Heboh Rombongan Mobil Mewah Berhenti Foto-Foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Netizen: Sangat Miris!
TotoNews — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan perilaku tak terpuji rombongan mobil mewah di jalur legendaris Sitinjau Lauik mendadak viral di jagat maya. Di tengah medan yang dikenal sebagai salah satu jalur maut paling berbahaya di Indonesia, rombongan yang diduga diisi oleh kalangan pejabat tersebut justru nekat menghentikan kendaraan demi mengabadikan momen foto bersama.
Ironisnya, aksi narsis di tengah jalan ini mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian. Dalam video yang beredar, tampak iring-iringan mobil berjenis Toyota Fortuner dan Kijang Innova berhenti tepat di tikungan tajam dan menanjak. Suara sirene dari mobil patwal polisi terus meraung, namun bukan untuk membuka jalan darurat, melainkan untuk memberikan ruang bagi rombongan tersebut bergaya di aspal Sitinjau Lauik.
Ironi di Balik Misi Mulia: Saat Mobil Program Makan Bergizi Gratis Hantam Pasutri Lansia di Tuban
Mengabaikan Keselamatan Demi Konten
Tindakan ini memicu kemacetan sesaat di area yang sangat krusial. Truk-truk besar bermuatan berat terlihat terpaksa mengerem dan menunggu di kedua sisi tanjakan, sebuah situasi yang sangat berisiko mengingat potensi rem blong atau gagal nanjak di area tersebut sering terjadi. Netizen pun mengecam keras tindakan ini melalui berbagai platform sosial media.
Kritik tajam datang dari berbagai pihak, termasuk pengamat otomotif. Salah satu akun di Threads, joezenzie, menyebut kejadian ini sangat tidak masuk akal. “Di tikungan terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto. Sangat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Mirisnya, ini justru difasilitasi oleh Polantas,” tulisnya dalam unggahan yang viral tersebut.
Ekspansi Global, Wuling Eksion Rakitan Cikarang Mulai Merambah Brunei Darussalam Bulan Depan
Analisis Pakar Keselamatan Berkendara
Menanggapi fenomena ini, Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC), angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Sitinjau Lauik bukanlah tempat untuk bermain-main. Karakteristik jalannya yang licin, tajam, dan memiliki kemiringan ekstrem menuntut konsentrasi penuh dan area yang harus bebas dari hambatan.
“Area tersebut seharusnya steril dari kendaraan yang sengaja berhenti tidak pada tempatnya. Kita tahu banyak kasus kecelakaan di sana akibat gagal nanjak atau masalah pengereman. Berhenti di tengah tikungan adalah bentuk normalisasi bahaya yang sangat fatal,” tegas Sony kepada tim redaksi.
Ia juga menyoroti peran petugas kepolisian yang memberikan pengawalan. Menurutnya, meskipun memiliki hak diskresi, polisi seharusnya menggunakan wewenang tersebut untuk menjamin keselamatan berkendara, bukan justru memfasilitasi tindakan yang melanggar prinsip keamanan jalan raya.
Menyemai Inovasi Hijau di Bumi Toraja: Perjalanan Inspiratif Toyota Eco Youth Jelajah Nusantara
Tanggung Jawab Moral Pejabat Publik
Kejadian ini menjadi catatan kelam mengenai etika berlalu lintas di Indonesia. Seharusnya, figur publik memberikan contoh yang baik mengenai kedisiplinan di jalan raya. Memaksa kendaraan lain berhenti di medan yang sulit demi sebuah foto bukan hanya menunjukkan kurangnya empati, tetapi juga ketidakpahaman terhadap risiko keselamatan jiwa.
Diharapkan pihak terkait dapat melakukan evaluasi mendalam terhadap prosedur pengawalan polisi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan, demi terciptanya jalan raya yang aman bagi semua golongan masyarakat.