Strategi ‘Tukar Guling’ Purbaya Yudhi Sadewa: Ambil Alih PNM demi Cetak Bank Khusus UMKM
TotoNews — Sebuah skenario besar dalam peta restrukturisasi aset negara kini tengah digodok oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah langkah yang cukup mengejutkan publik, Purbaya melayangkan opsi “tukar guling” atau pertukaran aset strategis antara PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang saat ini berada di bawah kendali Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), dengan PT Geo Dipa Energi (Persero) yang merupakan binaan asli Kementerian Keuangan.
Visi Ambisius di Balik Pertukaran Aset
Rencana besar ini bukan tanpa alasan. Inti dari strategi ini adalah ambisi pemerintah untuk memiliki sebuah institusi keuangan yang fokus seratus persen pada pengembangan UMKM tanpa terbebani oleh target profit komersial yang mencekik. Purbaya mengungkapkan bahwa diskusi intensif telah dilakukan bersama pihak Danantara untuk mematangkan konsep tersebut.
Sinergi BUMN dan Swasta: 1.000 Unit Rusun Subsidi Siap Dibangun Astra di Atas Lahan KAI
“Tadi sudah sempat berdiskusi mengenai kemungkinan menukar PNM dengan Geo Dipa, namun pembicaraan ini masih terus bergulir dan belum menemui kata sepakat yang final,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Jumat (10/4/2026).
Geo Dipa ke Danantara, PNM Kembali ke Pangkuan Kemenkeu
Selama ini, PT Geo Dipa Energi dikenal sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu yang berfokus pada energi terbarukan, khususnya panas bumi. Jika skenario ini berjalan mulus, Geo Dipa akan bermigrasi menjadi BUMN di bawah kelolaan Danantara, sementara PNM akan bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum (BLU) di bawah supervisi langsung Kementerian Keuangan.
Langkah ini diambil demi menggenjot efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Purbaya menegaskan bahwa PNM nantinya akan dirombak total menjadi sebuah bank khusus yang didedikasikan untuk pelaku usaha kecil dan menengah.
Menkeu AS Scott Bessent Semprot IMF, Sebut Proyeksi Ekonomi Global Terlalu Pesimistis
Membangun Ekosistem Keuangan Non-Profit Oriented
Salah satu poin krusial yang ditekankan Purbaya adalah perbedaan model bisnis antara calon Bank UMKM ini dengan bank konvensional seperti BRI. Menurutnya, untuk membuat UMKM benar-benar “naik kelas”, dibutuhkan lembaga keuangan yang tidak hanya mengejar keuntungan semata.
“BRI tentu bersifat profit oriented, sedangkan lembaga yang ingin kita bangun ini tidak. Bukan berarti harus merugi, tapi bunganya tidak akan ‘gila-gilaan’. Fokus utamanya adalah pembiayaan yang berkesinambungan dan benar-benar meringankan beban UMKM. Kita akan desain ekosistemnya secara menyeluruh,” tegasnya.
Kritik Terhadap Penyaluran KUR Saat Ini
Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya sempat melontarkan kritik halus mengenai efektivitas penyaluran dana KUR yang selama ini dititipkan melalui perbankan umum. Ia menilai, meski dana telah mengucur deras, hasil nyata berupa peningkatan kelas UMKM secara signifikan masih belum terlihat optimal.
Selat Hormuz Kembali Terbuka: Sinyal Positif Bagi Ekonomi RI dan Stabilitas Global
“Saya sudah ajukan proposal ke Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. PNM akan saya jadikan mesin utama penyalur KUR dengan status bank, mungkin di bawah koordinasi PT SMI atau PIP. Intinya, kita butuh instrumen yang tepat agar modal negara benar-benar sampai ke akar rumput dengan cara yang lebih berdaya guna,” pungkas Purbaya.