Ketegangan di Selat Hormuz: Dua Kapal Tanker Raksasa Pertamina Masih Tertahan, Jalur Diplomasi Terus Dipacu

Siti Aminah | Totonews
08 Apr 2026, 15:22 WIB
Ketegangan di Selat Hormuz: Dua Kapal Tanker Raksasa Pertamina Masih Tertahan, Jalur Diplomasi Terus Dipacu

TotoNews — Gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memberikan tantangan serius bagi ketahanan logistik energi nasional. Dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga saat ini dilaporkan masih belum dapat melanjutkan pelayaran melewati titik krusial Selat Hormuz.

Negosiasi Alot di Teluk Arab

Situasi di perairan Teluk Arab saat ini menjadi sorotan tajam bagi manajemen PIS. Kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang mengangkut komoditas vital tertahan di tengah upaya koordinasi yang masih menemui jalan buntu terkait izin lintas. Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah berjuang di garis depan agar armada tersebut dapat segera keluar dari zona tersebut.

Baca Juga

Wajib Pajak Peserta PPS Bakal Diperiksa? Begini Respons Tegas APINDO Terkait Kepastian Hukum

Wajib Pajak Peserta PPS Bakal Diperiksa? Begini Respons Tegas APINDO Terkait Kepastian Hukum

“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih terus diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz dengan selamat,” tutur Vega dalam keterangannya kepada TotoNews.

Langkah Diplomatik Melalui Kementerian Luar Negeri

Mengingat sensitivitas wilayah tersebut, PIS tidak melangkah sendirian. Perusahaan logistik laut terbesar di Indonesia ini secara aktif menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menembus kebuntuan melalui jalur diplomasi internasional. Komunikasi intensif terus dilakukan dengan otoritas terkait, termasuk pemerintah Iran, guna memastikan kapal-kapal berbendera Indonesia ini mendapatkan jaminan keamanan.

Vega menekankan bahwa PIS memantau perkembangan situasi ini selama 24 jam penuh dalam sepekan. Koordinasi teknis dan strategi mitigasi terus dibahas bersama Kemlu untuk menghadapi segala skenario yang mungkin terjadi di lapangan. “Upaya diplomasi tersebut terus berjalan hingga saat ini. Kami memastikan setiap langkah yang diambil sudah melalui pertimbangan matang demi kelancaran operasional kapal tanker kami,” tambahnya.

Baca Juga

Gerah Melanda? Intip Promo AC 1 PK yang Turun Drastis di Transmart Full Day Sale Pekan Ini!

Gerah Melanda? Intip Promo AC 1 PK yang Turun Drastis di Transmart Full Day Sale Pekan Ini!

Keselamatan Awak Kapal Jadi Prioritas Utama

Di balik urusan logistik dan muatan, aspek kemanusiaan menjadi perhatian tertinggi bagi PIS. Perusahaan berkomitmen penuh untuk menjaga kesejahteraan dan keamanan seluruh kru yang bertugas di atas kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keamanan muatan memang penting, namun nyawa awak kapal adalah segalanya.

“Prioritas perusahaan tetap berakar pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan infrastruktur kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses negosiasi ini dapat terselesaikan dengan hasil terbaik bagi kepentingan nasional,” pungkas Vega. Situasi di Selat Hormuz sendiri memang kerap menjadi barometer kestabilan ekonomi dunia, di mana kelancaran arus kapal tanker sangat menentukan dinamika pasar energi global.

Baca Juga

Wacana Potong Gaji Menteri Mencuat, Seskab Teddy Indra Wijaya: Belum Ada Keputusan Final

Wacana Potong Gaji Menteri Mencuat, Seskab Teddy Indra Wijaya: Belum Ada Keputusan Final
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *