Aksi Selfie Rombongan Mobil Berpengawal di Jalur Maut Sitinjau Lauik Tuai Kecaman Netizen
TotoNews — Lintasan Sitinjau Lauik di Sumatra Barat kembali menjadi sorotan publik, namun kali ini bukan karena aksi heroik para pemandu jalan atau kecelakaan tragis, melainkan sebuah tindakan yang dinilai kurang empati. Sebuah video singkat mendadak viral di jagat maya, memperlihatkan rombongan mobil mewah yang mendapatkan pengawalan kepolisian berhenti tepat di tengah tanjakan curam dan tikungan ekstrem hanya demi mengabadikan momen foto bersama.
Interupsi di Tengah Jalur Logistik Vital
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat iring-iringan kendaraan yang didominasi oleh SUV premium seperti Toyota Fortuner dan Kijang Innova. Bukannya terus melaju untuk meminimalisir kepadatan, rombongan yang diduga diisi oleh jajaran pejabat ini justru menginstruksikan pengawal dari unsur polisi lalu lintas untuk menghentikan kendaraan lainnya. Ironisnya, sirene mobil patwal yang biasanya digunakan untuk keadaan darurat, terdengar bersahutan di tengah hiruk-pikuk jalur yang dikenal sebagai salah satu rute paling berbahaya di Indonesia tersebut.
Tragedi Maut Jalinsum: Bus ALS Terbakar Usai Adu Banteng dengan Truk Tangki, 16 Nyawa Melayang
Tanpa mempedulikan antrean kendaraan berat seperti truk-truk logistik yang harus menahan beban di tengah tanjakan, beberapa orang dari rombongan tersebut turun dengan santai. Mereka berpose tepat di titik buta (blind spot) tikungan Sitinjau Lauik, sementara pengemudi lain dari dua arah terpaksa berhenti total dan menunggu sesi foto tersebut berakhir.
Kritik Pedas di Media Sosial
Tindakan ini memicu gelombang kritik dari para pengguna jalan dan netizen. Salah satu akun di platform Threads, @joezenzie, mengungkapkan kegeramannya atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian ini sebagai hal yang sangat tidak masuk akal dan membahayakan nyawa banyak orang.
“Sangat memprihatinkan. Di tikungan yang terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yang lain terpaksa menunggu. Ini membahayakan mereka sendiri dan orang lain. Mirisnya, aksi ini justru dikawal oleh petugas,” tulisnya dalam unggahan yang kini dibanjiri komentar miring terhadap rombongan pejabat tersebut.
Mengapa Denda Tidak Bawa SIM dan Tidak Memiliki SIM Berbeda? Simak Penjelasan Hukum dan Alasan di Baliknya!
Sudut Pandang Keselamatan Berkendara
Menanggapi fenomena ini, Erreza Hardian, seorang praktisi keselamatan berkendara dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), menegaskan bahwa area Sitinjau Lauik adalah zona dengan risiko tinggi. Secara teknis, kendaraan besar memerlukan ruang manuver yang luas dan momentum yang tepat untuk menaklukkan tanjakan tersebut. Berhenti di tengah jalur secara mendadak adalah pelanggaran serius terhadap aspek safety driving.
“Jika bicara soal keamanan, lokasi tersebut sudah dipenuhi banyak pelanggaran. Jalur ini memiliki ancaman bahaya atau hazard yang nyata. Etika berkendara yang benar adalah mengantisipasi segala kemungkinan buruk, bukan justru menciptakan risiko tambahan,” tegas Reza. Ia juga menambahkan bahwa setiap pengguna jalan harus memiliki sikap defensif dan tidak boleh egois, terutama di jalur ekstrem yang sering memakan korban akibat rem blong atau gagal nanjak.
Hongqi Siap Menggebrak Indonesia: Mengenal Lebih Dekat ‘Rolls-Royce’ Asal China yang Melegenda
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa fasilitas pengawalan tidak seharusnya digunakan untuk mengabaikan keselamatan publik dan etika di jalan raya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai identitas rombongan yang melakukan foto di jalan raya tersebut.