terbakar hebat dan terpecah-pecah. Kecepatan dan suhu ekstrem itulah yang menciptakan pemandangan dramatis berupa benda terang yang seolah-olah meledak di langit.
Kebangkitan Sang Legenda: Mike Carson Rogoh Kocek Ratusan Juta Demi Hidupkan Kembali Friendster
Fenomena Langka yang Mengedukasi
Meski jatuhnya sampah antariksa adalah kejadian yang cukup sering terjadi secara global, Thomas menyebutkan bahwa peristiwa yang bisa diamati langsung dengan mata telanjang di wilayah Indonesia tergolong langka. Terakhir kali fenomena serupa yang cukup mencolok terjadi pada tahun 2022, di mana puing angkasa jatuh di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat, setelah melintasi langit Lampung.
Publik diimbau untuk tidak panik. Secara teknis, sebagian besar komponen teknologi antariksa akan habis menguap terbakar atmosfer sebelum menyentuh tanah. Meskipun ada risiko kecil material yang tidak terbakar sempurna jatuh ke bumi, hingga kini belum ada laporan mengenai dampak berbahaya bagi pemukiman penduduk di seluruh dunia.
Misteri Nuklir: Mengapa Hiroshima-Nagasaki Bisa Dihuni Kembali Sedangkan Chernobyl Menjadi Kota Hantu Selamanya?
Fenomena ini sejatinya menjadi momen penting bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi sains. Alih-alih terjebak dalam kabar burung atau hoaks, kejadian ini membuktikan betapa dinamisnya aktivitas manusia di luar angkasa saat ini. Bagi TotoNews, edukasi mengenai sains astronomi seperti ini sangat krusial agar masyarakat dapat membedakan antara fenomena alamiah, teknologis, dan isu geopolitik.