Polemik Motor Trail Listrik di Program Makan Bergizi Gratis: Mengapa Bukan Kendaraan Roda Tiga yang Lebih Fungsional?

Bagus Setiawan | Totonews
10 Apr 2026, 12:20 WIB
Polemik Motor Trail Listrik di Program Makan Bergizi Gratis: Mengapa Bukan Kendaraan Roda Tiga yang Lebih Fungsional?

TotoNews — Langkah pemerintah dalam mendukung akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah menjadi sorotan publik, terutama terkait pemilihan kendaraan operasional bagi para pemimpin lapangan. Kabar mengenai pengadaan unit motor trail bertenaga listrik untuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memicu diskusi hangat di kalangan pemerhati kebijakan dan otomotif.

Unit yang dipilih adalah Emmo JVX GT, sebuah motor listrik bergaya adventure yang dirancang tangguh untuk melahap berbagai medan. Berdasarkan penelusuran tim TotoNews, kuda besi ramah lingkungan ini mengusung motor penggerak berkekuatan hingga 7.000 W dengan klaim jarak tempuh mencapai 70 km dalam sekali pengisian daya. Spesifikasi ini sejatinya sangat mumpuni untuk kebutuhan petualangan outdoor maupun mobilitas harian di jalur offroad.

Baca Juga

Wajah Baru Suzuki Avenis 125: Makin Sporty dengan Balutan Warna Dual-Tone

Wajah Baru Suzuki Avenis 125: Makin Sporty dengan Balutan Warna Dual-Tone

Spesifikasi dan Harga yang Menjadi Perbincangan

Dibalik desainnya yang gagah, Emmo JVX GT dibekali baterai berkapasitas 72v 31Ah yang mendukung sistem fast charging. Pengguna hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen. Namun, aspek yang paling mencolok adalah harganya. Di situs resminya, motor ini dibanderol sekitar Rp 56,8 juta, meskipun Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut pihaknya mendapatkan harga khusus di angka Rp 42 juta per unit.

Pemilihan jenis motor listrik trail ini kemudian dipertanyakan efektivitasnya. Meski sejalan dengan visi elektrifikasi nasional untuk menekan ketergantungan pada BBM, penggunaan motor jenis adventure untuk operasional distribusi gizi dinilai kurang tepat sasaran oleh beberapa pihak.

Baca Juga

Beban Pajak Tembus 40 Persen: Mengapa Membeli Mobil Baru di Indonesia Kini Terasa Semakin Berat?

Beban Pajak Tembus 40 Persen: Mengapa Membeli Mobil Baru di Indonesia Kini Terasa Semakin Berat?

Kritik Tajam dari Pengamat Otomotif

Pengamat otomotif kawakan, Bebin Djuana, memberikan pandangan kritis terkait kebijakan ini. Menurutnya, penggunaan motor trail untuk kepala SPPG terkesan terlalu mewah dan kurang fungsional bagi sebuah program yang berfokus pada logistik makanan. Ia mempertanyakan urgensi pengadaan hingga 20.000 unit kendaraan berjenis trail tersebut.

“Pertanyaannya, kebutuhannya untuk apa? Jika tujuannya adalah mendukung makan bergizi gratis, bukankah lebih rasional jika menggunakan kendaraan yang bisa mengangkut barang?” ujar Bebin. Ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan motor roda tiga bertenaga listrik sebagai alternatif yang jauh lebih efisien.

Solusi Roda Tiga: Lebih dari Sekadar Transportasi

Bebin membayangkan sebuah sistem distribusi yang lebih integratif. Kendaraan roda tiga yang dilengkapi dengan boks kargo di bagian belakang dianggap jauh lebih multifungsi. Tak hanya sekadar alat transportasi bagi kepala dapur atau koordinator, kendaraan ini bisa langsung digunakan untuk mengantarkan paket makanan ke lokasi tujuan.

Baca Juga

Jadwal MotoGP Spanyol 2026: Pedro Acosta Mengancam, Dominasi Marquez Diuji di Jerez

Jadwal MotoGP Spanyol 2026: Pedro Acosta Mengancam, Dominasi Marquez Diuji di Jerez
  • Fungsi Pemanas: Boks pada motor roda tiga listrik bisa dimodifikasi dengan sistem penghangat makanan yang terhubung ke baterai kendaraan.
  • Kapasitas Angkut: Mampu membawa porsi makanan dalam jumlah besar sekali jalan, berbeda dengan motor trail yang ruang simpanannya sangat terbatas.
  • Efisiensi Kerja: Kepala SPPG tidak hanya bertindak sebagai pengawas (mandor), tetapi juga bisa berkontribusi langsung dalam distribusi logistik.

“Dengan kendaraan roda tiga bertenaga baterai, makanan bisa sampai ke tangan generasi penerus kita dalam kondisi tetap hangat. Ini jauh lebih bermanfaat daripada sekadar memberikan motor trail mewah kepada kepala dapur,” pungkas Bebin dalam diskusinya bersama TotoNews. Polemik ini diharapkan menjadi bahan evaluasi agar anggaran negara dapat terserap secara optimal demi keberhasilan program gizi nasional.

Baca Juga

Berapa Biaya Balik Nama Kendaraan 2024? Solusi Praktis Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama

Berapa Biaya Balik Nama Kendaraan 2024? Solusi Praktis Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama
Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *