BGN Tindak Tegas! Ratusan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara, Ini Pemicunya

Siti Aminah | Totonews
12 Apr 2026, 18:13 WIB
BGN Tindak Tegas! Ratusan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara, Ini Pemicunya

TotoNews — Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan komitmen serius dalam menjaga integritas program unggulan pemerintah. Baru-baru ini, otoritas terkait resmi menghentikan sementara operasional atau melakukan suspend terhadap ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai titik strategis. Langkah tegas ini diambil menyusul ditemukannya berbagai pelanggaran krusial terkait standar kualitas dan keamanan pangan yang dianggap dapat membahayakan penerima manfaat.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Doni Dewantoro, mengungkapkan bahwa pembersihan internal ini menyasar ratusan unit di Pulau Jawa. Berdasarkan data terbaru per April 2026, total SPPG yang dilarang beroperasi sementara di Wilayah II telah menyentuh angka 362 unit. Dalam periode evaluasi singkat antara tanggal 6 hingga 10 April saja, terdapat penambahan 41 unit dapur yang terpaksa dirumahkan karena rapor merah operasional.

Baca Juga

Menembus Medan Sulit: Istana Jelaskan Urgensi 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis

Rentetan Pelanggaran di Lapangan

Penindakan ini bukan tanpa alasan kuat. Doni menegaskan bahwa BGN tidak akan memberikan toleransi terhadap kelalaian yang menyangkut tata kelola dan kualitas layanan. Berdasarkan investigasi tim Badan Gizi Nasional, ditemukan fakta-fakta lapangan yang cukup mengkhawatirkan. Pada Senin (6/4), sembilan unit SPPG di Bogor dan Brebes ditindak karena ketiadaan pengawas gizi serta penyajian menu yang dianggap jauh dari standar layak.

Gelombang suspensi terus berlanjut. Pada Rabu (8/4), jumlah unit yang ditindak melonjak menjadi 15 SPPG. Temuan di wilayah Cimahi bahkan mengindikasikan adanya gangguan pencernaan pada sejumlah sasaran, sementara di Kendal dan Purworejo, manajemen organisasi dan ketiadaan tenaga ahli gizi menjadi batu sandungan utama.

Baca Juga

Kemnaker Gandeng TikTok Luncurkan Program BISA: Upaya Cetak Ratusan Ribu Kreator Digital Masa Depan

Kemnaker Gandeng TikTok Luncurkan Program BISA: Upaya Cetak Ratusan Ribu Kreator Digital Masa Depan

Masalah Sanitasi dan Legalitas di Wilayah Timur

Tidak hanya di Pulau Jawa, ketegasan BGN juga menjangkau wilayah Indonesia Timur. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan, membeberkan bahwa dari sekitar 4.300 SPPG yang beroperasi, sebanyak 165 unit di antaranya telah dijatuhi sanksi serupa. Mayoritas unit tersebut kedapatan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memadai.

“Kami memastikan bahwa kebijakan suspend ini adalah langkah korektif yang wajib dijalankan. Seluruh pengelola dapur yang terdampak harus melakukan pembenahan total sebelum diizinkan kembali melayani masyarakat,” tegas Rudi. Upaya ini dilakukan semata-mata demi menjamin bahwa program makan bergizi gratis tetap berjalan di atas koridor keamanan dan profesionalisme yang tinggi.

Baca Juga

Misi Purbaya di Amerika: Redam Isu Miring dan Yakinkan Raksasa Investasi Dunia

Misi Purbaya di Amerika: Redam Isu Miring dan Yakinkan Raksasa Investasi Dunia

Dengan pengawasan ketat ini, TotoNews memantau bahwa BGN berusaha menciptakan standar emas dalam pelayanan gizi nasional, di mana kesehatan publik menjadi prioritas di atas target kuantitas distribusi semata.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *