Bukan Tembok China, Inilah Struktur Manusia yang Benar-benar Tampak dari Luar Angkasa Menurut NASA

Andini Putri Lestari | Totonews
10 Apr 2026, 06:12 WIB
Bukan Tembok China, Inilah Struktur Manusia yang Benar-benar Tampak dari Luar Angkasa Menurut NASA

TotoNews — Selama puluhan tahun, sebuah narasi heroik telah tertanam di benak banyak orang: Tembok Besar China adalah satu-satunya mahakarya manusia yang mampu terlihat oleh mata telanjang dari luar angkasa. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi satelit dan testimoni langsung dari para penjelajah jagat raya, mitos tersebut perlahan mulai runtuh. NASA secara tegas menyatakan bahwa apa yang selama ini kita yakini ternyata jauh dari kenyataan ilmiah.

Mengutip laporan terbaru dari berbagai sumber otoritas penerbangan antariksa, anggapan bahwa Tembok Besar China atau Piramida Giza bisa terlihat jelas dari orbit hanyalah sebuah legenda urban yang lahir jauh sebelum manusia berhasil menembus atmosfer Bumi. Meskipun struktur tersebut sangat panjang, lebar fisiknya terlalu sempit untuk ditangkap oleh mata manusia dari ketinggian ratusan kilometer. Belum lagi warnanya yang cenderung serupa dengan tanah dan bebatuan di sekitarnya, membuatnya seolah ‘menghilang’ dalam lanskap alamiah.

Baca Juga

Menguak Misteri Bir Tawil: Sebidang Tanah di Bumi yang Tidak Diinginkan Negara Mana Pun

Menguak Misteri Bir Tawil: Sebidang Tanah di Bumi yang Tidak Diinginkan Negara Mana Pun

Kesaksian Para Astronaut: Sulit Ditemukan Tanpa Alat Bantu

Ketegasan mengenai sulitnya melihat struktur legendaris tersebut bukan tanpa alasan. Jeffrey Hoffman, seorang mantan astronot NASA, mengungkapkan pengalamannya selama berada di orbit. Ia menyatakan bahwa kontras warna adalah faktor krusial dalam visibilitas sebuah objek. “Saya secara pribadi tidak pernah melihat tembok itu dari luar angkasa,” ujarnya lugas. Hal ini senada dengan penjelasan resmi NASA yang menyebutkan bahwa Tembok Besar China hampir mustahil dikenali tanpa bantuan lensa pembesar atau teknologi pemrosesan citra yang canggih.

Lantas, bagaimana dengan Piramida Mesir? Astronaut Leroy Chiao sempat memberikan secercah harapan dengan mengatakan bahwa dirinya pernah melihat dua piramida besar, namun hanya sebagai titik kecil yang sangat samar. Itu pun hanya terjadi di bawah kondisi pencahayaan yang sangat spesifik dan cuaca yang benar-benar bersih. Artinya, alih-alih terlihat megah, struktur kuno tersebut lebih mirip butiran debu di atas permadani gurun yang luas.

Baca Juga

Kisah Ronald Wayne: Sosok Pendiri Ketiga Apple yang Melepas Harta Karun Bernilai Triliunan

Kisah Ronald Wayne: Sosok Pendiri Ketiga Apple yang Melepas Harta Karun Bernilai Triliunan

Lautan Plastik di Almería: Pemenang yang Tak Terduga

Jika bangunan ikonik seperti Tembok China gagal menampakkan dirinya, lantas apa yang sebenarnya bisa terlihat oleh mata manusia dari luar angkasa? Jawabannya ternyata bukan berasal dari keajaiban dunia kuno, melainkan sebuah kawasan industri pertanian di Spanyol.

Objek buatan manusia yang paling mencolok justru adalah hamparan rumah kaca raksasa di wilayah Almería, Spanyol. Dikenal dengan julukan ‘Lautan Plastik’, kawasan ini mencakup ribuan hektare lahan yang ditutupi oleh plastik putih. Karena sifat plastiknya yang sangat reflektif atau memantulkan cahaya matahari dengan kuat, wilayah ini tampak bersinar terang dan memiliki kontras yang sangat kontras dibandingkan lingkungan pegunungan di sekelilingnya. Dari orbit Bumi, pantulan putih yang masif ini jauh lebih mudah dikenali daripada struktur batu kuno mana pun.

Baca Juga

Kisah di Balik Donasi Sperma Elon Musk: Kesaksian Shivon Zilis dan Dilema Etika di Puncak Imperium Teknologi

Kisah di Balik Donasi Sperma Elon Musk: Kesaksian Shivon Zilis dan Dilema Etika di Puncak Imperium Teknologi

Faktor Kontras dan Cahaya Malam Hari

Para ilmuwan menjelaskan bahwa keterbatasan visibilitas dari luar angkasa sangat bergantung pada kemampuan mata manusia untuk membedakan kontras. Inilah alasan mengapa kota-kota besar justru menjadi pemandangan paling menakjubkan saat malam tiba. Pola lampu kota yang terang benderang menciptakan jalinan cahaya yang indah, menandai kehadiran peradaban manusia dengan jauh lebih jelas dibandingkan struktur bangunan fisik pada siang hari.

Fenomena ini membuktikan bahwa ukuran bukanlah satu-satunya faktor penentu. Tekstur, warna, dan kemampuan sebuah material dalam memantulkan cahaya memegang peranan yang lebih vital. Mitos yang telah bertahan sejak abad ke-18 ini kini telah digantikan oleh fakta sains yang lebih akurat, mengingatkan kita bahwa perspektif dari kejauhan sering kali memberikan kejutan yang berbeda dari apa yang kita bayangkan di permukaan.

Baca Juga

Kebangkitan Sang Legenda: Mike Carson Rogoh Kocek Ratusan Juta Demi Hidupkan Kembali Friendster

Kebangkitan Sang Legenda: Mike Carson Rogoh Kocek Ratusan Juta Demi Hidupkan Kembali Friendster
Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *