Akselerasi NASA: Target Dua Pendaratan Manusia di Bulan pada 2028

Andini Putri Lestari | Totonews
11 Apr 2026, 19:13 WIB
Akselerasi NASA: Target Dua Pendaratan Manusia di Bulan pada 2028

TotoNews — Semangat membara sedang menyelimuti markas besar NASA. Belum genap euforia keberhasilan misi Artemis II mereda, badan antariksa Amerika Serikat tersebut sudah langsung mematok target yang jauh lebih ambisius. Tak tanggung-tanggung, NASA kini membidik pencapaian bersejarah dengan merencanakan dua kali pendaratan manusia di permukaan Bulan dalam satu tahun kalender, yakni pada 2028.

Pengumuman besar ini muncul tepat setelah kapsul Orion menyentuh permukaan Samudera Pasifik dengan selamat, menandai berakhirnya perjalanan berawak yang mengitari satelit alami Bumi tersebut. Dalam sebuah konferensi pers yang penuh optimisme, para petinggi NASA menegaskan bahwa momentum keberhasilan ini adalah modal utama untuk memacu langkah eksplorasi luar angkasa yang lebih masif.

Baca Juga

Alarm Merah Ketahanan Siber Indonesia: Menghadapi Bayang-Bayang Perang Geopolitik dan Krisis Global di Era Digital

Alarm Merah Ketahanan Siber Indonesia: Menghadapi Bayang-Bayang Perang Geopolitik dan Krisis Global di Era Digital

Menjaga Ritme dan Keberlanjutan

Lori Glaze, Kepala Program Artemis NASA, menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin membiarkan jeda waktu yang terlalu lama menghambat inovasi. “Kami ingin mempercepat ritme misi dan berharap bisa mendarat di Bulan dua kali pada tahun 2028,” ungkapnya dengan tegas. Langkah ini merupakan sinyal kuat bahwa NASA tidak lagi sekadar ingin melakukan kunjungan singkat layaknya era Apollo, melainkan membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di sana.

Keberhasilan Artemis II dianggap sebagai fondasi krusial. Misi yang menguji ketahanan kapsul Orion saat membawa empat astronaut mengorbit Bulan ini membuktikan bahwa sistem yang mereka bangun telah siap untuk tahap berikutnya. Menurut Associate Administrator NASA, Amit Kshatriya, menjaga cadence atau ritme misi sangat penting untuk memastikan teknologi antariksa tetap andal dan tingkat keselamatan tetap terjaga.

Baca Juga

Hapus Malu karena Typo! Instagram Resmi Luncurkan Fitur Edit Komentar, Ini Aturannya

Hapus Malu karena Typo! Instagram Resmi Luncurkan Fitur Edit Komentar, Ini Aturannya

Kolaborasi Dua Raksasa: SpaceX dan Blue Origin

Untuk mewujudkan mimpi dua pendaratan dalam satu tahun, NASA menerapkan strategi yang berbeda dari era sebelumnya. Kali ini, mereka merangkul dua kekuatan besar sektor swasta: SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos.

  • Artemis III (2027): Misi ini akan mengandalkan Starship dari SpaceX sebagai Human Landing System (HLS). Saat ini, pengujian Block 3 Starship dan roket Super Heavy terus dikebut untuk memastikan kesiapan operasionalnya.
  • Artemis IV (2028): Estafet pendaratan berikutnya akan dipercayakan kepada Blue Moon Mark 1 dari Blue Origin. Perusahaan ini sedang mempersiapkan uji terbang besar tahun ini sebagai tonggak penting sebelum NASA memberikan kepercayaan penuh untuk misi pendaratan manusia.

Pendekatan kompetisi sekaligus kolaborasi ini diharapkan mampu memicu inovasi yang lebih cepat serta meminimalisir risiko kegagalan. Dengan dua sistem pendaratan yang berbeda, NASA memiliki opsi cadangan yang lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan teknis yang mungkin muncul.

Baca Juga

Luna Ring: Ambisi Jepang Memasang Sabuk Panel Surya di Bulan demi Energi Abadi

Luna Ring: Ambisi Jepang Memasang Sabuk Panel Surya di Bulan demi Energi Abadi

Bulan Sebagai Batu Loncatan Menuju Mars

Visi besar di balik misi Artemis sebenarnya jauh melampaui sekadar menapakkan kaki kembali di permukaan Bulan. NASA sedang merancang infrastruktur jangka panjang, termasuk pembangunan stasiun luar angkasa Gateway di orbit Bulan serta pendirian pangkalan tetap (Moon Base) di permukaan.

Bagi para ilmuwan dan perancang misi, Bulan adalah laboratorium sekaligus taman bermain untuk menguji teknologi yang nantinya akan digunakan untuk membawa manusia ke Mars. “Kami butuh seluruh industri untuk ikut bersama kami dan menerima tantangan ini,” ujar Lori Glaze, mengajak kolaborasi lebih luas dalam hal produksi komponen hingga pembangunan infrastruktur.

Meskipun jadwal 2027 hingga 2028 dinilai sangat ketat oleh banyak analis, langkah berani NASA ini menandai babak baru dalam sejarah peradaban manusia. Setelah lebih dari setengah abad sejak manusia terakhir kali meninggalkan jejak kaki di Bulan, kini kita bersiap untuk kembali—bukan hanya untuk berkunjung, tetapi untuk menetap dan melangkah lebih jauh ke arah bintang-bintang.

Baca Juga

Jayapura Menembus Batas Global: Mengulas Kemegahan Kabel Laut Pukpuk-1 dan Masa Depan Digital Pasifik

Jayapura Menembus Batas Global: Mengulas Kemegahan Kabel Laut Pukpuk-1 dan Masa Depan Digital Pasifik
Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *