Paus Leo XIV Balas Kritik Pedas Donald Trump: ‘Saya Bukan Politikus, Fokus Saya Perdamaian’

Rizky Ramadhan | Totonews
13 Apr 2026, 17:42 WIB
Paus Leo XIV Balas Kritik Pedas Donald Trump: 'Saya Bukan Politikus, Fokus Saya Perdamaian'

TotoNews — Di tengah awan mendung geopolitik global, Pemimpin Takhta Suci Vatikan, Paus Leo XIV, akhirnya memberikan respons tenang namun berbobot atas serangan verbal yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ketegangan ini bermula dari kritik tajam Sri Paus terhadap kebijakan luar negeri AS, khususnya terkait eskalasi konflik dengan Iran.

Berbicara kepada awak media di atas pesawat kepausan dalam perjalanan menuju Aljazair, Paus Leo XIV menegaskan posisinya dengan sangat jelas. “Saya bukan seorang politikus,” ungkapnya diplomatis. Meskipun berasal dari Negeri Paman Sam, Paus pertama asal Amerika Serikat ini enggan terjebak dalam pusaran polemik politik praktis yang digulirkan oleh Trump.

Misi Perdamaian di Tengah Kritik Tajam

Paus Leo XIV menekankan bahwa fokus utamanya tetap pada nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia. “Saya tidak memiliki niat sedikit pun untuk berdebat dengannya (Trump). Misi saya tetap sama, yakni mempromosikan perdamaian di mana pun,” tegasnya di sela-sela kunjungan perdananya ke benua Afrika.

Baca Juga

Mendes Yandri Susanto Pacu Potensi Ekonomi Luwuk Utara Lewat Pengembangan Desa Tematik Buah Naga

Mendes Yandri Susanto Pacu Potensi Ekonomi Luwuk Utara Lewat Pengembangan Desa Tematik Buah Naga

Sebelumnya, Donald Trump secara terbuka mengecam sikap Paus Leo XIV yang vokal menentang aksi militer antara AS dan Iran. Melalui platform Truth Social, Trump bahkan menyebut sang pemimpin spiritual sebagai sosok yang “lemah” dan “buruk untuk kebijakan luar negeri”.

Perseteruan Nuklir dan Politik Identitas

Kritik Trump tidak berhenti di situ. Ia mempertanyakan pemikiran Paus terkait isu nuklir yang sensitif. Trump menuduh Paus tidak memahami bahaya membiarkan negara tertentu memiliki teknologi pemusnah massal. “Kita tidak menyukai Paus yang menganggap kepemilikan senjata nuklir sebagai hal yang wajar. Dia adalah orang yang tidak sadar bahwa kita tidak boleh bermain-main dengan pihak yang ingin menghancurkan dunia,” cecar Trump.

Baca Juga

Dedikasi Hingga Akhir Hayat: Kisah Pilu Nurlaela, Guru yang Berpulang dalam Tragedi KRL Bekasi

Dedikasi Hingga Akhir Hayat: Kisah Pilu Nurlaela, Guru yang Berpulang dalam Tragedi KRL Bekasi

Lebih jauh lagi, Trump melemparkan klaim kontroversial mengenai terpilihnya Paus Leo. Ia menuduh bahwa Gereja Katolik sengaja menempatkan sosok Amerika di kursi kepausan hanya untuk menghadapi dirinya. “Saya bukan penggemar Paus Leo,” tambah Trump dengan nada ketus.

Suara Vokal dari Takhta Suci

Meski mendapatkan tekanan hebat, Paus Leo XIV tetap pada pendiriannya. Sebagai tokoh yang sangat vokal menentang aliansi perang AS-Israel terhadap Iran, ia sebelumnya sempat menyebut retorika Trump terhadap rakyat Iran sebagai sesuatu yang “benar-benar tidak dapat diterima”.

Dalam pesan-pesannya, termasuk pada momen Paskah perdana, ia secara konsisten mengajak para pemimpin dunia untuk memilih jalur diplomasi ketimbang senjata. Bagi Paus Leo XIV, suara perdamaian adalah harga mati yang tidak bisa ditawar oleh kepentingan politik mana pun.

Baca Juga

Antusiasme Warga Memuncak, CFD Bundaran HI Pagi Ini Jadi Magnet Gaya Hidup Sehat Jakarta

Antusiasme Warga Memuncak, CFD Bundaran HI Pagi Ini Jadi Magnet Gaya Hidup Sehat Jakarta
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *